
" Maaf ya, kalau aku memaksa. Karena aku tidak mau melihatmu kedinginan. Aku juga tidak mau melihat kamu sakit. " ujar bocah laki-laki itu.
Sementara bocah perempuan itu hanya menatapnya dan melihat perlakuan temannya itu seakan memperhatikannya.
Kemudian bocah laki-laki itu melihatnya dan tersenyum.
" Apa liat-liat? " ujarnya.
Lalu bocah perempuan itu membuang muka ke segala arah.
" Saya punya mata, ya wajar lah kalau saya suka melihat. " sahutnya.
" Kan saya sudah tidak mau, kenapa kamu memaksa? " lanjutnya lagi.
" Memaksa apa? "
" Memaksa untuk memakai jaket ini. "
" Kamu tuh ya, dikasih enak malah tidak mau. Harusnya kamu bersyukur, masih ada orang di sekitar kamu yang peduli dengan kamu. Aku tidak mau saja jika kamu kedinginan. "
" Yasudah, nanti aku akan kembalikan jaketmu. "
" Iya terserah. "
" Tidak mau berterimakasih nih sama yang punya jaket? " sambungnya sambil melirik kearah bocah perempuan disampingnya itu dan tersenyum.
" Berterima kasih untuk apa? "
" Karena sudah memakai jaketku. "
" Nanti, kalau sudah saya kembalikan jaketnya. Pasti bilang terimakasih. "
" Tapi aku maunya sekarang. "
__ADS_1
" Ikhlas apa nggak sih nolong orang? kalau nggak ikhlas ya udah aku buka lagi jaketnya. " ujarnya sambil membuka jaketnya, kemudian bocah laki-laki itu menahannya.
" Eitss.. Iya sudah pakai saja. Tidak apa-apa. Tadi cuma bercanda kok, sudah langsung marah. "
" Bercandamu tidak lucu. " ujarnya sambil melangkahkan kakinya itu menuju ke tempat duduk. Dan kemudian diikuti oleh bocah laki-laki itu yang duduk disampingnya.
" Kamu kenapa si? kok sikapmu kek gini? "
" Saya tidak apa-apa. "
" Kalau tidak apa-apa kenapa kamu seperti ini? "
" Memangnya saya kenapa? "
" Sikapmu membuatku bingung. "
" Apanya? sudah ah, omonganmu ngelantur. Mending diem, sambil nunggu hujan terang. "
" Yasudah, aku diem. " ujar bocah laki-laki itu, dan bocah perempuan hanya melihatnya.
.
Keesokan harinya.
Disekolah, mereka berdua bertemu kembali di kantin sekolah.
" Ini jaketnya yang kemarin. " ujar bocah perempuan itu sambil memberikan jaketnya.
" Terimakasih. " sambungnya.
" Iya sama-sama. "
" Maaf ya, jaketmu tidak saya cuci. "
__ADS_1
" Iya, tidak apa-apa. Lagi pula masih wangi kok. " ujar bocah laki-laki itu lalu mencium jaketnya.
" Kamu sudah makan? " sambungnya.
" Sudah tadi dirumah. "
" Kalau mau makan lagi sini, makan bersamaku. Tinggal pesen aku yang traktir. "
" Nggak, terimakasih. "
" Yasudah, kalau begitu saya kembali ke kelas dulu. " lanjutnya lagi sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
" Iya sudah. "
Flashback selesai.
.
Dewi, apa kamu pernah mengingat kenangan kita itu?
Kemudian Zein terdiam.
Lalu, surat itu.. apa kamu pernah membacanya?
.
.
Disisi lain.
Di pesantren Pakubumi, lebih tepatnya di asrama santriwati. Semua santriwati sudah tidur semua. Namun, Angel terbangun dari tidurnya karena ingin beribadah di malam hari. Kemudian dia berjalan menuju ke arah toilet wanita dan segera mengambil wudhu. Lalu setelah itu, dia berjalan ke arah masjid dan memasuki masjid. Dia mengambil mukena yang ada di lemari itu dan memakainya. Lalu menghamparkan sajadahnya dan memulai ibadah malam.
Setelah selesai beribadah sholat malam, dia tidak lupa berdo'a dengan menengadahkan kedua tangannya seakan memohon kepada yang maha Kuasa.
__ADS_1
Yaa Allah. Hamba memohon petunjukmu. Berikan lah hambamu ini petunjukmu. Hamba merasa bimbang ya Allah, karena ada dua lelaki yang berhasil mengetuk pintu hati hamba. Yang pertama ada Afka, seseorang dari masa lalu yang ingin kembali memulai hubungan lagi dengan hamba. Yang kedua ada Wira, seseorang yang hamba impi-impikan selama ini. Hambamu ini tidak meminta yang lebih ya Allah. Hambamu ini hanya memohon yang terbaik, yang bisa membimbing hamba, yang bisa menjadi imam untuk keluarga hamba, yang bisa menuntun hamba menuju Jannah-Mu. Berikan lah hambamu ini petunjukmu, agar hambamu ini tidak salah dalam memilih pasangan hidup. Karena hamba menginginkan pernikahan hamba hanya sekali dalam seumur hidup.