Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Sepucuk surat 3


__ADS_3

Raka melihat foto itu dengan baik-baik.


Jadi benar, Nino selama ini memiliki saudara kembar? apa benar yang selama ini menyuruh pak Gatot untuk mencelakai Wira itu adalah kembarannya Nino? Lalu apa motifnya? apa dia memiliki dendam pribadi kepada Wira? tapi kata Wira, dia tidak memiliki musuh.


Raka terdiam.


.


.


Di pesantren.


Wira dan juga Dewa sudah mulai memasuki asrama, mereka mulai meletakkan barang-barang nya ke tempat biasanya. Lalu Wira mulai merebahkan dirinya seraya menghela nafas.


" Hhhh... Rasanya sangat rindu sekali dengan pesantren ini. " ujar Wira.


Dewa tersenyum melihat kearah Wira seraya meletakkan barang-barang nya.


" Rindu dengan siapa? Angel atau Dinda? " sahut Dewa sambil tersenyum menyindir.


Seketika Wira langsung menatap ke arah Dewa.


" Maksudnya? "


" Katanya kau rindu dengan pesantren ini? lalu kau rindu dengan siapa? Angel atau Dinda? "

__ADS_1


" Aku tidak rindu dengan keduanya. " jawab Wira sambil membuang muka ke langit-langit dinding asrama


" Lalu? "


" Aku hanya merindukan pesantren ini. Merindukan semua kegiatan yang ada di pesantren ini. "


" Yakin nih, tidak rindu dengan seseorang yang ada di pesantren ini? "


" Tidak, biasa aja. "


" Oke tidak apa-apa. Kalau begitu kau istirahat saja dulu, aku akan keluar dulu sebentar mencari angin. Kau tidak apa-apa kan aku tinggal? "


" Iya tidak apa-apa, silahkan. "


" Baiklah. "


Seketika dia mencari keberadaan Fahrul dan Firman, karena sejak tadi dia tidak melihat mereka di pesantren ini.


Dimana Fahrul dan Firman? aku tidak melihat mereka sama sekali dari tadi. Biasanya juga dia tiba-tiba muncul begitu saja tanpa panggilan.


Lalu ia duduk di sekitar koridor untuk menghirup udara yang sejuk dan mencoba menenangkan hati dan pikirannya.


.


.

__ADS_1


Disisi lain.


" Sudah sudah Angel, jangan menangis lagi. Kamu harus bahagia. Simpan saja air matamu itu. Karena masih banyak laki-laki yang siap meminang kamu dan siap untuk menjadi imam dalam rumah tangga kamu. Kamu hanya tinggal memilih yang terbaik dan meminta petunjuk dari Allah. Karena yang terbaik pasti akan datang tepat waktu. "


Angel terdiam dan mencoba menghapus air matanya secara perlahan.


Kemudian mengangguk pertanda menyetujui perkataan dari temannya itu.


" Lebih baik kamu buang buku ini, supaya kamu tidak mengingat kenangan kamu disaat waktu bersama Afka dulu. " lanjutnya lagi.


" Tapi is, hanya ini yang aku miliki saat ini. Aku tidak memiliki barang apa-apa lagi dari Afka selain ini. Ini kenangan terakhir dari Afka. "


" Ya itu semua tergantung kamunya aja sih ngel, kalau kamu mau membuang barang itu berarti kamu sudah siap untuk melupakan masa lalu kamu. Namun, jikalau kamu menyimpannya maka kamu pasti akan terjebak dengan masa lalu kamu. "


Angel menatap wajah temannya itu.


" Apa kamu siap membuka hati untuk laki-laki lain selain Afka? " sambungnya.


" Bukankah kamu saat ini memiliki perasaan terhadap Wira? " lanjutnya lagi.


Angel seketika terdiam menunduk.


" Angel, hidup itu pilihan. Dan kamu harus memilih siapa yang kelak akan menjadi imam untuk keluarga mu. Tentukan pilihanmu saat ini. Apa kamu mau Wira pergi meninggalkan kamu setelah dia tau kalau kamu masih berharap kepada masa lalunya? " ujar Aisyah.


" Kamu tidak mau kan, Wira pergi meninggalkan kamu? " sambungnya.

__ADS_1


Yang dikatakan Aisyah benar, aku harus menentukan pilihan hidup ku sendiri. Aku juga tidak mau kehilangan Wira, dia begitu baik. Dan juga mulai saat ini, aku harus melupakan Afka. Mungkin saja Afka tidak akan pernah lagi datang kembali kesini, mungkin saja dia sudah menikah dan melupakan aku. Afka, maafkan aku, aku harus melupakanmu...


gerutu Angel dalam hati.


__ADS_2