Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Mencari petunjuk


__ADS_3

" Apa kamu pada saat Wira kecelakaan dan dirawat di klinik Kasih Ibu itu pernah mencurigai seseorang? saya yakin ada dalang dari semua itu. Saya curiga, tapi saya masih menyelidikinya. "


Deghhhh


Seketika itu Fahrul teringat pada laki-laki yang tanpa sengaja bertemu di klinik itu dan sedang menghubungi seseorang seperti memberi tahu bagaimana keadaan Wira.


Apa jangan-jangan dia ya? mungkin saja dia.


Fahrul kemudian terdiam dalam lamunannya sejenak.


" Hoyy.. kenapa melamun? sedang memikirkan apa? apa kamu sedang mencurigai seseorang? " ujar Raka sambil membuyarkan lamunannya Fahrul.


" Ehh, tidak apa-apa mas. " sahutnya.


" Kalau kamu tidak apa-apa kenapa kamu melamun terus diam? apa ada yang sedang kau curigai? "


Fahrul kemudian menghela nafas.


" Aku bisa jaga rahasia. Ntah rahasia apapun itu. " ujar Raka lanjutnya lagi.


Kemudian Fahrul melihat kearah Raka.


" Janji ya mas? " ujar Fahrul kepada Raka.

__ADS_1


" Iya, memangnya ada apa? "


" Sebenarnya pada waktu Wira di klinik, saya dan juga Firman tanpa sengaja melihat seseorang yang sudah tua mas, ya kakek-kakek gitu. Sedang berbicara dengan pasutri gitu, dan anehnya lagi dia melarang pasutri itu untuk bertemu dengan Wira. Ya awalnya kami kira itu bukan Wira teman kami. Setelah kami ikuti kakek-kakek tersebut ternyata dia malah memasuki kamar Wira. Dan kami kaget dan bertanya-tanya, siapa pasutri tadi? lalu kenapa kakek itu melarang pasutri tadi untuk bertemu dengan Wira? "


" Kakek-kakek? "


Fahrul mengangguk.


" Dan tak lama kemudian mas Raka dan juga mamanya lalu keluar dari kamar itu. "


Kemudian Raka mengingat kejadian itu, dimana dia sedang bertemu dengan Mahesa. Dia sempat cekcok namun mama memintanya untuk tidak menghiraukannya lalu memilih untuk kembali pulang.


" Oh itu? " ujar Raka seraya membelakkan matanya.


" Iya ingat mas. "


" Bertemu pasutri? dimana? " lanjutnya lagi.


" Di area parkiran mas. Kalau mas tidak percaya bisa tanya ke Firman secara langsung. "


" Tidak usah. Aku percaya. Aku akan mencoba untuk menyelidikinya lebih dalam lagi. Terimakasih ya bantuannya. "


" Iya sama-sama mas. " ujar Fahrul.

__ADS_1


Kemudian Raka menghidupkan mesin mobilnya.


" Kamu sudah mau pulang? biar kuantarkan sekarang. " ujarnya Raka sambil melajukan mobilnya secara perlahan dan meninggalkan tempat itu.


" Beneran nih mas? nggak ngerepotin kan? " sahutnya.


" Nggak kok. "


" Baiklah terimakasih banyak mas. "


" Iya sama-sama. Ntar kamu kasi ancer-ancer rumah kamu, kan aku tidak tau rumahmu dimana. "


" Siap mas. "


Kemudian Raka memfokuskan diri pada setir kemudinya.


Keluarga Mahesa, akhirnya aku mendapatkan petunjuk baru. Berniat untuk mencari dalang siapa yang membebaskan Zein, namun aku menemukan petunjuk baru yang mana ini lebih penting dari itu. Jika suatu saat terbukti Wira itu adalah Zou yang selama ini aku dan Mama mencarinya, aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu keluarga Mahesa. Tidak akan pernah bisa !


Oh ya, mungkin saja pasutri itu adalah orang tua asuhnya Wira yang selama ini dibayar oleh keluarga Mahesa untuk merawatnya. Lalu, kenapa Om Mahesa pada waktu itu melarang pasutri itu untuk bertemu dengan Wira? Atau jangan-jangan.. dia sudah mengetahui kalau aku dan mama pada saat itu sedang berada di kamar Wira? makanya dia melarang pasutri itu untuk menjenguk Wira karena takut ditanya-tanyai. Mungkin saja iya.


Baiklah, kalau seperti itu aku akan mencoba menyelidikinya lebih dalam lagi. Sebentar lagi aku akan menyuruh Deni untuk mencari bukti rekaman cctv klinik itu untuk mengetahui identitasnya.


gumam dalam hati Raka.

__ADS_1


__ADS_2