Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Keadaan Dinda


__ADS_3

Sementara itu, di rumah sakit.


Raka sedari tadi mondar-mandir di depan ruangan mamanya, dia tengah gelisah memikirkan keadaan mamanya itu. Dan kebetulan di rumah sakit yang sama, disitu ada Dinda dan juga ustadz muda beserta keluarganya Dinda yang lain.


Dinda yang baru saja keluar dari ruangan dokter untuk menanyakan perkembangan dari kakinya itu langsung berjalan keluar dengan tertatih-tatih dibantu oleh ustadz muda.


" Raka. " ujarnya sambil melihat kearah suatu sudut. Mendengar itu, ustadz muda pun mengikuti arah pandangannya.


Kemudian Raka mendengar suara, seperti seseorang yang sedang memanggil namanya itu dan menoleh kearahnya.


" Dinda. " ujarnya, sambil terkejut melihat pemandangan itu semua. Kemudian Dinda dan ustadz muda berjalan mendekatinya.


" Raka, sedang apa kau disini? " ujarnya Dinda.


" Assalamualaikum. " ujarnya ustadz muda.


" Eh iya, assalamualaikum. " Dinda sambil menepuk jidatnya sendiri itu karena lupa tidak mengawalinya dengan salam.


Raka menghela nafasnya


" waalaikumsalam. " ujarnya sambil bersalaman kepada ustadz muda.


Kemudian setelah Raka dan ustadz muda selesai bersalaman, Dinda pun kembali bertanya kepadanya.


" sedang apa kau disini? " tanyanya Dinda dengan penasaran. Raka menoleh kearahnya

__ADS_1


" Aaaa, itu mama ada di dalam. " sahutnya sambil menunjuk ke dalam ruangan itu dimana ada mamanya yang sedang berbaring lemah dan diberi nafas tabung oksigen dan kepalanya yang terluka dibalut oleh perban.


" Astaghfirullah hal adzim. Kenapa dia? " tanya ustadz muda.


" Ya Allah. " sambil menutup mulutnya sendiri yang sedang menganga karena terkejut melihat keadaan mama Raka dan Wira.


Raka menghela nafasnya


" dia mengalami kecelakaan ustadz. "


" kecelakaan? siapa yang melakukannya? " timpal Dinda sambil membulatkan kedua matanya itu.


Raka terdiam sejenak, karena dia tidak ingin memperkeruh suasana yang sebelumnya.


" Siapa yang melakukan itu semua? " ujarnya Dinda mengulangi perkataannya lagi.


" pelakunya masih sedang dicari. Aku sudah menyuruh Deni untuk mencarinya. " ujarnya Raka sambil menutupi identitas pelakunya itu, karena dia tidak ingin seorang pun yang mengetahui pelakunya adalah Dewa. Karena sudah pasti itu akan memancing amarah dari Dinda, dan tentu saja dia akan melabraknya. Melihat kondisi Dinda yang seperti saat ini, Raka tidak ingin menambah beban pikiran untuk Dinda.


" syukurlah. " sahut Dinda.


" semoga segera ditemukan pelakunya ya Raka. " timpal ustadz muda.


Raka mengangguk sambil menghela nafasnya lagi. " iya terimakasih. "


" by the way kamu sendiri sedang apa disini? " sambungnya lagi.

__ADS_1


" Aku sendiri disini sedang.. " ucapan dari Dinda dipotong oleh ustadz muda.


" Dia dirawat disini. " ujarnya ustadz muda.


" Dirawat? kenapa? " mendengar itu sontak Raka terkejut.


" dia mengalami kecelakaan karenaku. Makanya dia sampai dirawat disini. "


Raka melihat tubuh Dinda dari ujung kaki sampai ujung rambutnya itu.


" Kecelakaan? " ujarnya sambil membulatkan kedua matanya itu, lalu Dinda pun mengangguk.


" bagaimana bisa seorang Dinda Widya Sari mengalami kecelakaan? bukannya kamu orangnya selalu extra hati-hati? " ujarnya lagi sambil menelisik.


" ya bisa saja lah. Aku ini hanya seorang manusia biasa, sama sepertimu. Ini buktinya. " sambil menunjuk kearah kakinya yang sedang dibalut oleh perban.


" itu luka? " tanyanya Raka dengan polosnya itu.


" enggak, hanya saja style nya yang model begini. " ujarnya dengan nada ketus.


Ustadz muda tersenyum sejenak, " iya luka. Dia mengalami luka di kaki dan kepalanya Raka. Semua lukanya itu karenaku. "


" Karena ustadz muda? maksudnya? "


" iya, luka di kaki dan kepalanya itu semua karena ku. Karena dia sudah.. " ucapan dari ustadz muda dipotong oleh Dinda.

__ADS_1


" sudahlah, ayo kita segera kembali. Aku lapar, dan segera ingin makan. " sambil menggandeng tangan dari ustadz muda. Sementara itu ustadz muda hanya terdiam. Lalu mengucapkan sesuatu kepada Raka. " Maafkan saya Raka, saya permisi dulu. Assalamualaikum. "


Raka melihat kearahnya, " waalaikumsalam. " lalu tersenyum kearah keduanya.


__ADS_2