
Di bandara.
Pak Gatot sudah sampai di bandara dengan kopernya untuk berangkat ke luar negeri untuk bersembunyi.
Lalu ponsel berbunyi.
"Tingg"
" Bagus, bos sudah mengirimkan aku uang. Dan aku harus segera pergi dari sini untuk menghilangkan jejak. "
Dia lalu menuju kearah tempat duduk seraya menunggu jadwal pesawat yang akan segera berangkat mengenakan masker dan juga topi hitam polos.
Dia juga sesekali membuka maskernya untuk merokok. Dan tanpa sengaja ada staff bandara yang mengenalinya.
" Dia itu kan.. yang sedang dicari polisi saat ini " ucapnya kepada temannya berbisik-bisik.
" Yang mana? "
" Yang itu, yang sedang duduk di kursi tunggu mengenakan jaket hitam, bermasker dan juga topi hitam polos. "
Sesegera temannya mencocokkan wajah orang itu dengan foto yang ada di ponselnya dalam pencarian orang.
" Ternyata benar. dia orangnya "
" Baiklah kau harus segera memanggil satpam bandara untuk kesini menangkap orang itu. "
" Jangan begitu, nanti dia bisa kabur. "
" Lalu? "
" Aku punya rencana " seraya berbisik kepada temannya.
" Baiklah, kalau begitu aku tunggu diruangan sebelah bersama petugas keamanan. "
" Oke. "
.
.
.
" Halo, selamat siang pak. Bisa bicara dengan Anggota kepolisian? " ujar petugas bandara.
" Iya, ada apa? Ada yang bisa dibantu? " jawab polisi.
" Saya ingin memberitahu, apa benar bapak mencari seseorang yang bernama Gatot? "
" Benar mas, apa anda melihatnya? "
" Saat ini dia ada di bandara pak, dia akan terbang ke Singapura. Pesawatnya 30 menit lagi akan berangkat. "
" Apa informasi anda ini benar adanya? dan bisa dipertanggungjawabkan? "
" Iya pak, bapak segera kesini bersama tim bapak. Karena kami tidak bisa menahan dia begitu lama. "
" Siap, kalau begitu kami akan segera menuju ke sana. "
" Baiklah, ditunggu ya pak. "
Setelah menghubungi pihak kepolisian, petugas bandara langsung menjalankan rencananya.
.
.
.
Disisi lain
Polisi yang mendapat kabar tadi langsung menghubungi tim nya yang sedang berada di Apartemen Grand plaza yang sedang mencari Gatot.
" Halo, selamat siang pak "
" Selamat siang, ada apa? "
" Kami baru saja mendapatkan kabar bahwa saudara yang bernama Gatot saat ini sedang ada di bandara, dan akan berangkat menuju ke Singapura. Dia beberapa menit lagi akan segera berangkat. "
" Apa yang disampaikan bapak ini benar? "
" Benar pak, tadi saya mendapat laporan dari petugas bandara, katanya dia melihatnya. Lebih baik bapak langsung menuju ke TKP supaya tidak terlambat."
__ADS_1
" Siap, 86 "
" Oke. "
.
.
.
Di sisi lain.
.
" Permisi, apa benar bapak yang bernama Gatot? "
" Iya, ada apa ya? "
" Mohon maaf mengganggu waktunya, tiket bapak saat ini sedang bermasalah. Apa bapak bisa ikut ke ruangan kami sebentar? "
" Tiket? bagaimana bisa bermasalah? "
" Kami menemukan didalam tiket bapak ini ada yang bermasalah. Kami ingin berbicara sebentar saja dengan bapak. "
" Oke, dimana? "
" Mari, bisa ikut saya "
Pak Gatot yang tanpa menaruh rasa curiga akhirnya mengikuti langkah petugas itu.
Setelah sampai di ruangan dia langsung menemui seseorang yang kemudian pintunya ditutup dan dikunci dari luar. Dimana ada dua orang petugas keamanan didalam ruangan itu yang berbadan kekar dan tinggi menghadap ke pak Gatot.
" Sebenarnya tiket saya ada masalah apa pak? "
" Kenapa bapak sampai memanggil saya ke ruangan ini? " sambungnya.
" Anda tau kesalahan anda? "
Gatot hanya menggelengkan kepalanya.
" Anda saat ini buronan kan? banyak orang yang mencari anda karena jika menemukan anda maka akan diberikan imbalan yang besar. "
Gatot menelan ludah karena ketakutan.
" Sudah banyak kabar yang beredar dan juga fotomu. Meskipun kau menyamar sekalipun, karma mu selalu ada di belakang mu. "
" Pak, mohon kasihani saya pak. Anak saya sakit pak, dan dia butuh biaya untuk berobat. Dan jika saya ditahan polisi, anak dan istri saya pasti akan bersedih. Mohon kasihani saya pak " ujar pak Gatot dengan memelas.
Selang beberapa saat, polisi langsung datang dan langsung masuk kedalam ruangan itu.
" Anda bisa menjelaskan semuanya di kantor kami. " ujar salah seorang polisi itu.
Gatot menoleh kearah belakang dan seketika kaget. Polisi langsung memborgol kedua tangannya dan langsung membawa nya ke kantor polisi.
.
.
Di kantor polisi.
Polisi langsung menghubungi Deni.
" Selamat siang pak Deni "
" Iya, selamat siang pak. "
" Begini pak, saya ingin memberi tahu bahwa saudara yang bernama Gatot saat ini sudah berada di kantor polisi. "
" Benarkah? "
" Iya pak, saat ini dia sedang diinterogasi oleh tim kami. "
" Alhamdulillah.. Ketangkap dimana pak? "
" Saat itu dia ada di bandara pak, ingin berangkat menuju Singapura. dan untung saja petugas bandara mengenalinya dan langsung menghubungi kami. "
" syukurlah, baiklah terimakasih banyak atas bantuannya ya pak. "
" Iya sama-sama pak. "
.
__ADS_1
.
Deni Savero langsung menghubungi Raka untuk memberi tahu kabar tadi.
Raka yang saat itu sedang membaca laporan keuangan kantornya seketika telfonnya berdering.
Raka menatap layar ponselnya.
" Deni? "
" Iya ada apa den? "
" Mohon maaf pak mengganggu.. saya ingin memberi kabar kalau pak Gatot saat ini sudah ditangkap oleh polisi pak. Dan saat ini dia diinterogasi di kantor polisi. "
" Benarkah? "
" Iya pak. "
" Alhamdulillah.. ketangkap dimana? "
" Katanya saat itu dia sedang berada di bandara pak, rencana nya dia akan berangkat menuju Singapura, dan untung saja pihak bandara mengenalinya dan langsung menghubungi kantor polisi. "
" Yasudah, kamu saat ini ke kantor polisi den, Pastikan dia mengaku siapa yang sudah menyuruhnya untuk mencelakai Wira. "
" Baik pak, kalau begitu saya langsung kesana sekarang. "
" Iya hati-hati den. "
" Iya pak. "
.
.
.
Saat itu juga Raka langsung pergi ke klinik tempat Wira dirawat.
Sesampainya dia di klinik, dia langsung menemui Wira. Dimana saat itu hanya Wira dan Dewa saja. karena yang lainnya sedang ada di pesantren.
" Sedang apa kau disini? " tanya Dewa.
Raka yang bergaya cool dan jaim itu terdiam.
" Kenapa kau diam? sedang apa kau disini? " sambungnya.
" Kak, sudah. tenang. Kenapa kakak emosi begitu saat melihat Raka ada disini? " ujar Wira.
Dewa lalu terdiam dan membuang muka ke segala arah.
" Raka, apa ada sesuatu? kenapa kamu bisa kesini? ada apa? " tanya Wira.
" Pelaku yang menabrakmu sudah tertangkap. Saat ini dia ada di kantor polisi sedang diinterogasi. "
" Benarkah? siapa pelakunya? "
" Gatot. "
" Gatot? siapa dia? "
" Lebih baik kau tanyakan saja kepada Dewa, siapa Gatot itu. " seraya melihat ke arah Dewa.
" Aku permisi, karena saat ini aku ada urusan penting. " sambungnya seraya meninggalkan mereka berdua.
Wira seketika bingung.
" Kak dewa siapa Gatot itu? kenapa Raka menyuruhku untuk menanyakannya kepada mu? "
Raka hanya terdiam.
Gatot? tidak. bagaimana bisa dia melakukan itu kepada Wira? siapa yang menyuruhnya?
" Kak, jawab. kenapa hanya terdiam seperti itu? "
" Gatot itu... Dia orangku. " seraya menundukkan wajahnya.
" Apa? kalau dia orangmu kenapa dia menabrak ku? salahku apa? "
" Aku juga tidak tau, memang dia orangku. Aku juga tidak menyuruhnya untuk melakukan itu, aku juga tidak tau siapa yang menyuruhnya untuk melakukan itu. "
Wira seketika terkejut dan membuang muka ke segala arah.
__ADS_1
Gatot. awas saja kau, tidak akan pernah ku ampuni kau, lihat saja nanti.