
Pada pagi hari Raka mendapatkan telpon dari orang suruhannya.
"Tingg tingg tingg" suara telpon Raka.
Raka mendengar suara dari ponselnya lalu segera beranjak dari tempat tidur untuk meraih ponselnya itu. Lalu mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelepon nya.
"Halo? ada apa? mengapa pagi-pagi buta seperti ini menelepon ku?" ujar Raka seraya mengucek kedua matanya.
"Saya mohon maaf pak, kalau saya mengganggu waktu istirahat bapak. Saya ingin memberikan kabar berita yang sangat penting pak" suara dari ponselnya itu.
" Kau? " lalu segera mencari tempat yang sepi untuk bicara dengan orang itu.
" Ada kabar penting apa sampai kau menghubungi ku sepagi ini? " tanya Raka.
" Begini pak, saya sudah mencari informasi terkait tentang Wira. Dia dibesarkan oleh orang tua asuh nya di Bogor. Dan dia baru mengetahui kalau dia selama ini diasuh oleh orang tua asuh nya, lalu Dewa Adrian Mahesa datang ke pesantren Pakubumi itu mengaku sebagai kakaknya, dan membawa foto palsu yang seakan-akan dia dan Wira itu saudara kandung. "
" Lalu apa lagi? selain itu? "
" Lalu saya mencari tau tentang keluarga Adhitama Mahesa pak, dan memang benar, kalau Wira itu bukan bagian dari keluarga Mahesa "
" Maksudmu? "
" Didalam Kartu keluarga mereka tidak ada yang bernama Wira pak, hanya tertulis nama Dewa Adrian Mahesa cucu satu-satunyanya sebagai pewaris tunggal dari keluarga Mahesa "
" Benarkah? "
" yang saya sampaikan ini benar adanya pak "
" Oke kalau begitu, kamu terus awasi gerak-gerik dari keluarga itu. Saya menaruh rasa curiga kepada keluarga itu "
" Baik pak "
" Dan satu lagi den, kamu selidiki kasus kecelakaan yang menimpa Wira saat ini, Karena saya rasa keluarga Mahesa ada hubungannya dengan kecelakaan Wira "
" Siap pak "
" Kalau ada apa-apa langsung kabari saya ya den? "
" baik pak " ujar Deni yang selaku tangan kanannya Raka.
" Oke saya tunggu kabar baiknya " ucap Raka seraya menutup telfonnya.
Raka terdiam sejenak memikirkan sesuatu
Apa yang sedang kau rencanakan? Apa benar kecurigaan ku? kalau Wira itu adalah Zou? Arzanel Zou Athalah, orang yang selama ini mama dan aku mencarinya.
.
__ADS_1
.
Disisi lain.
Di klinik saat ini terlihat Wira sedang tertidur lalu ada seorang perawat yang membawakan makanan masuk ke ruangan itu.
" Permisi " ujar perawat itu seraya masuk keruangan Wira
Seketika Wira langsung membuka mata dan mengucek kedua matanya itu.
" Ehh iya silahkan masuk mbak "
Perawat tersenyum lalu menaruh makanan di meja.
" bagaimana keadaan adik? sudah mulai membaik? "
" Alhamdulillah, sudah mendingan "
" Alhamdulillah.. kalau begitu ini saya membawakan makanan. Tolong dimakan ya, biar cepat sembuh "
Wira tersenyum mengangguk.
" Terimakasih ya mbak "
" Sama-sama, kalau begitu saya pamit keluar dulu untuk mengantarkan makanan ke ruangan lain "
" Iya silahkan "
Wira melihat ke segala arah mencari temannya itu, karena semenjak tadi dia tidak melihat nya.
" Dimana kak Dewa, ustadz muda dan juga lainnya? mengapa mereka tidak ada disini? kemana mereka? "
Lalu setelah beberapa saat Dewa, ustadz muda dan juga yang lainnya memasuki ruangan itu sambil membawa beberapa makanan.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam, kalian dari mana? "
" Eh Wira kamu sudah bangun? bagaimana keadaanmu? sudah membaik? " ujar ustadz muda.
" Tadi aku mengangkat telepon mencari tempat yang nyaman, karena aku tidak mau mengganggu tidur mu. Fahrul dan Firman pergi membeli makanan untuk kita sarapan bersama, dan ustadz muda pergi ke toilet "
" Alhamdulillah, sudah mulai membaik ustadz, oh yasudah tidak apa-apa"
" Yasudah mari kita sarapan bersama-sama, Fahrul dan firman sudah membawa nasi uduk untuk kita sarapan"
" Yasudah ayo " ujar firman seraya membagikan nasi kepada yang lainnya.
__ADS_1
Mereka makan bersama diruangan itu dan menghabiskan semua porsi masing-masing.
.
.
Disisi lain
Deni mencari petunjuk tentang kecelakaan yang menimpa Wira. Dia mengelilingi jalanan yang tempat Wira kecelakaan itu. Dia menoleh ke kanan kiri seakan mencari bukti, dan pandangannya berhenti saat melihat cctv di area toko di pinggir jalan. Dan seketika dia turun dari mobilnya untuk bertemu pemilik toko untuk mencari petunjuk pada rekaman cctv yang terjadi pada hari kemarin.
Setelah beberapa saat, dia menemukan petunjuk dari rekaman cctv toko yang memperlihatkan ada beberapa mobil yang melewati jalan itu. Dan mobil terakhir yang melintas terlihat berjalan cepat. Seketika itu dia menyalin rekaman itu dan langsung menghubungi Raka.
" Halo, selamat siang pak. saya ingin memberi tau kalau saya sudah mendapatkan bukti pak. ya memang, kalau di tempat itu memang sepi tidak ada siapa-siapa, tapi dalam rekaman cctv itu memperlihatkan bahwa ada mobil warna hitam yang terakhir kali melintas di jalan itu. "
" Cctv? Kamu dapat dari mana rekaman cctv itu? "
" dari salah satu toko yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian Wira kecelakaan pak. "
" apa kamu sudah mendapatkan salinannya? "
" sudah pak, saya juga sudah mencatat plat nomor mobil itu "
" bagus. Kamu tau kan, tugas kamu selanjutnya apa? "
" tau pak "
" bagus, saya tunggu kabar baiknya den "
" iya siap pak "
.
Raka terdiam memikirkan sesuatu.
Kira-kira siapa yang ada didalam mobil itu? lalu untuk apa dia mencelakai Wira? apa motifnya? apa dia disuruh oleh seseorang?
...*****...
Disisi lain.
" Saya sudah transfer sejumlah uang ke rekening kamu untuk tutup mulut. Ingat jaga rahasia ini baik-baik " ucap dari suara seseorang misterius.
" baik pak, terimakasih banyak. Saya janji saya tidak akan memberi tahu rahasia ini kepada orang lain " sahutnya.
" Bagus, saya pegang janji kamu " seraya menutup panggilan telepon nya.
Seseorang tadi terdiam
__ADS_1
Lihat lah semuanya, permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai ! Aku akan menghancurkan engkau keluarga Mahesa.
...----------------...