Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Makan bersama


__ADS_3

Raka dan juga Wira sudah pergi meninggalkan pesantren itu dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya untuk bertemu mamanya. Di tengah perjalanan mereka saling berbincang-bincang.


" Kak. " ujar Wira seakan mencairkan suasana di dalam mobil itu.


Raka menoleh kearahnya dan tersenyum


" Iya, kenapa Wira? "


" Aku boleh bertanya sesuatu? "


" Mau bertanya apa? "


Kemudian Wira gugup dan menghela nafas dalam-dalam


" Gimana ya perasaan mama disaat mengetahui kalau anaknya masih hidup? " tanya Wira kepada Raka.


" Ya pasti seneng lah. Bahagia dan terharu pastinya. Memangnya ada apa? kenapa kamu bertanya seperti itu? "


" Aku takut nanti mama tidak menerimaku lagi. Kan aku sudah lama berpisah dengan mama dan juga kakak. "


Kemudian Raka menghentikan mobilnya itu ke pinggir jalan. Dan dia memegang bahu Wira.


" Wira, kamu tenang aja. Tidak usah takut seperti itu. Mama pasti menerima kamu dengan senang hati. Tadi sebelum bertemu kamu aku sudah menghubungi mama, dan dia antusias untuk segera bertemu denganmu. " ujar Raka sambil mengelus punggung Wira.


" Benarkah? "


" Iya, katanya dia sangat merindukan mu. "


Kemudian Wira terdiam seakan memikirkan sesuatu. Dan Raka melihatnya.


" Sudah, kamu tenang saja. Tidak usah memikirkan yang tidak-tidak. " ujar Raka menepuk bahu Wira dan kemudian Wira tersenyum.


Lalu Raka menghidupkan mesin mobilnya kembali dan memulai kembali perjalanan menuju ke rumahnya. Dia tersenyum bahagia tiada henti, karena saudara yang selama ini dia rindukan bersama mamanya itu, kini sudah ditemukan.


Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.


Kemudian mereka sampai di parkiran rumahnya, lalu mereka turun dari mobil itu. Wira turun dan melihat kerumah yang begitu mewah, indah nan aesthetic itu. Baru pertama kali dia melihatnya dan menginjak kakinya di kompleks perumahan itu.

__ADS_1


Dia melihat di sekelilingnya, halaman rumah yang begitu luas, dengan pagar rumah yang tinggi.


" Wira, ayo masuk. " ujar Raka mempersilahkan Wira untuk masuk dan melangkahkan kakinya menuju kedalam rumah lalu Wira mengangguk dan mengikutinya.


Raka membuka pintu.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


" Mama, ini Zou. " sambil menunjuk ke arah Wira.


Kemudian mama Raka tersenyum berjalan mendekati Wira dan memeluknya.


" Wira, mama rindu. Mama sangat rindu sekali denganmu nak. " lalu meneteskan air matanya.


Lalu Wira membalas pelukannya itu.


" Aku juga merindukan mama. "


Lalu mama Raka melepaskan pelukannya dan bertanya kepada Wira.


" Kamu sudah makan? "


" Kebetulan belum ma. "


" Kalau begitu ayo makan bersama. Mama sudah memasaknya untukmu. " sambil melangkahkan kakinya menuju ke meja makan dan diikuti oleh keduanya.


Raka dan Wira terkejut melihat makanan yang ada di meja makan.





__ADS_1


" Waahhhh.. " ujar Raka sambil menelan ludah.


" Ini mama semua yang masak? " tanya Wira kepada mamanya.


Mamanya tersenyum


" Iya. Kamu suka kan? "


" Suka, suka ma. Hmmmmm " sambil mencium aroma dari makanan itu.


Kemudian mamanya mengambilkan piring untuk keduanya. Lalu mengambilkannya nasi.


" Nih. " ujar mamanya sambil memberikan sepiring nasi kepada Wira.


" Aku mana? " tanya Raka yang juga ingin diperhatikan oleh mamanya.


" Iya tunggu dulu. "


" Hehe. "


Kemudian mamanya memberikan sepiring nasi untuk Raka


" Segini kurang? " tanya mamanya itu.


" Sudah cukup ma. Kalau kurang nanti bisa nambah. Takut tidak bisa menghabiskan nanti. Kan lebih baik nambah, dari pada tidak bisa menghabiskan. "


" Iya sudah terserah kamu. "


Kemudian semuanya menarik kursi dan duduk bersebelahan.


" Sudah lama sekali ya, kita tidak seperti ini? " ujar mamanya itu.


Wira tersenyum.


" Alhamdulillah, ternyata kita masih bisa dipertemukan kembali atas izin Allah dan kehendak Allah. " ujar Wira.


" Iya Alhamdulillah. " sahut Raka.

__ADS_1


__ADS_2