Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Mengingat Masa Lalu


__ADS_3

Flashback dimulai


...Kringgg kringgg...


bunyi bel pulang sekolah. Lalu segerombolan anak laki-laki bersama temannya hendak keluar sekolah. Ketika ada seorang anak perempuan lewat sambil memegang buku perpustakaan.


Dduggg


Terjadi tabrakan, tanpa sengaja Wira menyenggol lengan kiri anak perempuan itu lalu terjatuh dan semua buku pun ikut berantakan.


"Ehh maaf maaf. Aku tadi nggak liat. Kamu nggak papa?" tanya Wira


"Aku nggak papa. iya gak papa kok" ucap wanita itu seraya mengambil buku tersebut lalu Wira membantu nya.


"Nih" ujar Wira seraya memberikan buku itu kepada wanita tersebut


"Makasih yaa" ujar wanita tersebut.


"sama-sama"


"oh iya saya Wira" ucap Wira seraya menjulurkan tangan kanannya ke arah wanita tersebut.


"Dinda" sahut wanita itu seraya membalas menjulurkan tangannya


"Ngomong - ngomong tadi kamu kok keburu banget? memang mau kemana?"


"Waduh. lupa lagi, tadi aku mau keluar. mau cari papa yang jemput aku di luar gerbang sekolah. ya sudah, aku duluan ya" sambil melangkah meninggalkan Wira


Wira yang waktu itu hanya tersenyum melihat ke arah wanita itu sambil mendadahkan tangannya


Siapa ya laki-laki itu? Dia begitu mengagumkan. Dia laki-laki baik. Baru pertama kali aku melihat dan menemukan laki-laki seperti dia. Apakah ada lagi orang baik yang seperti dia di bumi ini?


celetuk hati Dinda


Flashback selesai


...****************...


Dinda hanya meneteskan air mata mengingat masa lalunya di kala itu. Dia hanya terdiam dan tertunduk lesu. Mengingat betapa bodohnya dia yang tega meninggalkan seseorang yang sudah lama bersemayam di dalam hatinya


Wira, Fahrul dan Firman melewati jalanan dikala itu sambil berbincang-bincang seraya bercanda.


Firman yang tanpa sengaja menendang botol kaleng itu ke segala arah dan ternyata mengenai Dinda


"Aawww" ujar Dinda sambil memegang kepalanya


"Waduh. saya nggak sengaja lagi." ucap Firman yang ketakutan


"Ahh kamu sih cari gara-gara" gerutu Fahrul


Wira yang hanya terdiam melihat siapa wanita tersebut lalu Firman dan Fahrul menghampirinya lalu diikuti Wira


"Waduh.. maaf ya mbak, enggak sengaja." ucap Firman sambil menutup kedua tangannya seakan minta maaf


"Iya gapapa." ujar Dinda sambil menatap kearah Wira


Wira yang hanya membuang muka dikala itu seketika membuat temannya bingung. pasalnya yang bersalah itu Firman namun si Dinda tetap menatap wajah Wira tanpa henti.


"Ra, kamu diliatin noh" Firman sambil mencubit tipis lengan kanannya Wira


"Tau nih. tadi aja ketawa-ketawa. lah sekarang? nggak ada angin nggak ada apa-apa tau tau malah diem-diem bae" gerutu Fahrul

__ADS_1


Wira yang hanya diam seolah tak menghiraukan perkataan temannya itu. lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka


"Ra, tunggu Ra. maafin kami ya mbak. kami harus menyusul teman kami" Firman seraya berlari mengejar Wira


"Man tungguin saya. Maafin ya mbak. sekali lagi saya minta maaf" Ucap Fahrul sambil berlari mengejar kedua temannya itu


*Mengapa ku terus memikirkanmu


Mengapa ku terus mengimpikanmu


Mengapa ku slalu tersakiti


Mengapa aku berharap padamu


Jelas kau tak memikirkan aku


Jelas kau tak menginginkan aku


Jelas kau tak pernah menganggap ku ada


Mungkinkah ini memang jalan takdirku


Mungkinkah kita memang tak kan selalu bersama


Aku tak sanggup


sungguh aku tak sanggup*...


celetuk hati Dinda


...****************...


" kamuu kenapa tadi main pergi gitu aja? emang kamu kenal sama cewe itu? " tanya Firman kepada Wira


" Ohh jadi pantes kamu kaya menghindar gitu dari dia. takut gagal move on ya kamu?" Fahrul seraya cengengesan


Wira hanya diam dan memikirkan semua perkataan Fahrul


Apa benar yang dikatakan Fahrul. kalo aku tidak bisa melupakan dia? tapi aku tidak bisa lagi kembali memulai hubungan dengannya. mengingat semua yang telah dilakukan Dinda selama ini hanya membuatku sakit hati. bantulah hambamu ini yaa Allah untuk memberikan hamba jalan keluar dari masalah ini..


celetuk hati Wira


...****************...


*Aku disini kan selalu menunggumu


sampai kapanpun ku kan menunggumu


walau hati ini slalu kau sakiti


karena yang ku inginkan hanya kamu


kembalilah duhai kekasihku


teruskan kisah yang sempat terhenti


ingatlah janji kita tuk saling setia


walau ku tahu ini berat bagimu*


celetuk hati Dinda seraya meneteskan air mata mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Dinda seolah tak mampu menghadapi semua ini. Lalu dia berteriak sekencang mungkin

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaa" Dinda menarik nafas kembali


"Kenapa semua ini terjadi padaku Ya Allah.. kenapa?" lalu ada seorang laki-laki yang menghampirinya. postur tubuhnya tidak begitu tinggi, kulit kuning Langsat, badannya begitu atletis. perawakan wajahnya seumuran dengan wajah Wira


"Kamu kenapa?" tanya laki-laki itu.


"bukan urusanmu"


"lalu kenapa kamu berteriak seperti itu? macam orang gila saja."


Seketika itu Dinda langsung menatap wajah laki-laki itu. dan laki-laki itu mulai membuang muka ke segala arah


"saya sedang patah hati. apa kamu pernah merasakan patah hati seperti saya?" tanya Dinda


Laki-laki melihat kearah Dinda. dia terdiam


"Kamu tidak tau apa yang aku alami. Rasanya aku ingin mati. ingin mengakhiri hidupku sendiri" ujar Dinda


"Apa maksudmu? Ingin mati? kamu tau kan dosa orang yang bunuh diri itu tidak akan pernah diampuni oleh Allah?" ucap pria itu


Dinda hanya meneteskan air mata dan mengangguk


"Lalu mengapa kamu akan bunuh diri? Apa kamu tidak sadar? perjalanan mu masih panjang. mengapa kamu hanya memikirkan untuk bunuh diri? dimana letak imanmu sekarang? apa Islam mengajarkan seperti itu? Setelah putus asa lalu bunuh diri? tidak. Islam tidak mengajarkan seperti itu. Mungkin kamu sekarang sedang diuji Oleh Tuhan yang maha kuasa. Mungkin saja Allah sudah mempersiapkan yang terbaik untuk kamu di kemudian hari" ucap pria itu


"Tapi siapa?" tanya Dinda


"Mana saya tau. mending tanyakan langsung sama Allah" jawab pria itu


"caranya?"


"Istikharah. istikharah cinta. kamu curhat semua kepada Allah. kamu ceritakan semua keluh kesahmu kepada Allah. Insyaallah Allah akan membantunya. Ya memang Allah itu tidak berjanji hidup ini mudah. tetapi Allah berjanji di setiap kesulitan pasti ada jalan" ucap pria tersebut lalu pergi meninggalkan Dinda


Dinda yang waktu itu menangis seketika menoleh ke arah laki-laki itu lalu memanggilnya


"Namamu siapa?" tanya Dinda


Seketika langkah laki-laki itu terhenti lalu menoleh kearah Dinda


"Dewa. Dewa Adrian Mahesa" seraya memberikan senyuman kepada Dinda


"Senang bertemu denganmu tuan"


Dewa hanya memberikan senyuman lalu pergi meninggalkan Dinda.


Dinda yang kala itu tengah memikirkan semua perkataan Dewa membuatnya sadar. bahwa dia harus berubah, ada orang tua yang harus dibanggakan dan bahagiakan


...****************...


Di pesantren kini ada kajian kitab rutin yang dilaksanakan bersama Kyai Syifulan dan para santri wati dan juga santriwan


"Assalamualaikum wr.wb. mari kita mulai acara ini dengan bacaan taawudz dan basmalah dan dilanjutkan dengan bacaan Tartil dari Wira" ucap Kyai Syifulan


"Waalaikumsalam" serentak santriwati dan santriwan


Semua santriwati dan santriwan hanya mengangguk dan lalu Wira maju ke depan mendekati pak Kyai Syifulan sambil membaca Tartil dan sekalian muroja'ah bareng santriwati dan santriwan


Seluruh santriwati tersenyum mendengar bacaan Tartil dari Wira tak luput juga Angeli dan Aisyah


"Ekhemmm.. yang dari tadi senyum-senyum sendiri mendengar bacaan Tartil dari Wira" Ucap Aisyah seraya menggoda Angel


Angel hanya tersenyum menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Benar-benar calon suami idaman si Wira" celetuk Firman yang seakan tak percaya mendengarkan suara indah nan merdu dari temannya itu


__ADS_2