
Singkat cerita, keesokan harinya. Rombongan keluarga Wira sudah datang memasuki area pesantren. Termasuk juga mamanya Wira, yang sudah pulang dari rumah sakit semalam karena sudah mendapatkan izin dari dokter dan dibolehkan untuk rawat jalan.
Wira hanya membawa keluarga inti saja. Yakni, mama dan juga Raka. Beserta orang-orang dari Raka yang tak lain adalah Deni Savero beserta bodyguardnya.
Hanya terdapat beberapa orang saja yang melihat kearah rombongan Wira. Karena kebetulan pada saat itu, santri-santri yang lain tengah sibuk didalam asrama karena hari Minggu ini dimanfaatkan dengan baik oleh santri yang suka molor setelah melakukan kewajibannya.
Setelah rombongan Wira beserta keluarga berjalan menuju ke rumah Kyai dan berhenti tepat didepannya. Mereka disambut dengan sangat baik oleh Kyai beserta yang lainnya.
"Assalamualaikum, Kyai." sambil mencium punggung tangannya.
"Waalaikumsalam. Mari masuk-masuk."
Kemudian semuanya mengikuti perintah Kyai untuk masuk kedalam rumah tersebut. Rumah yang sederhana, yang tidak terkesan mewah bahkan ruang tamunya pun tidak cukup untuk menampung semua orang yang ada disitu. Mau tidak mau akhirnya ada yang mengalah dan duduk diluar sambil menikmati pemandangan alam sekitar.
"Mohon maaf nih sebelumnya, Kyai. Kami datang terlalu mendadak." ujarnya mama.
"Iya tidak apa-apa kok Bu. Kami juga memakluminya. Kira-kira ada apa ya? kok sampai membawa rombongan seperti ini?" tanyanya Kyai seakan tidak tau inti permasalahannya.
Mama Raka dan juga Raka saling bersitatap.
"Ehmmm, begini Kyai. Maksud kedatangan kami kesini.." mamanya Raka dan Wira itu pun mulai menjelaskan panjang lebar tentang keinginannya untuk menjodohkan Wira dan juga Angel kepada Kyai dan berniat untuk melamar Angel untuk Wira.
"Sebentar, saya panggilkan dulu Angelnya." ujarnya Kyai kemudian meminta tolong kepada Bu Nyai untuk segera memanggil Angel agar menemuinya. Kemudian setelah beberapa saat, Bu Nyai pun datang dengan bersama Angel. Angel hanya berjalan menunduk sambil tersenyum.
Kemudian Kyai menjelaskan tentang maksud baik kedatangan Wira beserta keluarga. Setelah selesai menjelaskannya, kemudian Kyai bertanya kepada Angel.
__ADS_1
"Bagaimana Angel? apa kamu mau menerima perjodohan ini?" tanyanya Kyai.
Sejenak Angel terdiam melihat kearah Wira.
Ya Allah, semoga saja pilihanku ini tepat.
"Bagaimana Angel? apa kamu menerimanya?" timpal Bu Nyai.
Angel mengangguk tanpa menjawab.
"Alhamdulillah.." semuanya serentak menghela nafas bernafas lega.
Lalu kemudian Kyai menjelaskan tentang ta'aruf kepada Wira. Dimana laki-laki dan perempuan bisa saling kenal satu sama lain tanpa harus ada hubungan pacaran sebelum ke jenjang pernikahan.
Sejenak Raka berbisik kepada Wira.
"kenapa?"
"iya, kan mau malam pertama." ujarnya sambil terkekeh. Sementara itu Wira menahan tawa dan menunduk. Melihat itu mamanya menepuk Raka.
"Sudah, jangan seperti itu. Tuh, lebih baik kamu dengarkan apa yang disampaikan oleh Kyai barusan."
"Eh, iya iya ma."
Kemudian setelah menjelaskan tentang ta'aruf kepada semuanya. Lalu Kyai pun mulai menanyakan hal ini kepada kedua belah pihak.
__ADS_1
"Bagaimana Wira, Angel? apa kalian siap untuk menjalani proses ta'aruf ini?" tanyanya Kyai yang dari tadi melihat kearah Wira dan juga Angel secara bergantian.
"Iya siap." ujarnya mereka serentak.
"Alhamdulillah.." semua orang menghela nafasnya dan bernafas lega kembali setelah mendengar itu.
Raka berbisik kepada mamanya.
"Sepertinya Wira terlalu semangat ma, untuk menjalani proses ta'aruf dengan Angel."
Mamanya pun tersenyum melihatnya. "Alhamdulillah, iya bagus lah. Itu tandanya mereka saling suka. Dan bisa saling mengenal satu sama lain sebelum menikah."
Kemudian setelah berbicara tentang itu, semuanya pun mulai menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah. Dan berbicara hal lain yang menemani makanan dan minuman mereka.
***Bersambung..
.
.
.
.
Pengumuman**.
__ADS_1
Terimakasih banyak teman-teman semuanya karena sudah mengikuti karya ini dari awal sampai akhir. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam karya ini. Mungkin bisa saya perbaiki di karya saya yang selanjutnya. Perlahan tapi pasti, karya ini akan segera berakhir. Dan ini bukan akhir dari segalanya. Tak lengkap rasanya jika sebuah karya tidak mendapatkan sebuah kelebihan dan kekurangan. Terimakasih banyak guys.. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. 🙏🏻 Tunggu karya saya selanjutnya ya.. yang tak kalah menarik dari ini. Salam 🙏🏻*