
Di pesantren.
Dinda pergi ke pesantren membawa makanan untuk diberikan kepada Wira. Tanpa sengaja dia bertemu dengan Angel yang sedang menyapu halaman depan.
" Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam, ehh Dinda. Ada perlu apa datang kesini? "
" Tidak apa-apa Angel, cuma ingin bertemu Wira. Wira saat ini sedang sibuk tidak? "
" Wira? Wira kan saat ini ada di klinik. Dia kecelakaan"
" Apa? " serentak kaget seraya melepaskan makanannya.
Dinda meneteskan air mata.
" Iya, kamu belum mendengar kabar ini? "
Dinda menggeleng.
" Kapan dia mengalami kecelakaan? "
" Kemarin, setelah dia mengantarmu pulang "
" ha? baiklah. aku akan menjenguk Wira. ada di klinik mana dia saat ini? "
" klinik Kasih Ibu "
" Aku akan pergi kesana, sampai bertemu kembali ya Angel. Dah "
Angel hanya tersenyum.
Apa Dinda belum melupakan masa lalunya bersama mas Wira? mengapa dia sampai khawatir seperti itu?
Dinda berlari menuju ke klinik Kasih Ibu, dia tidak menghiraukan keadaan sekitar. Yang ada dipikirannya hanya ingin tahu bagaimana keadaan Wira saat ini.
Sesampainya di klinik tanpa sengaja dia berpapasan dengan Dewa.
" Kau? sedang apa kau disini? " ucap Dewa.
Dinda berhenti dan tak menghiraukannya, dia menoleh ke segala arah mencari keberadaan Wira.
" Apa kau sedang mencari Wira? "
Dinda hanya mengangguk.
" Baiklah, ayo ikut aku. "
seraya menggandeng tangan Dinda.
" Lepaskan ! kau akan membawaku kemana? "
" Kau ingin bertemu Wira kan? Makanya ayo ikut aku. Aku akan mengantarmu ke kamar Wira "
" Baiklah, tapi tidak usah pegangan tangan. Kita kan belum muhrim. "
" Maaf "
Dewa mengantarkan Dinda ke kamar Wira.
" Assalamualaikum, Wira kamu tidak apa-apa? " berlari ke arah Wira.
" Waalaikumsalam. mengapa kamu disini? bagaimana kamu tahu kalau saat ini aku ada disini? "
" Angel, dia yang memberi tahu ku "
" Siapa yang berani melakukan ini kepadamu Wira? " sambungnya.
Wira terdiam.
" Wira jawab ! kenapa kamu diam? siapa yang melakukan ini kepadamu? "
" Aku tidak tau, aku tidak melihat begitu jelas waktu itu. "
__ADS_1
" Tapi kau tidak apa-apa kan? lukamu? "
" aku tidak apa-apa, ini cuma luka biasa. dan nanti juga akan sembuh. "
Dewa beserta yang lainnya hanya melihat keduanya.
Kenapa kau selalu khawatir kepada Wira? pernah kah kau khawatir sekali saja kepada ku? apa kurangnya aku untukmu?
.
.
.
" saya sudah melapor kepada polisi pak, dan saat ini polisi sudah mencari mobil itu. saya harap dalam waktu 1x24 jam polisi bisa segera menangkap pelakunya, agar kita bisa segera mengetahui siapa dalang dibalik semua ini " ucap Deni kepada Raka disaat menemui nya.
" Baik terimakasih den, kerja yang bagus. Saya tunggu kabar baiknya. "
" Baik, apa ada lagi tugas saya pak? "
" untuk saat ini, kamu tunggu kabar dari kantor polisi dulu sambil istirahat. Nanti kalau ada tugas baru, saya akan menghubungi kamu. "
" Baik, kalau begitu saya permisi pak. Mari. "
" Iya silahkan. "
.
.
Disisi lain.
" Bos, saat ini polisi lagi mencari saya bos. "
" Apa? bagaimana bisa? " ujar suara seseorang dari dalam telfon.
" saya juga tidak tau bos. di media, di jalan dan semuanya juga ikut mencari saya bos "
" Lalu langkah saya apa bos? " sambungnya.
" Kau ke luar negeri saja, aku akan mengirimkan sejumlah uang "
" Tapi, jika saya tertangkap bagaimana mana bos? jika di bandara seseorang mengenali saya dan menangkap saya? "
" Yaitu urusanmu, yang terpenting kau jangan sampai sebut namaku "
" Ingat, ketika kau tertangkap jangan pernah sebut namaku. " sambungnya.
" tapi bos... "
" Sekali saja kau sebut namaku, kau akan tau sendiri akibatnya. "
" Ba, baik bos "
" Nanti akan aku transfer uangnya segera. "
.
.
Di klinik.
Tanpa sengaja Dewa melihat berita televisi yang mengabarkan bahwa seseorang sedang dicari dan menjadi buronan.
Pak Gatot? apa yang dia lakukan? mengapa dia sampai menjadi buronan polisi? sebenarnya ada apa ini? Apa yang sedang terjadi? Apa yang aku lewatkan?
" Halo, kek? apa kakek sudah mendengar kabar itu? "
" Iya kakek sudah mendengarnya "
" Apa itu kakek yang menyuruhnya? "
" tidak, kakek tidak menyuruhnya. "
__ADS_1
" Lalu itu ulah siapa? Apa yang dia lakukan? mengapa semua orang sampai mencarinya? "
" Kakek tidak tau. coba kau cari tau sendiri, saat ini kakek sedang sibuk "
" Baiklah. aku harus mencari tahu sendiri. "
.
Saat itu juga Dewa bergegas menuju ke kantor polisi dan mencari tau apa yang sedang terjadi.
" Permisi pak, "
" iya ada yang bisa saya bantu mas? "
" saya ingin menanyakan sesuatu, apa benar bapak mencari Gatot Suwondo "
" iya benar mas, apakah mas melihatnya? "
" benar pak, saya tadi pagi tanpa sengaja bertemu dengannya di Apartemen Grand plaza, dia sepertinya terburu-buru. Saya tidak tau dia mau kemana "
" Apakah informasi mas ini benar adanya? "
" Iya pak, saya bisa bertanggung jawab atas perkataan saya ini. Tapi sebelumnya, saya ingin bertanya siapa yang mengajukan laporan itu? "
" Pak Deni Savero mas, dengan dugaan kasus tabrak lari. "
" Deni? "
" Iya, apa mas mengenalinya? "
" Tidak pak, saya tidak mengenalinya. Kalau begitu saya permisi dulu pak. Jika bapak ada kepentingan dengan saya, bapak bisa menghubungi saya. " seraya memberikan nomor telponnya.
.
.
Deni Savero? bukankah dia orang kepercayaan dari Raka Surya Anggara? untuk apa dia mencari orangku? atau jangan-jangan Raka yang menyuruhnya untuk mengajukan laporan ini? tetapi apa yang dia lakukan? atau jangan-jangan dia curiga kalau Wira itu adalah Zou adiknya? Lalu.. kasus tabrak lari? apa ini ada hubungannya dengan Wira? gumam Dewa dalam hati.
Dewa mengingat kejadian tadi pagi yang sempat bertemu dengan Gatot.
" Pantas saja dia terburu-buru, rupanya kau sekarang jadi buronan? Aku ingin tahu siapa yang menyuruhmu dan apa yang kau lakukan sampai menjadi buronan seperti ini" ujarnya.
.
.
.
Di pesantren.
Angel dan Aisyah berbincang-bincang di taman.
" Ais, aku boleh bertanya sesuatu tidak? "
" Mau bertanya apa, Angel? "
" Menurut kamu, Dinda itu masih cinta tidak kepada Wira? "
" Mengapa kamu bertanya seperti itu Angel? "
" Tadi dia kesini mencari Wira, saat dia mengetahui kabar Wira dia langsung menangis dan langsung berlari menuju ke arah klinik itu. "
" Mungkin dia masih menyimpan rasa terhadap Wira, namun Wira tidak mau memberinya harapan lagi kepada dia. "
" Benarkah seperti itu? "
" mungkin, dan mungkin juga saat ini Wira sudah mulai membuka hati untukmu Angel. "
" Maksudnya? "
" Ya mungkin dia menghindar dari Dinda karena dia menjaga perasaanmu Angel, dia tidak mau kamu terluka "
Angel terdiam.
__ADS_1
Apa benar Wira mulai menyukai ku?