
Kemudian Fahrul dan Firman tercengang melihat kearah mobil itu.
" Dewa mau kemana ya kawan? kok sepertinya dia ingin pulang. Kira-kira ada apa ya? " ujar Firman.
" Kalau ngeliat dari vish mukanya sih, sepertinya dia sedang mengalami masalah. " ujar Fahrul yang seketika memasang wajah serius.
" Kejadian apa yang sudah terjadi di pesantren selama kita enggak ada? "
" Ya mana saya tahu, saya kan ikan. "
Seketika itu membuat Firman menghela nafas dan menoleh kearah Fahrul.
" Kamu bisa serius? " ujarnya Firman dengan nada dingin.
" i, iya. Maaf. " ujar Fahrul menunduk dengan nada ketakutan. Karena dia tau kalau Firman sedang marah seperti apa, makanya ia seketika itu juga memasang wajah serius terhadap Firman.
Sepertinya saya harus segera ke pesantren, untuk mencari tahu ada kejadian apa selama saya tidak ada. Firman
Lalu Firman segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke pesantren dan meninggalkan Fahrul di tempat itu. Namun Fahrul memilih untuk mengikutinya, karena dia juga ingin tau apa yang sudah terjadi kepada Dewa.
Setelah sampai didepan gerbang pesantren, mereka tidak melihat siapapun kecuali penjaga gerbang disana.
" Assalamualaikum. Permisi pak. " ujar Firman kepada penjaga gerbang itu. Sementara Fahrul hanya melihatnya.
" Waalaikumsalam. Iya, ada apa ya mas? "
__ADS_1
" Apa bapak melihat Dewa? " tanyanya seolah tidak melihat Dewa didalam mobil tadi.
" Mm? Dewa? baru saja keluar mas. Dia tadi dijemput pakai mobil. "
" Keluar? kemana pak? "
" Saya juga kurang tau mas, sepertinya dia pulang. Tadi saya melihat dia membawa kopernya dan dimasukkan ke dalam mobil. "
" Pulang? "
" Iya mas. "
" Loh, tapi Wira ikut tidak pak? "
" Orang lain? " ujarnya Firman yang membuat terkejut dan membelalakkan matanya. Namun ekspresi Fahrul seperti biasa saja, seperti sudah mengetahui sesuatu.
" Iya mas. "
" Jadi, Wira saat ini tidak ada didalam? "
Penjaga gerbang itu mengangguk.
Seketika itu Firman terdiam sejenak.
Wira keluar bersama orang lain dan Dewa pulang begitu saja tanpa Wira? ada apa ini? ada apa dengan mereka berdua?
__ADS_1
" Yasudah terimakasih ya pak. " ujarnya Firman kepada penjaga gerbang itu.
" Iya sama-sama mas. "
Kemudian Firman masuk kedalam pesantren dan Fahrul pun selalu setia mengikutinya. Firman menoleh ke segala arah seakan mencari seseorang untuk ditemuinya. Fahrul pun menyadari itu.
" Sedang mencari siapa? " ujar Fahrul kepada Firman, kali ini dia benar-benar serius dan tidak sedang bercanda.
seketika itu firman terhenti dan menoleh kearahnya.
" Ustadz muda. Kira-kira saat ini ustadz muda ada dimana ya? " sambil terus melanjutkan menoleh ke semua arah mencari keberadaan ustadz muda.
" Sedang apa mencari ustadz muda? bukannya tadi kamu sedang mencari Wira? "
Firman menghela nafas dan melihat kearah Fahrul.
" Kan Wira saat ini tidak ada Rul, katanya dia sedang keluar bersama orang lain. Aku sengaja mencari ustadz muda, dan mungkin saja ustadz muda tau ada kejadian apa sehingga Dewa memutuskan untuk pulang saat ini. Aku yakin pasti ada sesuatu. "
Seketika itu Fahrul terdiam menunduk memikirkan sesuatu.
Apa mungkin ini semua ada hubungannya dengan Raka?
" Woyy. Lagi ngelamunin apa? " ujar Firman sambil menepuk bahu Fahrul dan membuyarkan lamunannya. Sementara Fahrul terkejut dan melihat kearahnya
" Eh tidak apa-apa. " kemudian Fahrul menghela nafas. " Saya juga sama memikirkan seperti itu. " ujarnya lagi seakan menutupi semua kecurigaannya itu .
__ADS_1