
" Kira-kira apa ya isi ceramahnya nanti? " tanya Wira kepada ustadz muda dengan polosnya itu.
Ustadz muda melihat kearah Wira
" Mana saya tau, Wira. Kan yang mau berceramah bukan saya tetapi Kyai. " ujarnya ustadz muda.
Wira tersenyum seolah tanpa dosa
" Hehe iya juga sih. " ujarnya, ustadz muda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
" Ngomong-ngomong kalau malam pertama itu gimana ya ustadz? " ujarnya lagi.
" Malam pertama gimana maksudnya? " tanyanya ustadz muda dengan heran.
" Iya, gimana rasanya? " tanyanya Wira sambil bercanda.
" Mm? mana saya tau. Kan saya masih belum malam pertama. Saya masih belum menikah. "
" Kenapa ustadz muda tidak menikah? "
Ustadz muda melihat kearah Wira lalu kemudian membuang muka ke segala arah
" Menikah itu bukan hal yang main-main, Wira. Masih banyak yang harus disiapkan. "
" Iya, saya tau memang perlu banyak yang harus disiapkan. Tapi kenapa kok ustadz muda tidak nikah-nikah? "
" Padahal disini itu banyak loh santriwati, tinggal pilih mau ngelamar yang mana. " ujarnya lagi sambil bercanda.
Ustadz muda hanya terdiam
" Nanti kalau tidak segera nikah, kehabisan stok perawan. " sambungnya lagi lalu tertawa kecil sambil menggoda.
__ADS_1
" Tenang, jika tidak ada gadis perawan yang mau. Setidaknya masih ada janda yang selalu menunggu. " jawab ustadz muda dengan bercanda pula.
Wira terkejut dengan jawaban ustadz muda, karena jawabannya hampir sama dengan jawaban firman dan fahrul pada beberapa hari yang lalu sewaktu ada Dinda di pesantren ini.
" Mm? kata-kata itu? darimana ustadz muda mendapatkan kata-kata itu? " tanyanya Wira.
" Tidak tau ya, yasudah saya mau berangkat dulu, takut terlambat. Mari, assalamualaikum. "
Ustadz muda melangkahkan kakinya meninggalkan Wira di tempat itu, sementara Wira hanya melihatnya
" Waalaikumsalam. Yasudah tidak apa-apa. " lalu Wira melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam pesantren.
Sementara disisi lain, Fahrul dan Firman baru saja selesai makan. Mereka baru selesai dari kantin lalu berjalan menuju ke arah masjid. Dari kejauhan mereka sudah melihat Wira yang sedang berjalan sendiri menuju ke asrama.
Fahrul dan firman terus berjalan, karena mereka menyadari bahwa Wira pasti akan melewati tempat itu. Setelah keduanya berjalan, pada akhirnya mereka sampai di suatu titik dan bertemu.
" Wira, assalamualaikum. " ujarnya sambil bersalaman dan berpelukan secara bergantian, mereka melakukan itu seakan-akan sudah lama sekali tidak bertemu.
" Kau dari mana? dari tadi aku mencarimu disini tetapi tidak ada. " ujar Firman kepada Wira.
" Aku baru datang bertemu dengan mama. Baru aja dari sana. "
" Mama? lalu kenapa Dewa tidak ikut? " timpal Fahrul. Fahrul dan Firman masih belum mengetahui suatu kebenaran tentang Wira, mereka masih mengira kalau Wira itu adik dari Dewa.
" Mm? " Wira terdiam.
" Ke kantin yuk? aku haus. " ujarnya Wira yang mencari topik pembicaraan lainnya. Lalu Wira melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin, sementara itu Fahrul dan Firman saling melihat dan tak menjawab sepatah kata pun lalu mengikutinya.
Wira memesan es teh untuk dirinya dan juga kedua temannya itu. Mereka duduk bersama di tempat duduk kantin itu, lalu Wira bercerita panjang lebar tentang kejadian yang waktu itu. Sementara kedua temannya itu terkejut mendengar itu semua.
" Astaghfirullah hal adzim, kenapa dia tega melakukan itu semua? " tanya Firman.
__ADS_1
Wira melihat kearahnya
Wira menggeleng " Saya juga tidak tau. Katanya sih dia memiliki dendam pribadi kepada keluargaku. Makanya dia tega melakukan itu semua. "
" Tapi ada yang janggal sih, menurutku. " ujar Fahrul.
Wira dan firman melihat kearahnya.
" Maksudmu? " tanya Firman.
" Iya, kalau memang dia memiliki dendam pribadi lalu kenapa dia sampai membayar orang untuk mengasuh Wira? dan juga Wira ini diasuh dengan baik oleh kedua orang tua asuh nya. "
" Iya juga sih. "
Wira terdiam memikirkan sesuatu
Yang dikatakan Fahrul ada benarnya juga sih, kira-kira apa ya tujuannya dia melakukan itu semua?
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
Mohon maaf sebelumnya ya teman-teman semuanya, semalam tidak up dikarenakan lupa 🙏🏻
Terus beri dukungan terbaik kalian disini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Aamiin allahumma aamiin.
__ADS_1