
Tingg.
Kemudian ponsel milik mamanya itu berbunyi dan mamanya pun melihat notifikasi ponsel itu. Ternyata yang mengirimkan pesan kepadanya itu adalah Wira. Kemudian Raka yang melihat itu lalu bertanya kepada mamanya, karena pada saat itu keduanya pun sedang berada di dalam mobil.
" Dari siapa ma? " tanya Raka kepada mamanya itu.
Mamanya menoleh dan tersenyum
" dari Wira, dia menghubungi mama. Memberi tau kalau dia sudah berangkat ke tempat itu. "
Raka pun tersenyum kearahnya.
" ini gimana Raka? mau mama balas pesannya atau..?? " ujarnya mamanya itu kemudian dipotong oleh Raka.
" sudah ma, tidak usah dibalas. Lebih baik di biarkan saja. Kalau mama balas pesan itu, nanti yang ada bukan kejutan ma, untuk Wira. " ujarnya Raka.
Mamanya pun mengangguk
__ADS_1
" oke. "
Kemudian Raka bersama mamanya itu pun terus melanjutkan perjalanannya, mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Wira. Karena mereka ingin memberikan kejutan kepadanya, namun tanpa sepengetahuan Wira.
Kemudian tiba-tiba mamanya itu pun haus dan ingin membeli minuman untuk diminumnya.
" Ka, berhenti dulu. Cari toko. Mama haus. " ujarnya mamanya itu kepada Raka.
" baik ma. " jawab Raka. Raka pun mengiyakan perintah dari mamanya itu.
" Mama tunggu sini, biar aku saja yang kesana. " ujarnya sambil membuka pintu mobilnya namun ditahan oleh mamanya itu.
" sudah sudah biar mama saja yang kesana. "
" tapi ma.. "
" sudah. " lalu kemudian mamanya itu membuka pintu mobilnya dan keluar berjalan menyebrangi jalan menuju ke arah toko itu. Kemudian Raka terdiam melihat kearahnya dan membiarkan mamanya berjalan kearah toko.
__ADS_1
Raka melihat kearah mamanya yang sedang berada di toko di seberang sana. Kemudian setelah membeli beberapa minuman dan snack untuk dimakan di dalam perjalanan, mamanya pun segera berjalan kearah mobil. Dia berhenti dan melihat kearah kanan kiri jalan lalu menyebranginya.
Lalu dia melangkahkan kaki menuju ke arah mobil, tiba-tiba makanannya itu pun terjatuh lepas dari genggaman tangannya dan secara refleks mamanya itu pun mengambilnya. Tiba-tiba datang sebuah mobil yang melintas, namun supirnya sedang mabuk berat. Pandangannya menjadi rabun dia melihat mama Raka seolah seperti bayangan dari kekasihnya itu. Lalu kecelakaan pun tak bisa dihindarkan.
Gubrakk..
Mamanya terpental sejauh kurang lebih dua meter dari tempat kejadian itu.
Seketika itu Raka menoleh.
" Mama. " lalu keluar dari mobilnya dan berlari kearahnya. Dia membangunkan badan mamanya itu, sambil terus memanggilnya.
" Mama bangun, mama bangun. " sambil menepuk-nepuk pipinya itu. Kemudian orang-orang yang ada disekitar tempat itu dan melihat itu lalu berlari menuju ke arahnya. Sementara mobil yang menabraknya tadi seketika itu berhenti, lalu orang-orang menyuruhnya turun untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Lalu Raka melihat kearah mobil itu, dan menghafal plat nomornya dan mencoba melihat wajah pelaku dengan jelas. Setelah mengetahui wajah pelaku serta plat nomor dari kendaraan itu, kemudian Raka mengangkat tubuh mamanya itu menuju ke arah mobilnya karena keselamatan mamanya itu lebih penting dari yang lain. Kemudian Raka masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu, dengan wajah amarah dan emosi yang menggebu-gebu Raka tetap mengendarai mobil itu sampai ke rumah sakit yang ada di dekat tempat itu.
Setelah sampai di area parkiran rumah sakit, lalu Raka mulai keluar dari mobilnya dan menggendong mamanya itu menuju ke arah IGD.
" Tolong saya, tolong saya. " ujarnya, seketika itu perawat datang dengan sigap menolongnya. Lalu mereka membawanya ke dalam ruangan IGD.
__ADS_1