Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Kepentingan bersama


__ADS_3

Sementara itu disisi lain, pak supir yang dari pesantren itu membawa mobilnya yang sudah mengantarkan Wira ke rumah sakit untuk kembali ke tempat event tadi. Dia saat ini sedang berada dalam perjalanan menuju ke tempat event itu. Dia menyetir mobil itu dengan hati-hati dan fokus.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya dia sampai di area parkiran dari tempat event itu. Namun yang lainnya sudah menunggunya dari tadi. Lalu kemudian ia turun dari mobilnya dan menghampiri yang lainnya.


" Permisi neng. " ujarnya supir itu kepada yang lainnya.


Melihat supir itu menghampirinya lalu ustadzah bertanya tentang sesuatu kepadanya.


" Bapak melihat Wira tidak? soalnya saya dari tadi tidak melihat Wira. Saya mencarinya di sekitar tempat ini juga tidak ada. " ujarnya ustadzah, karena ingin tahu dimana Wira saat ini berada.


" Wira? " jawabnya, kemudian yang lainnya mengangguk.


" oh mas Wira saat ini sedang berada di rumah sakit mbak, baru aja saya datang mengantarkannya. " ujarnya kemudian.


Mendengar itu seketika semuanya terkejut


" rumah sakit? siapa yang sakit? " sahut Angel yang terkejut mendengar itu, sejenak ustadzah menoleh ke arahnya.


" mamanya sedang mengalami kecelakaan mbak. "


" innalilahi wa innailaihi rojiun. " sambil masing-masing temannya itu menutup mulut karena terkejut mendengar itu semua.


" lalu, bagaimana keadaannya saat ini? " tanya ustadzah.


" Alhamdulillah, saat ini mamanya sudah sadar. "


Mendengar itu semuanya menghela nafasnya secara bersamaan.


" Alhamdulillah.. "


" lalu ada di rumah sakit mana dia saat ini pak? " tanyanya Angel dengan sangat antusias ingin segera mengetahui itu.


" Rumah sakitnya berada di sekitar sini kok mbak, tidak jauh dari sini. "


" Sekarang mending kita kesana saja ya? untuk menjenguk mama Wira. Lagi pula acara disini juga sudah selesai, tinggal pengumuman aja. " ajak ustadzah kepada yang lainnya.

__ADS_1


" baik ustadzah, langsung aja. " timpal Angel. Sementara itu yang lainnya mau menjawab namun sudah didahului oleh Angel, jadi terpaksa mereka hanya tersenyum kearahnya melihat tingkah laku Angel yang sangat antusias untuk segera bertemu dengan mamanya Wira.


Ustadzah pun mengangguk dan melihat kearah supir. " baik kalau begitu mari saya antar mbak. " ujarnya supir itu yang kemudian berjalan melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya dan ustadzah mengangguk dan diikuti oleh yang lainnya melangkahkan kakinya menuju ke arah mobilnya itu. Semuanya masuk ke dalam mobil itu. Kemudian supirnya itu pun mulai menghidupkan mesin mobilnyanya untuk berangkat menuju ke rumah sakit tempat mamanya Wira itu dirawat.


Di tengah perjalanan, mereka tengah diam membisu karena tengah memikirkan keadaan mamanya Wira. Namun Aisyah memecah kesunyian diantara mereka.


" Ustadzah. " ujarnya Aisyah memanggil ustadzah.


" mm? " ustadzah menoleh ke arahnya. " iya, ada apa Ais? "


" kita mau langsung kesana? "


" iya, memangnya kenapa? "


Aisyah menghela nafasnya


" kita sedang tidak membawa apa-apa loh ustadzah. "


Sejenak ustadzah terdiam dan menepuk jidatnya. " oh iya lupa. Astaghfirullah hal adzim. Ustadzah juga tidak menyadari itu. " lalu mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya itu. Sementara itu yang lainnya hanya tersenyum melihat kekhilafan ustadzah.


" cinta memang membuat semuanya menjadi lupa ya ustadzah? " ujarnya Cantika kepada ustadzah namun melirik kearah Angel dan tersenyum lalu membuang pandangannya ke segala arah, karena dia memang sengaja sedang menyindir Angel.


" iissshh, apaan sih. Nggak gitu. " sahut Angel lalu menatap ke pinggir jalan, dimana melihat sawah yang begitu luas dengan udara yang menyejukkan hati.


" Ciiee .. ciieee. " ledek kedua temannya itu, sementara Angel hanya tersenyum malu dan menutupi perasaannya agar semua orang tidak meledeknya dan mengetahui apa isi hati dari perasaan Angel.


Mendengar dan melihat itu seketika itu ustadzah menengahinya.


" Sudah .. sudah, tidak apa-apa. " ujarnya kemudian melihat ke arah supirnya itu. " pak, kita berhenti di supermarket dulu ya?. Kita ingin beli-beli dan mampir sejenak disitu. " ujarnya kemudian lalu kembali menyandarkan tubuhnya pada kursi yang dia duduki.


" Baik mbak. " jawabnya. Kemudian supirnya itu pun kembali melanjutkan perjalanannya menyetir dengan fokus dan hati-hati.


Mereka pun terus berjalan, hingga sampai di sebuah toko kecil yang kebetulan ada di pinggir jalan dan supirnya pun memarkirkan mobilnya karena tidak usah repot-repot untuk menyebrangi jalan pikirnya itu.


" Disini pak? " tanya Cantika.

__ADS_1


" iya, disini tidak apa-apa juga neng. Kalau mau ke supermarket masih jauh. Yang ada kita malah bakal melewati rumah sakit jika harus ke supermarket dulu. "


Cantika dan juga yang lainnya menoleh ke pinggir jalan itu, dimana ada sebuah toko kecil yang kebetulan menjual beberapa makanan beserta minuman yang terdapat di dalamnya.


" Oke, baiklah. Tidak apa-apa juga. Kalian semua lebih baik tunggu disini. " ujarnya ustadzah kemudian membuka pintu mobilnya itu lalu turun dan berjalan menuju kearah toko itu. " Baik ustadzah. " jawab semuanya.


Kemudian ustadzah memilih beberapa makanan ringan yang lainnya untuk dibawa ke rumah sakit menjenguk mamanya Wira. Seperti roti tawar dan juga selainya, lalu kemudian ia berjalan kearah tempat keripik yang tak luput dari perhatiannya itu dan memilahnya satu persatu.


Keripik bayam atau keripik tahu ya?


sambil terus memperhatikan keduanya. Namun di segala sisi, Cantika yang sedari tadi memperhatikan ustadzah itu lalu berujar kepada temannya.


" Angel, Ais. Coba lihat kesana. " ujarnya sambil menunjuk kearah ustadzah yang sedang kebingungan itu karena belum juga memilihnya.


Lalu keduanya pun mengikuti perkataan dari temannya itu dan melihat kearah yang ditunjuk. " Ada apa Tika? " ujarnya Angel yang kebingungan.


" Sepertinya ustadzah sedang dilema, karena dari tadi dia belum juga memilihnya. " ujarnya Cantika dengan sangat santainya seperti seorang bayi yang tidak berdosa.


Mendengar itu sejenak keduanya tersenyum.


" kalau seperti itu, itu harus istikharah dulu tuh. " timpal Aisyah.


Cettett..


" istikharah apa? " sahut ustadzah yang tiba-tiba sudah membuka pintu dan masuk ke mobilnya itu. Lalu semuanya kaget melihat ustadzah yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka semua.


" eh ustadzah. Bikin orang kaget aja nih. " ujarnya Cantika sambil mengelus dada.


" iya nih. Tiba-tiba main samber aja. Bikin kita semua terkejut. " timpal Aisyah, sementara itu Angel hanya tersenyum kearahnya.


Ustadzah hanya menyengir sejenak. " Ya habisnya kalian, seperti sedang membahas hal yang penting. Memangnya sedang membahas apa kok harus istikharah dulu? kalau ustadzah boleh tau. "


" tidak, tidak sedang membahas apa-apa ustadzah. Hanya sedang membahas kepentingan bersama. " sahut Cantika.


" Iya ustadzah. Ya begitulah. " timpal Aisyah.

__ADS_1


" mm? kepentingan bersama? " ujarnya ustadzah yang kebingungan dengan perkataan mereka, sementara keduanya pun mengangguk dan terkekeh karena mengingat kejadian tadi saat ustadzah yang sibuk memilih kedua keripik itu


__ADS_2