Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Flashback


__ADS_3

" Bagaimana? sudah faham kan maksudnya? " tanya ustadzah kepada Wira.


Wira tersenyum dan menjawab.


" Alhamdulillah, sudah ustadzah. "


" Memangnya kamu jatuh cinta kepada siapa Wira? " tanya ustadzah kepada Wira.


" Mm? "


" Itu, hamba Allah. " sambungnya.


" Iya siapa? "


" Ada lah pokoknya ustadzah. Tapi masih saya diskusikan namanya bersama Tuhanku. Dan semoga itu orang yang tepat dan yang terbaik menurut Allah. Saya yakin, jika sudah menjadi takdir saya tidak akan pernah menjadi milik orang lain dan tidak akan pernah melewati saya. " ujar Wira.


Sementara ustadz muda dan ustadzah terdiam mendengar perkataan itu dan mengangguk.


.


.


Disisi lain.


Dirumah Fahrul, Raka sudah berpamitan untuk pulang dan langsung memasuki mobilnya. Seketika itu dia menghubungi Deni Savero untuk membantunya.

__ADS_1


" Hallo den. " ujar Raka dari dalam telfon.


" Hallo, iya selamat siang pak? " ujar Deni.


" Den, kamu saat ini sedang sibuk tidak? "


" Tidak pak, memangnya ada apa ya? "


" Bagus. Saya minta tolong kamu sekarang ke klinik Kasih Ibu tempat Wira dirawat, kamu cari bukti rekaman cctv dimana ada om Mahesa yang sedang berbicara di parkiran bersama sepasang suami istri. Dan dia melarang pasutri itu untuk bertemu dengan Wira. Kamu cari informasi tentang pasutri itu sampai dapat, kalau perlu sekarang juga kamu dapatkan ciri-ciri orangnya seperti apa. Saya ingin mengetahui identitasnya den, kemungkinan besar mereka itu orang tua asuhnya Wira yang selama ini merawat Wira dan dibayar oleh keluarga Mahesa. "


" Baik pak. "


" Kalau ada apa-apa langsung hubungi saya den. "


" Siap pak. "


Semoga saja Deni menemukan petunjuk dari klinik itu. Dan semoga saja kebenaran segera terungkap ya Allah. Aamiin


.


.


Dirumah Zein.


Zein yang pada saat malam itu sedang berada di kamarnya sambil mengingat kenangan masa lalu disaat bersama Angel.

__ADS_1


Dewi, apa kamu tidak merindukan Afka?


Kemudian Zein melangkahkan kakinya menuju ke dekat jendela kamarnya dan melihat kearah langit, dimana dia sedang melihat bulan yang bersinar terang pada malam itu.


Dewi, kamu sedang apa saat ini? sudah tidur kah? apa kamu sudah makan? Kenapa kamu tidak mau menemuiku pada waktu itu? Maafkan aku ya, jika aku pernah berbuat salah kepadamu. Maafkan aku juga, jika dulu aku mungkin pernah menyakiti perasaanmu. Mungkin besok aku akan ke pesantren dan menjalankan wasiat dari almarhum papa, dan mungkin juga kita akan bertemu. Semoga saja disaat kita bertemu, kamu tidak akan berlari lagi dan menghindariku.


Flashback dimulai.


Ketika pada saat itu hujan turun sangat deras sekali, kemudian ada dua orang anak sekolah yang berlari untuk menepi di sebuah toko yang kebetulan pada saat itu tutup.


" Wahh.. baju kamu basah. " ujar bocah laki-laki itu.


Si bocah perempuan itu hanya melihat bajunya yang basah.


Kemudian bocah laki-laki itu membuka jaket yang dipakainya dan diberikan kepada bocah perempuan itu.


" Nih, kamu pakai. Biar kamu tidak kedinginan. " ujarnya sambil memberikan jaketnya, namun bocah perempuan itu menolaknya.


" Tidak usah, tidak apa-apa. " ujarnya.


" Nanti kalau kamu sakit bagaimana? lebih baik kamu pakai jaket ini. "


" Tidak mau. "


Kemudian bocah laki-laki itu memakaikan jaketnya ke bocah perempuan itu.

__ADS_1


" Maaf ya, kalau aku memaksa. Karena aku tidak mau melihatmu kedinginan. Aku juga tidak mau melihat kamu sakit. " ujar bocah laki-laki itu.


Sementara bocah perempuan itu hanya menatapnya dan melihat perlakuan temannya itu seakan memperhatikannya.


__ADS_2