
Sementara itu disisi lain.
Wira bersama rombongannya itu pun sudah sampai di tempat event itu. Semuanya turun dari mobil termasuk Wira. Kemudian Wira menggendong tasnya. Sambil menunggu yang lain untuk berkumpul, wira mencoba mengecek ponsel miliknya itu. Dia membuka kembali pesan untuk mamanya itu, berharap mendapat balasan namun sayangnya pesan itu tidak dibalas oleh mamanya. Wira terdiam sejenak sambil menatap kearah ponselnya
Ada apa ya? kenapa mama tidak membalas pesan ku?
Wira kepikiran tentang mamanya itu, dia merasakan perasaan aneh di dalam dirinya. Entah itu sebuah firasat atau apa yang jelas itu semua tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Melihat itu semua, Angel berjalan mendekati Wira.
" ada apa? " ujarnya membuyarkan lamunannya Wira.
" mm? tidak, tidak ada apa-apa kok. " sambil berusaha tersenyum menutupi semuanya. Karena Angel sudah mengenal Wira lebih jauh, dia merasa curiga kepada Wira seperti ada yang sedang ditutup-tutupi.
" beneran? "
" iya. " ujarnya Wira sambil menghela nafas.
" apa kamu nervous karena ini baru pertama kali kamu ikut event ini? "
Wira menghela nafasnya lagi
" tidak, bukan. Bukan seperti itu Angel. "
" terus? "
" ya saya tidak apa-apa. " sambil membuang muka ke segala arah.
" masa? "
" iya ko. Saya tidak apa-apa. "
Angel tersenyum kearah Wira. Kemudian Wira yang menyadari itu lalu bertanya kepadanya.
" ihh kenapa kamu senyum-senyum sendiri? awas hati-hati loh. " ujarnya Wira kepada Angel.
" hati-hati kenapa? "
__ADS_1
" ntar suka sama saya. "
Kemudian seketika itu Angel berhenti tersenyum.
" Wiraaa.... " ujarnya Angel, kemudian Wira menoleh.
" hmm? "
" sepertinya ada yang sedang ditutup-tutupi sama kamu. "
" masa? nggak, nggak ada. " ujarnya Wira sambil mengelak.
" iya, ada. "
" nggak. "
" iya. "
" nggak. "
" iya. "
" iya ko. " ujarnya Angel yang tak mau kalah kepada Wira, melihat itu kemudian ustadzah mendekati keduanya.
" hmm hmm " sambil berderam, kemudian keduanya terdiam seketika. " ada apa ya? kok sepertinya tidak mau kalah? "
" eh ustadzah, tidak ada apa-apa ustadzah. " ujarnya Angel.
" iya ustadzah. Tidak ada apa-apa. " timpal Wira.
Ustadzah melihat kearah keduanya secara bergantian lalu menghela nafasnya.
" Tadi sepertinya tidak mau kalah, tapi sekarang bilangnya tidak ada apa-apa. Gimana sih? " ujarnya ustadzah.
" ya nggak gimana-gimana ustadzah. Orang dia dulu yang mulai. " sahut Wira sambil menunjuk kearah Angel.
" kamu dulu yang mulai, kamu kan yang nggak mau ngaku. " timpal Angel.
__ADS_1
" Kamu tu. "
" kamu. "
" kamu. "
" kamu. "
" kamu. "
mendengar itu seketika ustadzah menghentikan keduanya.
" Stoooppp. " ujarnya ustadzah, kemudian keduanya terdiam melihat kearah ustadzah. Ustadzah menghela nafasnya
" Kenapa ustadzah? ada apa? " tiba-tiba Aisyah dan Cantika datang menghampirinya
" kalian tidak pernah akur. Lama-lama nanti kalian saya jodohkan ya. " ujarnya ustadzah.
" Waiittt? jodoh? " Wira dan Angel bersitatap lalu keduanya membuang muka ke segala arah.
" iya. " ujarnya ustadzah, sementara itu Aisyah dan Cantika tersenyum kecil mendengar itu.
" jodoh itu ada ditangan Allah ustadzah. " sahut Wira.
" Memang benar jodoh itu ada ditangan Allah, tapi kan kita harus usaha dan berdo'a. Jodoh itu siapa yang mau diajak menikah ya itu jodoh. "
" saya masih belum istikharah ustadzah. " sahut Angel.
" saya juga. " timpal Wira.
" kalau memang berjodoh sih, ya rugi di saya untungnya di dia. " sambil menunjuk kearah Angel dan membuang muka menatap ke atas. Mendengar itu Angel tak terima
" ihh maksud kamu apa? memang saya untungnya apa? " ujarnya Angel tak terima dengan perkataan itu.
" ya untung lah kamu. Dapat cowo ganteng yang usianya lebih muda dari kamu. "
" iihh. "
__ADS_1
" dari mulut ihh, dari hati alhamdulilah. Hiyaa. " ujarnya Wira sambil tertawa, semuanya pun ikut tertawa mendengar candaan dari Wira. Namun berbeda dengan Angel, dia malah merajuk. Namun dari dalam lubuk hati dia, dia meng'amin'kan perkataan tadi. Yah begitulah wanita, memang tidak ingin orang lain mengetahui perasaannya, cukup Allah saja yang tahu.