
" Apa? perjodohan? " ujarnya serentak, kemudian Wira dan Angel bersitatap. Kemudian suara pintu yang baru saja Raka tutup itu mengalihkan pandangan semuanya.
Raka berjalan mendekatinya. " iya, Wira. Lagipula mama dan aku sudah membicarakan ini semua. "
" membicarakan tentang apa? "
" membicarakan tentang perjodohanmu ini. "
Kemudian ustadzah menyela pembicaraan mereka. " Mohon maaf sebelumnya nih, bukankah ini terlalu mendadak bu? kami kan awalnya datang kesini untuk menjenguk ibu, bukan untuk membahas tentang perjodohan. "
Mamanya Wira itu pun tersenyum kearahnya. "Memang benar ustadzah, tetapi saya ingin Wira segera memiliki pasangan yang bisa mendampinginya."
"Tapi ma, Wira pun belum mengenal Angel lebih dalam lagi. Kita perlu proses ta'aruf terlebih dahulu." ujarnya Wira. Dan Angel pun mengangguk.
"Lagi pula kami ini hanya sebatas teman saja kok tante, tidak lebih dari itu." timpal Angel.
"memang apa salahnya jika kalian berteman? sepertinya kalian saling suka satu sama lain." ujar mamanya menelisik.
Ya Allah, masalah ustadz muda belum selesai ini masih ada masalah lain. Astaghfirullah hal adzim. gumam ustadzah.
Sementara itu Wira dan Angel saling bersitatap kembali. "Apa kamu mau menerima perjodohan ini?" tanya Wira dengan polosnya.
__ADS_1
"Mm?"
"Kenapa kamu terkejut seperti itu? apa saat ini kamu memiliki perasaan terhadap laki-laki lain? atau sedang memiliki pacar mungkin?"
"Mm? tidak, tidak. Saya tidak sedang memiliki perasaan terhadap laki-laki lain, saya juga tidak memiliki pacar."
"Terus?"
"maksudnya?" keduanya pun sama-sama bingung dan menjadi salah tingkah.
Mamanya pun menengahinya. "sudah, sudah. Kalau kalian berbicara terus ya tidak akan ada habisnya."
"Raka, segera persiapkan lamaran untuk Angel, kita harus segera melamarnya untuk Wira." ujarnya lagi kepada Raka, dan Raka pun mengangguk. Sementara yang lainnya pun terkejut mendengar itu. Raka pun sejenak pergi meninggalkan tempat itu untuk menghubungi orang kepercayaannya untuk mulai mempersiapkan barang yang akan dibawa untuk melamar Angel.
"Alhamdulillah, sudah dipersiapkan semuanya ma." ujarnya Raka, yang membuat semuanya terkejut mendengar itu kecuali mamanya yang hanya tersenyum kearahnya.
"Baiklah, besok kita akan ke pesantren untuk melamar Angel untuk Wira."
"siap ma."
Angel, ustadzah,dan juga Ais dan Cantika saling bersitatap satu sama lain secara bergantian. Kemudian tak lama dari itu, semuanya pun pamit untuk kembali ke pesantren.
__ADS_1
"Terimakasih banyak ya, kalian sudah menjenguk saya. Saya jadi ngerepotin kalian."
"Tidak kok Bu, kami tidak merasa direpotkan. Sama-sama. Kalau begitu kami permisi dulu. Mari, assalamualaikum. "
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh."
Semuanya pun kembali berjalan melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkir. Mereka saling berbincang-bincang satu sama lain.
"Angel, boleh saya bertanya sesuatu?" ujar ustadzah.
"Mau bertanya apa ustadzah?"
"Langsung to the point aja ya? Apa kamu akan menerima lamaran dari Wira?"
"Mm? mengapa ustadzah bertanya seperti itu?"
"Saya hanya bertanya saja, Angel. Kamu akan menerima perjodohan ini atau tidak?"
"Sepertinya mamanya Wira sangat menyukaimu. " ujarnya lagi.
Seketika itu juga Angel menghentikan langkahnya, dan semua melihat kearahnya.
__ADS_1
"Sepertinya saya harus berbicara ini terlebih dahulu dengan Abah ustadzah." Kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju ke tempat parkir.
Detik berikutnya pun mereka sudah dalam perjalanan menuju ke pesantren. Tak ada yang mulai berbicara saat itu, karena mungkin mereka semua kelelahan dan juga kefikiran dengan perjodohan itu.