
Setelah pada akhirnya sampai di klinik, akhirnya para perawat pun datang untuk menolongnya.
" Kenapa pak? " ujarnya sambil tergesa-gesa memberikan kasur dorong itu.
" Ini korban tabrak lari. Cepat bantu saya untuk menyelamatkan dia. " ujarnya sambil meletakkan tubuh dinda dari gendongannya itu ke kasur dorong.
" Siap pak. " kemudian mereka mendorong kasur itu menuju ke ruang UGD.
Dalam perjalanan menuju ke UGD, ustadz muda tak ada habis-habisnya memanggil nama Dinda untuk segera sadar. Namun Dinda tidak menjawabnya, karena sedari tadi dia pingsan.
Setelah dia masuk ke UGD, perawat yang sedang bertugas melarang ustadz muda untuk masuk.
" Mohon maaf pak, sebaiknya bapak tunggu disini saja. " ujar perawat itu.
" Baiklah, tolong selamatkan teman saya ya. " ujarnya sambil mengangguk dengan rasa perasaan bersalah yang ada di dalam dirinya itu.
" Insyaallah. Bapak sebaiknya berdo'a saja kepada Allah, semoga Allah menolongnya. "
Kemudian ustadz muda mengangguk
Dan perawat itu menutup pintu ruangan itu dari dalam. Sementara ustadz muda hanya mondar-mandir dengan perasaan bersalah yang ada dalam dirinya itu.
Yaa Allah, selamatkanlah Dinda. Semoga dia baik-baik saja.
.
.
Sementara itu di sisi lain.
__ADS_1
Di pesantren Pakubumi
Wira sedang meminum minuman di kantin bersama Fahrul dan Firman sambil berbincang-bincang tentang sesuatu yang sudah menimpa Wira. Wira sudah bercerita panjang lebar kepada temannya itu.
Kemudian selang beberapa lama, Wira mendapatkan panggilan telepon.
" Hallo, assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. " ujarnya suara dari dari dalam telepon itu dengan nada yang tergesa-gesa.
Wira mulai menyadari suara itu, ternyata yang tidak lain adalah suara dari ustadz muda.
" Ustadz muda? ada apa? "
" Wira, aku ingin meminta tolong kepadamu. "
" Meminta tolong apa ustadz muda? " ujarnya Wira, sementara kedua temannya itu hanya melihat kearah Wira.
Ustadz muda menghela nafas
" Klinik? siapa yang sakit? " Wira terkejut mendengar itu, suaranya berubah menjadi membesar.
Ustadz muda menghela nafasnya lagi
" Aku tadi hampir saja kecelakaan. Dan untung saja ada seseorang yang menolongku, tetapi orang itu saat ini ada di UGD. Dia yang mengalami kecelakaan. " ujar ustadz muda dengan rasa perasaan bersalah yang terus menghantuinya.
" Innalilahi.. "
" Yasudah, saat ini ustadz muda ada di klinik mana? biar saya segera mendarat kesitu. " ujarnya lagi.
__ADS_1
" Saya saat ini ada di.. " sambil mencari nama klinik itu dengan melihat ke sekelilingnya kemudian dia menemukan sebuah nama yang tak jauh dari tempat itu. " di klinik Tunas Inti. "
Mendengar itu seketika itu Wira mulai menjawabnya " Oke baiklah, ustadz muda tunggu saja disana. Assalamualaikum. " kemudian menutup panggilan teleponnya itu.
" Waalaikumsalam. "
Seketika itu kedua temannya itu langsung mendekat ke arah Wira dan menanyakannya.
" Siapa yang menelepon Wira? " tanya Firman.
kemudian Wira melihat kearahnya
" Ustadz muda. Katanya dia saat ini dia ada di klinik. "
" Klinik? sedang apa? " timpal Fahrul.
" Ada sesuatu. Kalian tau tempat dimana klinik Tunas Inti berada? " tanya Wira kepada keduanya sambil mengalihkan topik pembicaraan.
" Tau. " celetuk Firman.
Wira seketika menoleh kearah firman
" Dimana? apa kau bisa mengantarkanku kesana? "
" Baiklah, ayo. "
" Tunggu dulu, aku ikut kawan. " sahut Fahrul, keduanya pun melihat kearah Fahrul.
" Baiklah, tapi ingat jangan sampai rahasia ini bocor ya? " ujar Wira kepada keduanya
__ADS_1
Keduanya pun mengangguk.
Kemudian mereka berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dan tak lupa membayar minuman tadi.