Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Aa Firman


__ADS_3

" Jadi kamu tidak mau berpacaran? " tanya mamanya itu kepada Wira.


Kemudian Wira tersenyum kearah mamanya itu.


" Pengennya sih langsung nikah aja ma. " ujar Wira sambil tertawa kecil.


" Memangnya kamu sudah ada calonnya? " tanya Raka kepada Wira.


Wira menoleh kearah Raka.


" Ada. "


" Siapa? "


" Pengen tau aja apa pengen tau banget? "


" Pengen tau banget lah. "


" Memangnya siapa Wira? " celetuk mamanya itu sambil mendekati Wira .


Wira melihat kearah keduanya secara bergantian.


" Siapa? " tanya Raka.


" Hamba Allah. " jawab Wira dengan simpel.


" Iya siapa namanya Wira? kan setiap hamba Allah pasti memiliki nama. "

__ADS_1


" Namanya masih aku ceritakan kepada Tuhanku. "


Kemudian keduanya menyandarkan diri pada tempat duduknya masing-masing, karena Wira enggan memberi tahunya.


" Hehehe. " ujar Wira sambil bercanda.


" Baiklah, kalau kau tidak mau memberitahuku secara langsung tidak apa-apa. Aku akan meminta tolong kepada Deni untuk mencari tau siapa seseorang yang sedang kau sukai itu. " ujar Raka kepada Wira dengan nada kesal.


" Ma, nih ma kak Raka nakal. Dia ingin mencari tahu siapa wanita yang sedang aku sukai saat ini. Nanti kalau dia juga menyukainya bagaimana? " ujar Wira kepada mamanya itu sambil merengek seperti layaknya seorang anak perempuan yang sedang ingin dimanja.


" Tidak apa-apa. Lagi pula mama juga ingin tahu siapa wanita yang saat ini sedang kamu sukai. " sahut mamanya itu.


mendengar itu seketika bibir Wira memonyong seakan ngambek minta dilempari tabung gas elpiji tiga kilo.


" Tuh kan, mama saja setuju dengan saranku. " ujar Raka sambil memeletkan lidahnya itu kepada Wira.


sementara itu Wira hanya terdiam melihat kearah Raka sambil terus memonyongkan bibirnya, dan mamanya itu hanya tertawa melihat tingkah laku kedua putranya itu .


.


.


Fahrul dan Firman sudah berangkat ke pesantren Pakubumi menggunakan bus umum. Mereka sudah sampai dan turun di pinggir jalan yang kebetulan jalan yang menuju kearah pesantren itu tidak dilalui oleh jalur bus.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke pesantren sambil berbincang-bincang.


" Man, sejak kamu pulang kamu tidak merindukanku? " ujar Fahrul kepada Firman.

__ADS_1


" Panggil nama orang itu yang bener. Jangan man, man. Emang saya mantri? yang bisa mengobati orang sakit. " sahut Firman dengan nada kesal.


" Yaelah segitu doang kamu sudah marah ayang beb. " sambil cengengesan.


" Ayang beb lagi, ayang beb lagi. " dengan nada kesal dan penuh emosi.


" Memang kamu tidak mau dipanggil ayang beb? "


seketika firman menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Fahrul.


" Rul, kita ini santri. Kita ini harus jaga etika sopan santun dan tata krama. Masa cowo sama cowo manggilnya ayang beb, kurang wibawa. Kalo cewe sama cewe sih mending, kalo cowo sama cowo jatuhnya jijik saya. " kemudian melangkahkan kakinya kembali. Dan fahrul mengikutinya.


" Terus mau dipanggil apa? tadi man gak mau, ayang beb gak mau. Maunya apa? mas? kakak? abang? " seketika langkah firman terhenti dan fahrul menabraknya.


" terserah kamu. " sambil melihat kearah depan.


" Atau mau saya panggil AA' ? " ujar Fahrul sambil tersenyum, sementara firman terus menatapnya dengan tatapan kesal.


" Udah ah, males saya. " ujarnya sambil melangkahkan kakinya itu.


Fahrul melihat kearahnya. " Aa' firman, tungguin adek dong. Jangan tinggalin adek disini. Adek takut. " ujarnya dengan nada alay nan lebay kemudian menyusul temannya itu.


" Aa'firman, tungguin. Jalannya pelan-pelan, adek nggak bisa jalan cepet-cepet a' " ujar Fahrul mencoba membujuk temannya itu supaya berjalan perlahan, namun Firman terus berjalan cepat tanpa menghiraukan perkataan temannya itu.


Lalu kemudian tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Dewa di jalan yang sedang berada di dalam mobil, namun pakaiannya tidak seperti seorang santri.


" Dewa, mau kemana dia? " ujarnya firman menghentikan langkahnya sambil terus melihat kearah mobil itu, lalu Fahrul juga tanpa sengaja melihat mobil itu dan menghentikan langkahnya. Sementara Dewa tidak melihatnya, dia terus menatap kearah depan dengan perasaan yang tidak begitu tenang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


" Selamat Hari Raya Idul Adha guys. Walau muka tak bertatap, semoga silaturahmi tetap terjaga. Salam 🙏🏻 "


__ADS_2