
" Kalau memang manusia ini lebih mulia karena jabatan, ya sudah pasti Fir'aun sudah lebih dulu masuk syurga. Kalau memang manusia ini lebih mulia karena harta, maka sudah pasti Qorun yang sudah lebih dulu masuk syurga. Karena banyak harta Qorun yang tertimbun oleh tanah. Kalau memang manusia ini lebih mulia karena kepintarannya, maka sudah pasti Haman yang lebih dulu masuk syurga karena kepintarannya. " ujar Aisyah kepada Zein, sementara Zein tetap menunduk.
" Tidak ada yang pantas sombong dimuka bumi ini, kecuali Allah. " ujar Aisyah lanjutnya lagi.
" Allah ini punya segalanya. Semua ini terjadi atas izin dan kehendaknya. Manusia tidak pantas untuk sombong. " sambungnya.
Zein semakin terdiam membisu mendengar perkataan itu.
Kemudian Zein menghela nafas dalam-dalam.
" Maafkan aku. " ujar Zein.
" Mm? maaf? untuk apa? "
" Karena kesalahanku. "
" Sebaiknya kau minta maaf langsung kepada Allah. Bukan meminta maaf kepada ku. "
" Mm? " ujar Zein sambil menatap kearah langit.
" Apa Allah masih bisa memaafkanku? " sambungnya Zein sambil terus melihat kearah langit.
" Mm? kenapa tidak? "
" Allah ini maha pemaaf. " lanjutnya lagi.
Kemudian Zein melihat kearah Aisyah.
__ADS_1
" Aku pernah membaca sejarah. Dulu nabi Adam pernah berbuat satu kesalahan, yaitu memakan buah khuldi. " ujar Zein.
" Terus? "
" Iya, karena memakan buah itu lalu nabi Adam dikeluarkan dari syurga oleh Allah. "
" Lalu? "
Zein menghela nafas dalam-dalam
" Iya, nabi Adam saja hanya mempunyai satu kesalahan dia dikeluarkan dari syurga oleh Allah. Sedangkan saya? hanya seorang manusia yang begitu banyak dosa yang sudah saya perbuat saya masih mengharapkan masuk syurga? kan itu sudah tidak masuk akal. Bagaimana bisa saya yang seorang pendosa ini bisa masuk syurga? "
Kemudian Aisyah menatap Zein sambil tersenyum kearahnya.
" Zein, Allah ini bukan tuhan pendendam. Memang manusia ini punya banyak dosa. Tapi lihat di sekelilingmu, Allah juga punya banyak Rahmat. " ujar Aisyah kepada Zein.
Kemudian Zein menatap kearah Aisyah, dan Aisyah mengangguk.
" Selagi masih ada waktu, ya sebaiknya kamu perbaiki semuanya. Mumpung belum terlambat, Zein. " sambungnya.
Zein kemudian mengangguk.
" Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. " ujar Aisyah sambil melangkahkan kakinya menuju ke kelas yang dituju.
" mau kemana? " ujar Zein menghentikan langkah kaki Aisyah. Kemudian Aisyah menoleh kearahnya.
" Mau ke kelas. Kasian para santri pasti sudah menungguku. " ujarnya sambil tersenyum kearahnya.
__ADS_1
" Yasudah, hati-hati. "
" Iya, assalamualaikum. " ujar Aisyah sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
" Waalaikumsalam. " sahutnya sambil terus melihat kearah Aisyah yang kemudian menghilang dari kejauhan.
Kemudian Zein terdiam sejenak.
Dia seperti Dewi, begitu dewasa. Aku menyukainya.
.
.
Disisi lain.
Fahrul dan Firman kemudian bertemu di terminal, Fahrul sudah datang terlebih dahulu lalu kemudian Firman datang menghampirinya.
" Sudah dari tadi kamu disini? " ujar Firman kepada Fahrul.
" Eh, ayang beb. Iya nich. Hehehe. " sambil menyengir bercanda.
" Ayang beb ayang beb, sudah ah Rul. Ini di tempat umum loh. Ntar kalo orang yang gak tau ini kita dikira homo. " sahutnya dengan nada kesal.
" Ya tidak apa-apa ayang beb. Saya ikhlas. " sambil bercanda.
" Ikhlas apaan, yang ada saya yang malu. "
__ADS_1
" Hehehe. Kita kan kawan sejati. "