Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Mulai siuman


__ADS_3

Di klinik tempat Wira berada, Raka memasuki ruangannya itu seraya berjalan perlahan terus menatap Wira.


Raka terus menatap Wira lalu duduk disampingnya sambil menjaganya.


Tak terasa dia lalu terlelap dan tertidur.


Lalu Wira sudah mulai siuman dari pingsannya, dia mulai menggerak-gerakkan jemarinya secara perlahan


Lalu membuka kedua matanya secara perlahan dan menatap ke arah langit-langit dinding itu yang terasa asing baginya.


"Aku dimana?" Seraya bangun dari tempat tidur dan memegangi kepalanya yang sakit.


"Aawwww.."


"Luka ini..??" Sambungnya seraya memegang lukanya yang kini dibalut oleh perban.


Raka mulai bangun saat mendengar teriakan itu.


"Kau sudah bangun?" Tanya Raka


Wira hanya terdiam dan melihat kearah Raka


"Tadi kau kecelakaan, banyak warga berdatangan untuk membantu mu. Kebetulan tadi aku tidak sengaja melewati jalan itu, lalu aku dengan warga membawa mu kesini" sambungnya.


Wira terdiam menundukkan kepalanya seraya mengingat-ingat kejadian sebelumnya


"Namamu siapa? Biar aku hubungi orang tua mu" ujar Raka.


"Wira. Kedua orang tuaku sudah tiada."


"Lalu, kau tinggal dengan siapa?"


"Aku tinggal di pesantren, bersama kakakku"


"Pesantren mana? Biar aku hubungi kakak mu"


"Pesantren Pakubumi"


"Baiklah kalau begitu aku akan menyuruh orang ku agar menyampaikan kabar ini kepada kakakmu"


"terimakasih"


Raka hanya mengangguk.


...****************...


Disisi lain di pesantren Pakubumi Dewa terdiam melamun sendiri memikirkan apa yang dikatakan oleh Dinda kepada Wira


Lalu ustadz melihatnya dari kejauhan dan menghampirinya


"Dewa, assalamualaikum"


"Ehh ustadz, waalaikumsalam"


"Mengapa kamu melamun sendirian disini? Dimana Wira?"


"Wira tadi bertemu dengan Dinda ustadz, mereka berbicara berdua"


"Dimana?" Tanya ustadz.


"Itu tadi dibawah pohon yang ada tempat duduk nya" seraya menunjuk kearah pohon tempat tadi.


"Lalu, dimana dia sekarang? Mengapa tidak ada?"

__ADS_1


"Dia mengantarkan Dinda pulang ustadz, memangnya ada apa? Mengapa ustadz mencari nya?" Tanya balik Dewa


"Tadi si Fahrul dan Firman bertanya kepada saya tentang Wira, saya bilang jikalau latihan nya sudah selesai dari tadi, tapi kata mereka, mereka tidak melihat Wira sama sekali"


"Wira mengantarkan Dinda kerumahnya" ujar Dewa seraya membuang muka ke segala arah.


"Kapan itu?"


"Sekitar 2 jam yang lalu"


.


......................


Disisi lain Fahrul ingin bertanya kepada penjaga gerbang, lalu tanpa sengaja dia mendengar seseorang berbicara kepada penjaga gerbang


"Permisi, pak."


"Iya ada apa ya?" Tanya penjaga gerbang itu.


"Apa benar ini pesantren nya Wira?"


Mendengar perkataan itu Fahrul menghampirinya


"Benar pak, eh maaf sebelumnya saya lancang ikut campur dalam pembicaraan bapak. Kalau boleh tau bapak siapa ya? Mengapa mencari Wira? Kebetulan kami juga mencari Wira, dari tadi dia menghilang pak" sahut Fahrul


"Begini mas, saya mau menyampaikan kabar dari bos muda saya kalo Wira saat ini ada di klinik Kasih Ibu, dia mengalami kecelakaan"


"Innalilahi, beneran pak?"


"Iya mas, saya kesini disuruh oleh bos saya untuk menyampaikan kabar ini kepada kakaknya"


"Baiklah kalau begitu saya akan menyampaikan kabar ini kepada kakaknya, terimakasih banyak pak"


"Iya mari"


Fahrul lalu segera berlari menuju ke masjid untuk pemberitahuan bahwa ustadz muda dan dewa seakan ditunggu oleh seseorang di pintu gerbang.


Mendengar itu Dewa dan juga ustadz muda langsung berlari menghampirinya


Disana sudah ada Fahrul yang duduk menunggunya


"Ada apa Rul? Mengapa kau memanggilku? Memangnya siapa yang akan menemui ku bersama ustadz muda?" Tanya Dewa


"Apa ada masalah? engkau sampai menyiarkan itu kalau kau mencari kita berdua?"


"Wira ustadz, Wira wa" sahut Fahrul dengan nada khawatir.


"Wira kenapa Rul? Dia kan gak apa-apa. Lagian tadi dia mengantarkan Dinda kerumahnya"


"Wira kecelakaan wa. Katanya dia sekarang ada di klinik Kasih Ibu"


"Haahhh? Beneran?"


"Iya wa"


"Kamu tidak berbohong kan Rul?"


"Tidak ustadz, tadi ada orang yang datang kesini. Dia ingin menyampaikan kabar ini kepada kakak Wira"


Ustadz muda terdiam


"Baiklah, kalau begitu saya akan pergi ke klinik itu. dimana letak kliniknya?" ujar Dewa.

__ADS_1


"Eitttss, tunggu dulu wa, kita berangkat bareng aja kesana gimana? Lagi pula klinik itu tidak begitu jauh dari sini. Sekitar 2 km" ujar ustadz muda.


"Kalau begitu mari ustadz"


"Saya ikut ustadz"


"Yaudah ayo cepetan" sahut Dewa seraya berjalan cepat bersama ustadz muda lalu diikuti oleh Fahrul


.


.


Di sisi lain


Ustadzah bertanya kepada beberapa santriwati dan santriwati hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Lalu Ais, Angel dan Cantika yang tanpa sengaja melihat ustadzah dan berjalan mendekatinya.


"Bagaimana ustadzah? Wira sudah ketemu?" Tanya Angel.


"Assalamualaikum, belum ngel. Santriwati juga tidak melihat katanya"


"Eh iya waalaikumsalam ustadzah. Lalu kemana Wira? Mengapa dia menghilang?"


"Mana saya tau, saya kan dari tadi ada di kelas ngel, kamu kan tau sendiri"


"Iya juga ya ustadzah" ujar Angel seraya tersenyum menggaruk kepala.


"Bagaimana kalau kita bertanya kepada penjaga gerbang ustadzah? Mungkin dia tau Wira pergi kemana. Keluar dari pesantren mungkin?" Sahut Ais.


"Iya mari kita bersama-sama menuju ke gerbang untuk bertanya hal itu" ujar ustadzah.


Mereka bersama-sama menuju gerbang dan bertanya kepada penjaga gerbang.


"Permisi pak, assalamualaikum. Maaf mengganggu waktunya" ujar ustadzah.


"Waalaikumsalam, tidak apa-apa ustadzah. Memangnya ada apa ya? Mengapa kesini membawa santriwati?"


"Begini pak, kami mencari Wira. Kata temannya, Wira tidak ada didalam. Apa bapak melihatnya? Mungkin Wira izin kepada bapak untuk keluar?"


"Iya memang betul dia izin tadi kepada saya untuk mengantarkan temannya. Tapi baru saja ada orang memberi kabar kalau nak Wira kecelakaan. Dan sekarang ada di klinik Kasih Ibu, dan ustadz muda beserta beberapa santriwan juga sudah kesana untuk menyusul"


"Apa? Wira kecelakaan?" Sahut Cantika dengan nada khawatir bercampur rempong.


"Apa yang dikatakan bapak ini benar adanya seperti itu?" Tanya ustadzah.


"Iya Bu, kalau ibu tidak percaya, ibu bisa bertanya langsung kepada ustadz muda" ujarnya.


"Wira kecelakaan, bagaimana bisa?" gumam hati Angel seraya memikirkan sesuatu.


Melihat Angel melamun Ais lalu menepuk pundaknya.


"heyy, kenapa melamun? ada apa? apa yang kau pikirkan?" tanya Ais.


"aku tidak apa-apa Ais" ujar Angel seraya menyembunyikan perasaannya.


Angel lalu bertanya kepada ustadzah


"lalu bagaimana ini ustadzah? apa kita harus menyusul mereka? atau kita menunggu kabar dulu dari mereka?" tanya Angel.


"tunggu dulu, ustadzah akan menghubungi ustadz muda untuk menanyakan berita ini. apa benar Wira ada di klinik itu" ujar ustadzah.


"baik ustadzah"

__ADS_1


Mereka bertiga mulai mencari tempat bernaung untuk duduk. sedangkan ustadzah sibuk menghubungi ustadz muda sedari tadi seraya mondar-mandir.


__ADS_2