Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Wejangan pernikahan


__ADS_3

Setelah rombongan ustadzah, dll sampai di pesantren Pakubumi. Mereka kini pun tengah turun dari mobil itu dan berjalan menuju kedalam pesantren.


Singkat cerita, Angel sudah memberi tahu tentang masalah yang saat ini tengah ia hadapi kepada Kyai Syifulan. Sementara itu, Kyai Syifulan hanya menanggapi itu dengan tersenyum tenang. Melihat itu, Angel menanyakannya.


"Abah, kenapa Abah tersenyum seperti itu?" tanyanya Angel.


"Memangnya kenapa Abah, Angel? apa Abah saat ini tidak boleh tersenyum?"


"ya kalau tersenyum sih tidak apa-apa Abah, tapi kan ini masalah harus dianggap serius Abah. Apalagi ini tentang masalah perjodohan saya dengan Wira."


"Bukankah kamu senang jika Wira datang melamarmu, Angel?"


"Mm?" Angel terkejut dengan perkataan Abah Syifulan.


"Kamu pasti senang kan, orang yang sudah lama kamu suka datang melamarmu dihadapan Abah?"


Angel pun terdiam karena dia bingung harus menjawab apa selanjutnya. Melihat itu Abah langsung menanyakannya.


"Lalu, untuk kamu sendiri bagaimana Angel?" tanyanya Abah Syifulan.

__ADS_1


"Mm? bagaimana maksudnya Abah?"


"Kamu sendiri tidak mempermasalahkan tentang perjodohan ini kan?"


Angel tersenyum. "kalau saya sih kalau boleh jujur nih ya Abah, saya sangat senang dengan dilamar oleh Wira. Tapi.." Angel tak meneruskan perkataannya itu.


"Tapi kenapa Angel? kenapa tidak kamu lanjutkan bicaramu?"


"Tapi bagaimana dengan perasaan Wira Abah? apa dia bisa menerima Angel dengan sepenuh hati?"


Abah Syifulan terdiam sejenak mendengar perkataan dari putrinya itu. Kini mereka berdua tengah terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu.


Mendengar perkataan itu Abah Syifulan langsung mengernyitkan keningnya.


"Maksudnya Angel?"


"iya, kalau kita menikah ada unsur paksaan apa itu tidak apa-apa Abah? karena menikah itu harus didasari dengan cinta."


Sejenak Abah Syifulan tersenyum.

__ADS_1


"Jadi kalau tidak saling cinta itu tidak boleh menikah begitu maksud kamu Angel?"


Angel pun mengangguk dan Abah Syifulan kembali tersenyum.


"Angel, dengarkan Abah baik-baik ya? menikah itu tidak harus saling cinta. Jangan dilihat dari awalnya, tapi lihat sebuah hubungan itu dari akhirnya Angel. Coba kamu lihat, berapa banyak pernikahan diluar sana yang awalnya menikah tanpa cinta? tapi mereka tetap tidak apa-apa. Bahkan ada pula yang bertahan hingga ajal menjemputnya. Apa kamu pernah mendengar kisah cinta dari Sayidah Khadijah?"


"Pernah Abah."


"Lalu apa yang kamu ambil dari hikmah kisah itu?"


Angel terdiam tak menjawab, karena dia hanya sekilas tau saja bukan mengamatinya dari awal sampai akhir.


"Rasulullah ini dulu pada saat awal pernikahan itu tidak mencintai Siti Khadijah, tapi kenapa disaat mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka baik-baik saja? padahal awalnya mereka tidak saling cinta. Namun, atas izin Allah dan kehendak Allah Siti Khadijah datang untuk melamar Rasulullah untuk dijadikan suaminya. Coba kamu fikir dimasa sekarang, ada tidak seorang wanita yang melamar laki-laki?"


"Tidak tau ya, Abah. Mungkin ada, hanya beberapa."


"Nah, itu kamu tau. Kalau kita menanggapi kisah itu, tentu pasti akan menimbulkan pro dan kontra."


"Sudah pasti iya Abah. Karena perempuan disitu yang melamar laki-laki, bukan laki-laki yang melamar perempuan."

__ADS_1


"Nah itu kamu tau Angel. Jadi ya tidak apa-apa kalau awalnya menikah tanpa didasari cinta, cinta ini bisa datang kapan saja Angel tanpa aba-aba. Yang paling penting itu sebuah komitmen didalam rumah tangga itu yang paling penting."


__ADS_2