
Kemudian setelah beberapa saat Wira menghela nafas. Dia dipanggil untuk menampilkan performanya di depan juri. Seketika itu semua teman-temannya pun menyemangatinya dan Wira pun berterima kasih karena sudah diberi semangat oleh teman-temannya itu.
Wira sesekali menoleh ke arah pintu utama, dimana dia sedang menantikan kedatangan mama dan juga kakaknya itu. Sambil berjalan menuju kearah juri, Wira pun sesekali menoleh kearah pintu itu.
Seketika itu langkah Wira terhenti, dan menghela nafasnya dalam-dalam sambil menutup kedua matanya itu.
Bismillah, semoga saja aku bisa.
Lalu Wira pun melanjutkan langkahnya menuju kearah tempat untuk menampilkan performanya itu.
Tak lupa juga dia membuka dengan salam untuk menyapa semuanya. Setelah memberikan salam, lalu Wira mulai membaca ayat suci Al-Quran yang diawali dengan taawudz dan basmalah.
Singkat cerita, Wira sudah selesai menampilkan performanya itu di hadapan para juri dan santri-santri yang lain. Mereka semua memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Wira. Sementara Wira hanya menundukkan badan bersama kepalanya sejenak sambil mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang berada di tempat itu.
__ADS_1
Lalu kemudian Wira berjalan kearah tempat duduknya yang semula.
" Siip. " ujarnya Angel kepada Wira sambil mengarahkan kedua jempolnya kepada Wira.
" Alhamdulillah. " sambil mengelus dada dan menghela nafasnya itu. Sementara yang lainnya hanya tersenyum melihat Wira yang sedang mengelus dadanya itu.
Kemudian tak lama setelah itu, Aisyah yang dipanggil selanjutnya. Mendengar itu Aisyah langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat untuk menampilkan performanya itu.
" Semangat Ais. " ujarnya mereka semua yang memberikan semangat kepada Ais, dan Aisyah pun tersenyum membalasnya. " terimakasih. "
Semua penonton terpesona melihat kearah Aisyah, karena Aisyah yang memakai jilbab beserta juga jubah yang warnanya selaras dengan hijabnya itu memang terlihat menawan. Semua santriwan yang berasal dari pesantren lain pun juga ikut mengaguminya.
" calon istri saya tuh. " celetuk salah seorang santriwan yang tidak tau berasal dari pesantren mana yang sambil bertepuk tangan dan mencuiti Aisyah.
__ADS_1
Setelah Aisyah berhenti di tempat yang ingin menampilkan performanya, semua penonton terdiam karena Aisyah memasang muka datar, lalu setelah itu Aisyah pun tersenyum kearah semua orang yang berada di tempat itu lalu semua tepukan tangan dari penonton pun tambah ramai karena mereka mendapatkan sebuah senyum manis dari Aisyah.
Lalu sang MC pun segera memerintahkan kepada semua orang agar berhenti tepuk tangan, karena akan membuat acara sedikit molor.
" sudah sudah sudah, ini kalau tepuk tangan terus enggak bisa dimulai ini. " ujarnya sambil menyengir bercanda. Lalu semua orang yang ada di tempat itu langsung menghentikan tepukan tangannya.
Seketika itu Aisyah tersenyum, dan kemudian kembali menundukkan kepalanya sejenak untuk berterima kasih kepada semuanya karena sudah mengikuti event ini dengan baik.
Lalu Aisyah menyapa semua orang dengan salam, lalu kemudian dilanjutkan dengan bacaan taawudz dan basmalah lalu diikuti oleh ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Setelah selesai membaca ayat suci Al-Quran, lalu Aisyah pun menutupnya dengan wassalam. Dengan serentak semuanya mulai bertepuk tangan dan memberikan sorakan untuk Aisyah. Sementara Aisyah hanya menundukkan badannya dan tersenyum karena berterima kasih.
Lalu kemudian Aisyah mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat teman-temannya itu. Dia disambut dengan baik oleh semuanya.
__ADS_1
" Penampilan kamu tadi sangat baik Ais. " ujarnya ustadzah, sementara Aisyah tersenyum menunduk. " Terimakasih ustadzah. " sahutnya.
" sama-sama. "