Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Curiga


__ADS_3

Dokter lalu pergi keluar meninggalkan ruangan itu.


" Alhamdulillah, kamu sudah dibolehkan pulang adikku. " ujar Dewa sambil melihat kearah Wira.


" Iya, alhamdulillah kak. Ini semua terjadi atas kehendak Allah. " sahutnya.


Kemudian mereka saling berpelukan dan bahagia.


Lalu Dewa bersiap siap untuk kembali ke pesantren besok bersama Wira adiknya itu.


.


.


Disisi lain dirumah Raka.


Raka baru saja tiba setelah selesai mengantarkan Angel dan Aisyah ke pesantren. Dia langsung turun dari mobilnya dan memasuki rumahnya lalu disambut oleh mamanya yang pada saat itu masih belum tidur.


" Raka, kamu sudah pulang? " ujarnya.


" Eh iya ma, mama belum tidur? " ucap Raka saat terkejut melihat mamanya yang sedang menunggunya dan langsung bersalaman.


" Iya mama tidak bisa tidur. Mama terus kepikiran tentang Wira. Bagaimana keadaan dia saat ini? sudah mulai membaik? "


" Alhamdulillah sudah ma, tadi aku ketemu dia di kantin bersama temannya. "


" Di kantin? "


Raka mengangguk.


" Bagaimana Raka? apa dia mau untuk bertemu mama disini? dirumah ini? " tanya mamanya.


" Alhamdulillah juga dia mau ma. "


" Alhamdulillah. " Mama Raka tersenyum mendengar itu.


" Ma, mama tau sesuatu tidak? " ujar Raka.

__ADS_1


" Bagaimana mama tau? kan kamu masih belum bercerita ke mama? "


" Oh iya ya, Wira itu sebenarnya Hafizh Qur'an loh ma. Dia menjadi primadona di pesantrennya. "


" Apa? Hafizh Qur'an? pesantren? jadi dia anak pesantren? " tanya Mama sambil terkejut mendengar itu.


" Iya ma, sebenarnya aku mencari tahu tentang informasi mengenai Wira. Dia berasal dari Bogor. Dan dia baru aja pindah ke pesantren itu, lalu setelah beberapa saat Dewa datang ke pesantren itu dan mengaku sebagai kakaknya. Dan dia bilang kalau orangtuanya itu sudah meninggal. "


" Apa? Dewa? "


" Iya ma, cucu dari Adhitama Mahesa. Dewa. " ujar Raka.


" Dan anehnya lagi dia tadi berbaikan denganku disaat bersama Wira di kantin klinik. Dia meminta maaf kepada ku, kalau sudah melakukan kesalahan. " lanjutnya lagi.


" Aneh, kan dewa tidak memiliki adik. Lalu.. bagaimana bisa dia mengaku-ngaku kalau dia itu kakaknya Wira? "


" Atau jangan-jangan dia merencanakan sesuatu ya ma? yang kita tidak tau rencana itu. "


" Sudah sudah, kamu jangan su'udzon terlebih dahulu. Itu tidak baik. "


" Bukan su'udzon ma, tapi curiga. "


" Apa? Nino? Bukannya dia sudah.. "


" Iya ma, mama pasti kaget kan? sama, aku juga kaget. "


Mama terdiam teringat sesuatu. Dia mengingat kejadian beberapa tahun silam saat bertemu dengan keluarga Sagara. Dimana pada saat itu dia sedang melihat keluarga itu sedang didalam minimarket sedang berbelanja dan menggendong anak kembar. Seketika itu mama terkejut.


" Hmm? Atau jangan-jangan dia? " mama terkejut membelalakkan bola matanya.


" Dia siapa ma? " tanya Raka.


" Mama baru ingat, kalau keluarga Sagara itu mempunyai dua orang anak kembar. Dan mama pernah melihatnya sendiri waktu itu pada saat bertemu dengan mereka di minimarket. "


" Benarkah? kejadian itu sudah berapa lama ma? "


" Sekitar sepuluh tahun yang lalu. "

__ADS_1


" Apa mungkin dia bukan Nino, tapi kembarannya yang menjadi Nino? " ujar Raka seraya memikirkan sesuatu.


" Mungkin saja. " ucap Mama.


" Baiklah, kalau begitu aku akan mencari informasi tentang keluarga Sagara. Aku akan menyuruh Deni untuk mencari itu semua. "


" Iya, tapi hati-hati ka, soalnya itu kan menyangkut privasi seseorang. "


" Iya ma, mama tenang aja. " ujar Raka.


" Kalau begitu aku masuk ke kamar dulu ya ma? mau istirahat. Selamat malam. " sambung nya.


" Selamat malam. " sahut Mama Raka.


Raka lalu pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke kamarnya. Lalu dia sedang memikirkan sesuatu.


Apa yang dikatakan mama itu benar? kalau Nino itu memiliki saudara kembar? Lalu.. kenapa aku baru mengetahuinya? dan dia tinggal dimana selama ini?


Seketika Raka menghubungi Deni, asisten pribadinya itu.


" Iya selamat malam, pak. "


" Iya, apa kamu saat ini sedang sibuk den? "


" Tidak pak, tidak ada. Memangnya ada apa ya pak? "


" Saya minta tolong sama kamu untuk segera mencari informasi tentang keluarga Sagara. Karena saya curiga den, Nino itu memiliki saudara kembar. Soalnya mama dulu pernah melihat keluarga itu menggendong dua orang anak yang wajahnya sama. Dan kejadian itu kurang lebih sekitar sepuluh tahun yang lalu. "


" Baiklah, saya akan segera mencarinya pak. "


" Baik, terimakasih ya den. "


" Iya sama-sama pak. "


" Kalau sudah dapat informasi langsung hubungi saya secepatnya. "


" Baik pak. "

__ADS_1


Raka menutup teleponnya dan Deni segera mencari informasi tentang keluarga Sagara.


__ADS_2