
Sementara itu, setelah beberapa saat kemudian mama Raka mulai siuman, dia menggerak-gerakkan jari jemari tangannya yang sedang digenggam oleh anaknya. Kebetulan pada saat itu sudah ada Raka di sampingnya. Melihat itu Raka mengucapkan rasa syukur atas keadaan mamanya itu.
" Alhamdulillah.. Ma, mama sudah sadar? "
Mama Raka hanya terdiam mendengar perkataan itu dan melihat kearah dinding kamar.
" Mama dimana Raka? " tanya mamanya itu kepada Raka.
" Mama saat ini sedang berada di rumah sakit. "
" Mama kenapa? "
Raka terdiam sejenak dan melihat kearah mamanya itu.
" apa mama tidak ingat semuanya yang terjadi? "
" tidak, memangnya kenapa? " sambil menggeleng.
" mm? " Raka terkejut mendengar itu semua, sambil terdiam sejenak memikirkan sesuatu. Mungkin ini efek dari benturan keras yang dialami mamanya sewaktu kecelakaan tadi.
" Mama tidak usah memikirkan sesuatu ma, lebih baik mama istirahat. " ujarnya sambil mengusap wajah mamanya dengan perlahan.
" tapi.. "
" sudah ma, mama lebih baik istirahat. "
" dimana Wira saat ini? kenapa dia tidak ada disini? " ujarnya, Raka terdiam sejenak. Karena dia kalau memberi tahu kepada mamanya itu tentang dimana Wira saat ini, sudah pasti mamanya pasti akan langsung memintanya untuk mengantarkannya.
__ADS_1
" Aaaa, Wira? " sambil membulatkan kedua matanya itu.
mamanya pun mengangguk. " iya, dimana dia saat ini? "
" mmmmm, mungkin dia saat ini ada di pesantren ma. "
Sejenak mamanya teringat akan sesuatu. Dia teringat tentang Wira yang pernah memberi tahunya sesuatu tentang dirinya yang mengikuti event Tartil Qur'an dan mengajaknya untuk menemaninya.
" event itu? Wira? " sejenak mamanya itu refleks ingin membangunkan badannya namun terhenti.
" Aawww. " sambil memegangi kepalanya yang terluka yang dibalut oleh perban.
" kenapa ma? mama baik-baik saja kan? " ujarnya Raka sambil memegang pundak mamanya itu.
" Mama sedikit pusing ka. " sambil meringis kesakitan memegangi kepalanya yang dibalut oleh perban.
" tuh kan ma, mama lebih baik istirahat. Kesehatan mama lebih penting dari semuanya. "
" sudah ma. Masalah Wira biar Raka yang akan memberi tahu nya nanti. Lebih baik mama istirahat terlebih dahulu disini. " ujarnya Raka, lalu mamanya pun mengangguk dan mengikuti saran Raka.
Kemudian Raka berjalan mendekati tas mamanya itu dan melihat ponsel milik mamanya itu. Kemudian mengirimkan pesan kepada Wira.
Isi pesan dari Mama Raka
Assalamualaikum, Wira. Ini aku Raka. Maaf ya aku dan mama tidak bisa menghadiri acara mu itu. Sebenarnya aku dan mama tadi ingin hadir ke acara mu itu dan berniat untuk memberi mu kejutan. Namun disaat kami sedang dalam perjalanan, ada kejadian tak terduga yang menimpa mama. Mama kecelakaan, dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah, saat ini mama sudah sadar dengan luka yang dibalut di kepalanya. Maaf ya Wira, dan mungkin kalau kamu mau ke rumah sakit untuk menjenguk mama tidak apa-apa. Mama ada di rumah sakit di jalan Gatot Subroto no. 11. Ntar aku akan kirim lokasinya padamu. Sekali lagi maaf tidak bisa hadir dalam acaramu. 🙏🏻
Lalu Raka pun mengirimkan pesannya itu kepada Wira.
__ADS_1
.
.
Sementara itu di tempat Wira berada saat ini. Wira tengah fokus menatap kearah depan, karena pada saat ini sudah waktunya Angel untuk menampilkan performanya itu. Setelah Angel menampilkan performanya itu, suara tepukan tangan dan sorakan dari semua penonton pun tidak dapat dihindarkan. Sementara Angel hanya tersenyum membalasnya dan menunduk sejenak pertanda terimakasih kepada semua penonton yang ada disana.
Lalu kemudian setelah beberapa saat, Angel melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat temannya itu untuk kembali berkumpul bersama-sama. Tanpa sengaja Wira merasakan seperti ada sebuah getaran di dadanya. Dan seketika itu Wira refleks dan langsung melihat ponselnya itu.
Ternyata notifikasi sebuah pesan dari mamanya. Wira pun tersenyum bahagia karena akhirnya mamanya itu pun membalas pesannya.
Pasti mama ingin bertanya, ada dimana aku saat ini.
Wira yang tengah memikirkan itu, tersenyum bahagia. Namun setelah membaca isi pesannya itu, seketika itu juga senyuman Wira menghilang dari bibirnya itu.
Apa? Mama kecelakaan?
Kemudian tak lama setelah itu, notifikasi ponsel miliknya pun kembali berbunyi. Dimana Raka sudah mengirimkan lokasinya.
Kemudian Wira pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, sementara temannya yang lain hanya melihat kearahnya.
" Wira mau kemana ustadzah? " ujarnya Angel kepada ustadzah.
Ustadzah yang mengikuti arah pandangan dari Angel pun menjawab.
" mungkin Wira mau ke toilet sebentar. "
" oohh, yasudah tidak apa-apa. "
__ADS_1
Sementara itu Wira terus berjalan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat ruangan itu. Dirinya berjalan sambil terus melihat kearah ponsel miliknya. Dirinya itu tidak menghiraukan yang lainnya, sambil terus berjalan dan melihat kearah ponsel.
Maafkan aku, aku harus pergi tanpa pamit. Karena aku harus memastikan keadaan mama saat ini.