
" Tidak tau ya kata siapa. Ustadzah hanya menebaknya saja tadi. " ujar ustadzah menutup-nutupi itu. Sebenarnya pada beberapa hari yang lalu ustadzah sempat melihat Angel dan Ais berpelukan di asrama santriwati. Setelah ustadzah bertanya kepada Ais ternyata Angel bersedih karena bertemu dengan seseorang dari masa lalu.
Beberapa saat kemudian Wira datang.
Tok..tok..tokk..
" Assalamualaikum. " ujar Wira.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. " jawab mereka serentak.
Semuanya melihat kearah pintu dimana Wira sedang berdiri disitu.
" Silahkan masuk Wira. " ujar ustadz muda kepada Wira untuk mempersilahkannya masuk ke dalam kelas itu.
" Baik ustadz, terimakasih. " sahutnya sambil melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kelas.
" Nah tuh Wira sudah datang. " ujar ustadzah kepada Angel.
" Iya tuh sudah datang tuh. Sana tanyain gimana kabarnya dia. " sahut Cantika.
" Husst.. " ujar Angel sambil menunjuk kearah mulutnya sendiri seakan mengisyaratkan untuk diam.
Ustadzah hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku santrinya itu. Sementara Wira hanya mengabaikannya dan terus berjalan menuju ke bangku mejanya karena dia berfikiran kalau itu semua hanya candaan belaka.
" Wira. " ujar ustadzah memanggil Wira dan Wira menghentikan langkahnya.
" Iya, ada apa ustadzah? " sahutnya.
__ADS_1
" Tadi ada yang sedang mencarimu. Dia menanyakan kabar tentangmu. "
" Siapa? "
" Hamba Allah. "
" Hmm? " ujar Wira terkejut dan menghela nafas.
" Iya siapa namanya ustadzah? kan setiap hamba Allah pasti memiliki nama. " ujar Wira lanjutnya lagi.
Ustadzah hanya tersenyum.
" Ada juga yang sedang merindukanmu secara diam-diam. " sahut Aisyah.
Seketika Wira menatap kearah Aisyah.
" Sama juga, hamba Allah. " sahutnya.
Wira menghela nafas lagi, sementara semuanya hanya tersenyum.
" Masih dengan orang yang sama atau sudah lain orang? " ujar Wira bertanya kepada Aisyah.
" Tidak tau juga ya, aku kan bukan peramal. Aku tidak tau apa isi hati seseorang, yang tau hanya Allah. "
" Kalau kamu tidak tau apa isi hati seseorang bagaimana kamu bisa mengetahui kalau ada yang sedang merindukanku secara diam-diam? "
Kemudian Ais, Angel dan Cantika saling melihat satu sama lain. Mereka tampak kebingungan seolah mencari alasan kepada Wira.
__ADS_1
" Sudah-sudah, kalau berbicara soal rindu dan cinta memang tidak ada habisnya ya? " ujar ustadzah seakan mencari topik pembicaraan lainnya.
" Iya nih, masa yang dirindukan cuma Wira. Ustadz muda juga mau dong dirindukan. " sahut ustadz muda sambil bercanda.
" Ustadz muda juga mau dirindui? " tanya ustadzah.
" Ya mau dong ustadzah. "
" Kan ustadz muda sudah ada calonnya? nanti kalau calonnya tau jika ustadz muda dirindui oleh wanita lain pasti marah. " sahut Cantika.
" Hahaha.. " semuanya tertawa mendengar itu, kecuali ustadz muda yang terdiam dan menggaruk-garuk kepalanya karena malu.
" Kamu ya Cantika. Jangan buat ustadz muda marah. Nanti kamu bisa dihukum. " ujar Aisyah.
" Hukum hanya berlaku bagi siapa yang melanggar peraturan. Lah aku cuma bercanda doang, jadi ya gapapa dong sekali-sekali aku bercanda. " sahut Cantika sambil membela diri.
" Sudah sudah. Apa kalian tau kalau saya marah seperti apa? " tanya ustadz muda kepada yang lainnya.
" Tidak tau ustadz, memangnya seperti apa? " tanya Angel.
" Saya kalau marah berubah wajah jadi tampan seperti Wira. "
Kemudian semuanya tertawa mendengar itu.
" Benarkah ustadz? " tanya Cantika kepada ustadz muda.
" Iya, benar sekali. Bukan begitu Wira? " sahut ustadz muda sambil menggandeng bahu Wira. Wira hanya tersenyum sementara yang lainnya terus tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1