Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Sepucuk surat


__ADS_3

" Baiklah, saya akan segera mencarinya pak. "


" Baik, terimakasih ya den. "


" Iya sama-sama pak. "


" Kalau sudah dapat informasi langsung hubungi saya secepatnya. "


" Baik pak. "


Raka menutup teleponnya dan Deni segera mencari informasi tentang keluarga Sagara.


.


.


Keesokan harinya.


Di klinik Kasih Ibu tempat Wira dirawat.


Dewa sudah mulai mengemasi barang-barang adiknya dan siap untuk kembali ke pesantren. Lalu mereka saling berbincang-bincang.


" Wira, apa kamu yakin keadaan mu sudah membaik? " tanya Dewa.


" Iya kak, aku yakin. Dan juga dokter semalam sudah memeriksa keadaanku. Dan dia juga bilang kalau hari ini sudah boleh pulang. " ujarnya.


" Lalu kau mau pulang ke mana? ke pesantren? "


" Iya kak. Kalau aku pulang ke rumah orang tua asuhku kan tidak enak jadi ngerepotin nantinya. Lebih baik aku pulang ke pesantren. Supaya tidak mengagetkan orang rumah. "


" Bagaimana kalau kita pulang kerumah kakek? "


" Tidak kak, aku tidak enak. Lebih baik aku pulang ke pesantren saja. "


" Tidak enak bagaimana maksudmu? "


" Iya tidak enak kak, nanti kesannya malah ngerepotin kakek. "


" Tidak apa-apa Wira, aku malah senang kalau kau pulang kerumah. "


" Tidak usah kak, terimakasih. Lebih baik aku pulang ke pesantren saja. Lagi pula kan aku harus bersiap untuk mengikuti event Tartil Qur'an itu. "


" Oh iya ya, yasudah aku tidak akan memaksamu. Terserah kau saja. "


Wira mengangguk.

__ADS_1


.


.


Disisi lain.


Di pesantren Angel sedang membersihkan ruangan kamarnya dan tanpa sengaja dia menjatuhkan tumpukan buku diatas lemarinya, dan tumpukan buku pun terjatuh.


Saat dia mulai mengambil buku itu dan ingin mengembalikannya ke tempat semula tanpa sengaja dia melihat diary book miliknya.


Lalu dia terdiam melihat buku itu dan mulai mengambilnya. Ketika dia mulai membuka lembaran demi lembaran yang ada di buku itu, ia mulai teringat seseorang.


" Afka. " ujarnya sambil terus melihat diary book itu.


...Bagaimana kabarmu? Semoga kamu sehat selalu ya.. Aku juga akan kembali, kembali untuk menemuimu. Maafkan aku, aku harus pergi. Aku harus pergi tanpa pamit darimu. Maaf kan aku Dewi, Afka yang kamu kenal akan pergi meninggalkanmu, entah sampai kapan, entah berapa lama aku akan kembali untukmu, aku juga tidak tahu. Pesanku cuma satu, jaga dirimu baik-baik. Dan semoga suatu saat ketika aku datang kembali untukmu, aku tidak terlambat....


Angel meneteskan air mata saat membaca surat itu. Dia terdiam sejenak.


Lalu tanpa sengaja Aisyah melihatnya dan lalu menghampirinya.


" Angel, ada apa? kenapa kamu menangis? " ujar Aisyah.


Mendengar itu seketika Angel menghapus air matanya, dan membuang buku itu ke segala arah.


" Lalu, buku itu? kenapa kamu buang buku itu? " ujarnya sambil mengambil buku yang dibuang oleh Angel.


" Afka? siapa dia Angel? " tanya Aisyah seraya membuka lembaran demi lembaran dari buku itu.


Angel terdiam.


" Lalu, dia pergi tanpa pamit? kenapa bisa pergi? apa dia masa lalu kamu sehingga kamu menangis seperti ini? " tanyanya lagi.


Angel kemudian duduk terdiam dan meneteskan air mata.


Melihat itu Aisyah tidak tega dan memeluknya.


" Angel, ada apa? " tanya Aisyah.


" Tidak apa-apa Ais, tidak apa-apa. " sahutnya seraya sesenggukan.


" Kalau kamu tidak apa-apa, lalu kenapa kamu menangis? "


" Atau kamu teringat sesuatu di masa lalu kamu? " sambungnya.


" Tapi janji jangan sampai ada orang lain yang tahu tentang masalah ini ya is? " ujar Angel sambil melihat wajah Aisyah.

__ADS_1


" Iya tergantung. Memangnya ada apa? kenapa kamu sampai menangis seperti ini? "


" Aku teringat seseorang di masa lalu. " ujar Angel.


" Terus? "


" Aku teringat disaat dia mengirim surat ini dan pergi menghilang begitu saja. "


" Lalu? "


" Kalau boleh jujur aku kagum kepadanya, aku menyukainya. Namun, entah kenapa dia tiba-tiba pergi meninggalkan aku begitu saja. "


" Coba lihat isi suratnya. " ujar Aisyah sambil mengambil sepucuk surat yang ada di tangan Angel.


Aisyah membacanya sampai selesai.


" Sepertinya dia menyukaimu Angel. "


" Tapi kenapa dia pergi meninggalkanmu? " lanjutnya lagi.


" Aku juga tidak tau Ais, kalau aku tau pasti aku tidak akan sedih dan menangis seperti ini. "


" Iya juga ya, tapi sepertinya dia akan kembali lagi ke sini untuk mencarimu Angel. "


" Maksudnya? "


" Iya dia akan kembali untukmu. Di surat ini juga sudah jelas kalau dia akan kembali, tapi tidak tau kapan. "


" Aku sudah mengikhlaskan dia untuk orang lain. "


" Benarkah? "


Angel mengangguk.


" Kalau kamu sudah mengikhlaskan dia, kenapa kamu menangis? "


" Menangisi dia untuk yang terakhir kalinya. "


" Bener nih? "


" Iya insyaallah. Aku juga harus memulai lembaran baru di kehidupanku yang saat ini. Aku banyak bersyukur kepada Allah, karena hanya dengan bersyukur bisa mengubah masa lalu menjadi kenangan manis. "


" Aamiin. Semoga kamu bisa melupakan masa lalu kamu. " ujar Aisyah.


Lalu keduanya berpelukan semakin erat dan terlarut dalam suasana.

__ADS_1


__ADS_2