Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Obsesi


__ADS_3

" Memang, sering kali kita meninggalkan Allah, tetapi Allah tidak pernah sedikit pun meninggalkan kita. Harusnya kita itu sadar, Allah itu selalu ada buat kita. " sambungnya.


" Nampaknya aku harus banyak belajar tentang agama denganmu. "


" Apa sih, nggak biasa aja. Kalau mau belajar ya langsung aja ke Abi, langsung saja bertanya kepada senior. " seraya tersenyum.


" Baiklah, kapan-kapan aku akan bertanya kepada Kyai. "


" Iya. "


Mereka tersenyum bersama dan juga Aisyah tersenyum kepada mereka.


.


.


Disisi lain.


Fahrul dan firman didalam pesantren sedang berbincang-bincang.


" Kira-kira siapa ya man yang dimaksud tuan muda itu? Atau jangan-jangan Dewa? " tanya Fahrul kepada firman.


" Nggak tau. Kenapa kamu bisa curiga sama Dewa? "


" Karena tingkah laku dia misterius. Saya curiga kepada dia. "


" Sudah tidak boleh su'udzon Rul, kita harus biasakan huznudzon. "


" Bukan su'udzon, tapi curiga. Dan kecurigaan saya ini ada buktinya. Yang pertama, dia langsung datang ke pesantren dengan alasan ingin menemani Wira. Masa sudah bertahun-tahun baru bertemu kalau dia itu kakak adik, dari dulu kemana aja?. Yang kedua, semenjak dia bertemu dengan Raka yang menolong Wira disaat kecelakaan, dewa tidak ingin Wira dekat-dekat dengan Raka dan mamanya. Memangnya ada apa? harusnya kan dia berterima kasih kepada orang yang sudah menolong adiknya itu?. "


" Bukannya saya mau ngedukung kamu nih ya Rul, tapi yang dikatakan kamu ini ada benarnya juga. Dan saya juga sepemikiran dengan kamu. "


" Ini teka-teki yang harus diselesaikan. "


" Saya mohon kamu jangan ngomong ke siapa-siapa dulu tentang masalah ini. Oke?. "


" Siap. "


.


.


Disisi lain.


Aisyah dan Angel berpamitan kepada Wira dan akan kembali ke pesantren.


" Yasudah, kalau begitu aku pamit untuk kembali ke pesantren bersama Ais. " ucap Angel.


" Angel... Tunggu dulu. "


" Kenapa? ada apa? "


" Tolong jangan kembali terlebih dahulu, aku disini sendiri. Kamu mau kan menemani aku disini bersama Ais? "


" Bisa kan is? " sambungnya seraya melihat kearah Ais.


" Tapi.... "


" Kamu sudah izin kan untuk kesini? "


Angel mengangguk.


" Jadi ya tidak apa-apa kalau disini menemani aku bersama Ais. "


Angel melihat kearah Ais.


" Iya tidak apa-apa kok Ra, yang penting kamu semangat untuk sembuh. " ujar Ais.


" Yasudah aku akan disini menemani kamu bersama Ais. " ucap Angel.


" Baiklah. "


" Aku ingin keluar. " sambungnya seraya membangunkan badannya.


" Mau kemana? " tanya Angel.

__ADS_1


" Mau mencari angin, aku bosan di kamar terus. Kamu mau kan menemani aku bersama Ais untuk mencari angin diluar? "


" Baiklah, sini biar aku bantu. "


Mereka lalu keluar berjalan mengelilingi sekitaran klinik itu seraya melihat di sekelilingnya dan berbincang-bincang.


" Wira. " ucap Ais.


" Hmm? "


" Aku boleh bertanya sesuatu tidak? "


" Mau bertanya apa? "


" Kamu sendiri masih menyimpan rasa kepada Dinda? "


" Maksudnya? "


" Apa kamu masih berharap kepada Dinda untuk melanjutkan hubungan mu lagi yang dulunya sempat terhenti? "


" Tidak, kenapa? "


" Tidak apa-apa, cuma bertanya. Dinda itu sangat mencintai kamu loh Ra. "


" Tidak, itu bukan cinta. "


" Maksudmu? "


" Dia hanya obsesi. Sesuatu yang diinginkan oleh dia, dia harus memilikinya. "


" Cinta tidak seperti itu, tidak memaksakan yang tidak mau menjadi mau. Karena cinta itu sejatinya dari hati ke hati. " sambungnya.


" Apa kamu pernah merasakan patah hati? " tanya Angel.


" Pernah. "


" Tapi semenjak itu aku sadar, kalau aku tidak boleh berharap kepada manusia. Aku hanya boleh berharap kepada Allah agar manusia yang aku cintai tidak mengecewakanku. " sambungnya.


" Apa kamu pernah jatuh cinta? " tanya Wira kepada Angel.


Angel terdiam


" Aku akan berdo'a kepada Allah, agar perasaan itu tidak membawaku ke jalan yang salah. Aku akan berdo'a untuk diriku sendiri. Jika memang perasaan ini suci, semoga Allah mentakdirkan aku dan dia bertemu dan diikat oleh ikatan pernikahan. Dan jika perasaan ini dari nafsu semata, aku akan berdo'a semoga cepat dihilangkan perasaan itu. "


" Mengapa bisa begitu? "


" Karena aku tidak ingin memulai hubungan tanpa adanya ikatan pernikahan. "


" Kalau begitu kenapa kamu masih belum menikah? "


" Masih menunggu. "


" Menunggu siapa? "


" Menunggu petunjuk dari Allah, dan menunggu pinangan dari seorang laki-laki yang siap menjadi imam dalam memimpin rumah tangga. "


" Memangnya sudah ada yang memintamu? "


Angel terdiam


Melihat hal itu seketika Ais mengalihkan pembicaraan


" Angel, kita ke kantin yuk? "


" Kantin? bukannya tadi kalian membawa makanan kesini? " tanya wira.


" Aku haus, ingin membeli minuman. "


" Baiklah, mari kuantar. "


Mereka segera pergi ke kantin, lalu memesan minuman. Dan mereka meminumnya.


.


.

__ADS_1


Disisi lain.


Raka ingin bertemu dengan Wira yang membawakan makanan yang dimasak langsung oleh mamanya. Dia sedang dalam perjalanan menuju klinik Kasih Ibu.


Sesampainya di parkiran, dia langsung turun dari mobilnya dan langsung menuju kamar Wira. Namun, sesampainya di sana dia tidak menemukan Wira. Dia menoleh ke segala arah dan mencarinya.


" Wira, dimana kau? "


" Wira. Kau dimana? kemana dia saat ini? apa dia sudah kembali ke pesantren? tapi barang-barangnya ini? " seraya melihat barang-barangnya itu.


Raka terus mencari nya, dia keluar kamar dan mencari Wira. Dia melihat di sekelilingnya dan terus mencari. Sudah semua tempat dia mencari wira, namun masih belum menemukan juga. Hanya ada satu tempat yang belum dia cari, yaitu kantin di klinik itu. Dan dia segera berlari menuju ke kantin. Dan melihat wira yang sedang mengobrol dengan dua orang perempuan berhijab lalu Raka menghampirinya.


" Assalamualaikum. ternyata kau disini? "


" Waalaikumsalam, eh Raka sini, bergabung bersama kami. "


Seketika Angel dan Ais menoleh kearah Raka.


" Raka. " ucap Ais terkejut melihat Raka.


" Ais. sedang apa kau disini? sudah lama sekali kita tidak berjumpa. " seraya memberikan uluran tangan untuk bersalaman.


" Aku menemani Angel, iya. " seraya menolak untuk bersalaman. Karena ada aturan Islam yang melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim bersentuhan.


" Oh, iya maaf. "


" Iya tidak apa-apa. "


" Ternyata kalian sudah saling kenal? " tanya wira.


" Kita berteman baik dulu. Namun itu sudah lama sekali. Dan Alhamdulillah kita bertemu kembali disini. " sambil tersenyum.


" kamu mau pesan apa? makan? minum? mumpung saat ini masih ada di kantin. "


" Oh iya aku lupa, aku tadi membawakan makanan untukmu. itu disuruh mama, mama yang masak dan menyuruhku untuk mengantarkannya kepadamu. "


" Benarkah? tapi aku sudah makan, aku tadi makan makanan dari Angel. Tidak apa-apa, nanti akan aku makan setelah aku lapar lagi. Hehehe. " ucap wira sambil bercanda.


" Angel? "


" Iya ini. " menunjuk ke arah Angel.


" Dia siapamu? pacar? "


" Hmm? tidak. Dia teman baik, kami semua teman baik. Dilarang melibatkan perasaan satu sama lain, bukan begitu Angel? "


Angel mengangguk.


" Kukira dia pacar mu. "


" Bukan. "


" Oh yasudah, wira aku boleh bertanya sesuatu? "


" mau bertanya apa? "


" aku mau mengajakmu kerumah bertemu mama. Apa kamu mau? nanti, setelah kamu pulang dari sini. "


" untuk apa? "


" dia ingin melihatmu, bola matamu mengingatkan kita kepada zou. "


" zou? siapa dia? " tanya Ais.


" zou itu adikku. Arzanel Zou Athalah, dia sudah lama menghilang sejak berusia 4 tahun dulu. "


" kenapa bisa menghilang? "


" dia diculik oleh seseorang, dan sampai saat ini aku dan mama masih mencarinya. "


" kau mau kan bertemu dengan mama? " sambungnya.


" iya, aku mau ka. "sahut wira.


" Alhamdulillah, mama pasti senang mendengar kabar ini. "

__ADS_1


Semuanya tersenyum mendengar itu.


__ADS_2