Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Pesan untuk mama


__ADS_3

Didalam perjalanan, Wira lebih banyak diam seribu bahasa. Entah dia sedang memikirkan sesuatu atau apa yang jelas dia lebih banyak mendiam. Melihat itu dari kaca spion depan, Angel langsung menegurnya karena tempat duduk Wira berada di belakangnya.


" kamu kenapa? " tanyanya Angel kepada Wira.


Wira yang semula melihat kearah samping sambil menikmati pemandangan alam yang indah di sekitarnya seketika itu menoleh kearah Angel.


" mm? "


" kamu kenapa? kok diam terus dari tadi? " ujarnya Angel ulangnya lagi.


Mendengar itu seketika ustadzah menoleh kearah mereka.


" bagaimana tidak diam? kan tidak ada temannya untuk diajak berbicara. " sahut ustadzah.


Keduanya secara bersamaan melihat kearah ustadzah, Angel pun terkejut dan terdiam. Karena ustadzah pun ikut menjawab pertanyaannya. Iya juga sih, pikirnya Angel.


" apa kamu sudah berpamitan kepada orang tua mu sebelum berangkat tadi? " ujarnya Angel kepada Wira yang memulai topik pembicaraan.


" Mm? oh iya, lupa. " sambil menepuk dahinya.


" bagaimana bisa lupa? kalau mau kemana-mana itu harus izin dulu sama orang tua. " ujarnya Angel kepada Wira, sementara itu Wira terdiam mendengarkan itu.

__ADS_1


" yasudah namanya juga lupa Angel, mau gimana lagi. " ujarnya ustadzah menengahinya sambil mengelus pundak Angel.


" yasudah sana, kamu hubungi orang tua mu dulu Wira. Kamu minta izin dulu sama orang tua mu. " ujarnya ustadzah lagi kepada Wira. Wira pun mengangguk.


Wira pun sesegera mungkin menghubungi mamanya untuk meminta izin kalau dia saat ini sudah berangkat ke tempat event itu.


" kamu tuh ya, sensitif banget sama orang. " ujarnya ustadzah kepada Angel, sementara temannya yang lain itu hanya melihatnya dan tersenyum.


" namanya juga suka. " timpal Aisyah sambil membuang pandangannya ke segala arah.


Kemudian Angel melihat kearahnya dengan wajah marah namun ditahan, karena tidak mungkin dia menegurnya secara langsung kepadanya karena ada Wira. Ustadzah hanya tersenyum melihat itu.


" bagus tuh, kata-katanya. Dapat dari mana? " timpal Aisyah lagi sambil cengengesan.


" Dari kamus. " dengan cuek. Sementara ustadzah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku santrinya itu.


Kembali ke Wira, Wira sudah mencoba menghubungi mamanya itu berkali-kali namun tetap tidak ada jawaban. Dia mulai gelisah. Kemudian ustadzah melihat kearahnya.


" Kenapa Wira? kok sepertinya kamu sedang gelisah? " tanyanya ustadzah, dan semuanya pun juga ikut melihat kearah Wira.


" Aaaa ini ustadzah, saya sudah mencoba menghubungi mama saya tapi tetap tidak ada jawaban. " sambil terus mencoba menghubungi mamanya itu namun tetap tidak ada jawaban.

__ADS_1


" tidak ada jawaban maksudnya tidak aktif atau..? " ujarnya Angel.


" tidak diangkat. " ujar Wira memotong pembicaraan itu.


Kemudian ustadzah menghela nafasnya.


" Yasudah, kalau tidak diangkat jangan dipaksa. Mungkin mama kamu saat ini sedang sibuk Wira. Sebaiknya kamu hubungi dia lewat SMS kek atau WA atau telegram mungkin? " ujarnya ustadzah. Kemudian Wira mengangguk.


" baik ustadzah. "


Kemudian Wira segera membuka ponselnya dan mengetik pesan via WA kepada mamanya itu.


Wira


Assalamualaikum, ma. Saat ini Wira sudah berangkat menuju ke tempat event Tartil Qur'an itu. Do'akan Wira, semoga mendapatkan yang terbaik. Semoga do'a mama selalu menemani langkah Wira. ❤️🙏🏻


Lalu kemudian Wira mengirimkan pesan itu kepada mamanya.


" sudah ustadzah. " ujarnya Wira kepada ustadzah.


" iya sip. " ujarnya ustadzah mengacungkan jempol sambil bercanda. Kemudian Wira tersenyum melihat itu. Mereka pun terus melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat tujuan.

__ADS_1


__ADS_2