Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Kecelakaan


__ADS_3

Ustadz muda sedang dalam perjalanan menuju ke tempat sebuah acara yang mengundangnya. Dia menaiki sepeda motor miliknya itu. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke sebuah tempat acara itu. Lalu dia mulai memasuki tempat itu, dia menyalami satu persatu orang yang berada disana. Lalu kemudian duduk di samping Kyai Syifulan beserta para tamu undangan lainnya.


Acara demi acara sudah dilalui, lalu sampailah ke tahap akhir. Dimana acara ini sudah sampai di ceramah kyai. Setelah kyai selesai berceramah, kemudian tuan rumah dari acara itu mengeluarkan hidangan untuk semua orang yang ada di sana. Mereka mulai menikmati hidangan yang disuguhkan.


Setelah selesai menikmati hidangan itu, lalu si pembawa acara tersebut memberikan isyarat bahwa acara sudah selesai. Semua orang kemudian berhamburan untuk keluar secara bergantian. Namun ustadz muda dan juga yang lainnya masih tetap duduk terlebih dahulu karena masih melihat banyak orang yang sedang mengantri untuk keluar.


Setelah semua orang keluar dari tempat itu, barulah ustadz muda keluar bersama kyai dan juga yang lainnya. Kemudian mereka berpamitan kepada tuan rumah untuk segera kembali ke pesantren dan bersalaman kepadanya.


Kyai dan juga yang lainnya menaiki mobil pesantren, sementara ustadz muda tidak mengikutinya karena dia sedang membawa sepeda motor sendiri.


Kemudian Kyai Syifulan dan juga yang lainnya pergi terlebih dahulu meninggalkan ustadz muda di tempat. Lalu kemudian ustadz muda mulai berjalan menuju kearah sepeda motornya itu. Kemudian dia mulai menaiki sepeda motornya, dan pergi meninggalkan tempat itu.


Di tengah perjalanan, ustadz muda mengendarai sepeda motornya itu dengan sangat hati-hati dan fokus kedepan.

__ADS_1


Kemudian tanpa sengaja ban sepeda motor yang dikendarai oleh ustadz muda itu meletus.


Dduuaarrrr..


Seketika itu ustadz muda terhenti, dan mengeceknya. Kemudian setelah selesai mengeceknya, dia akhirnya mengetahui bahwa suara yang tadi ia dengar ternyata adalah suara dari ban sepeda motornya itu.


Kemudian ia menoleh ke sekelilingnya, mencari bengkel tambal ban yang berada di dekat sana namun tidak didapatnya. Lalu dia mulai berjalan sambil mendorong sepeda motornya itu, mau tidak mau dia harus mendorongnya karena tidak ada bengkel di sekitar tempat itu.


Ustadz muda berjalan dengan lesu, sambil menundukkan kepalanya tanpa melihat kearah depan. Kemudian tanpa sadar dia menyebrangi sebuah perempatan jalan, kemudian ia menyebranginya tanpa menoleh kearah kanan kiri.


Ustadz muda menoleh kearah suara itu, lalu tiba-tiba ada seseorang yang mendorongnya dari arah belakang.


" Awass.. " ujarnya. Kemudian ustadz muda terdorong ke pinggir jalan itu sambil terjatuh, sementara seseorang yang mendorongnya tadi kini tengah menggantikan posisi dari ustadz muda.

__ADS_1


Gubbrraakkkk


Dia tertabrak dan terlempar jauh dari tempat itu.


" Astaghfirullah hal adzim. " ujarnya ustadz muda melihat kejadian itu. Kemudian dia segera bangun untuk segera menolong orang tadi. Sementara yang menabraknya hanya menancapkan gas untuk lari dari tanggung jawabnya.


" Woy jangan lari woy. Tanggung jawab. " sambil menepuk kaca mobil yang menabrak itu, sementara supirnya tidak menghiraukannya, dia malah tambah menancapkan gas nya lagi untuk segera pergi dan menghilangkan jejaknya.


Kemudian ustadz muda berhenti mengejar mobil itu, sementara dia melihat kearah seseorang yang mendorongnya tadi. Dia kini jatuh pingsan tak sadarkan diri dengan luka di bagian kepala karena berbenturan dengan pinggir jalan.


" Dinda.. " ujarnya, kemudian dia berlari kearahnya.


" Dinda, bangun. Dinda. " sambil menoleh ke sekelilingnya dengan nafas terengah-engah untuk meminta tolong kepada orang lain.

__ADS_1


" Tolong, tolong. " ujarnya untuk meminta bantuan kepada yang lainnya, sementara itu yang lain tidak mendengar karena kebetulan pada saat kejadian itu ditempat itu sangatlah sepi.


Kemudian ustadz muda menggendong orang tadi menuju kearah klinik untuk segera diobati. Dia berjalan sambil bersela-sela berlari kecil meninggalkan tempat itu. Dia tidak menghiraukan sepedanya, yang ada di fikirannya saat ini hanyalah keselamatan dari orang yang tengah menolongnya tadi.


__ADS_2