Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Menyelidiki


__ADS_3

Disisi lain.


Raka yang sedang dalam perjalanan menuju pesantren Pakubumi itu tanpa sengaja bertemu dengan Fahrul yang saat itu sedang membeli minuman di sebuah toko.


" Loh, itu kan temennya Wira? " ujar Raka didalam mobil dan menghentikan mobilnya dan memarkirkannya dipinggir jalan.


Kemudian Raka turun dari mobilnya dan berjalan mendekati dia.


" Sedang membeli apa mas? " ujarnya kepada Fahrul.


Seketika itu juga Fahrul menoleh kearah Raka.


" Ehh, mas. Ini sedang membeli minuman. Mas sendiri sedang apa disini? " ucap Fahrul.


" Sama. Saya juga mau membeli minuman dingin. " sahutnya Raka


" Minuman yang dingin ya pak, dua. " ujar Raka lanjutnya lagi kepada penjaga toko yang menjual minuman.


" Baik mas. " ucap penjaga toko itu sambil mengambil minuman dua botol yang dipesan Raka.


" Ngomong-ngomong kamu sendirian? " tanya Raka kepada Fahrul.


" Iya mas, saya sendirian. "


" Loh kok sendirian? temennya mana? "


" Nggak ada mas. Kebetulan saya beberapa hari ini tidak di pesantren mas. Saya pulang kerumah, nenek saya sakit. Dan saya akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah untuk mengurus nenek. "


" Oalah. Semoga cepat sembuh ya neneknya. "

__ADS_1


" Iya mas. Terimakasih. " ujarnya.


Kemudian penjaga toko datang membawa pesanannya Raka.


" Ini mas, minumannya. " ujar penjaga toko sambil meletakkan dua botol minuman itu.


" Oh iya pak, berapa semua? " ujar Raka.


" Sepuluh ribu mas. " ujar penjaga toko itu kepada Raka, Raka kemudian mengangguk dan mengambil dompetnya untuk membayarnya.


" Kalau yang saya berapa pak? Minuman dua sama camilan ini? " tanya Fahrul kepada penjaga toko.


Kemudian penjaga toko melihat.


" Lima belas ribu mas. " sahutnya.


Lalu Fahrul mengambil dompetnya dan terhenti


" Loh mas, punya saya tidak usah. " ujar Fahrul.


" Tidak apa-apa mas. Sekali-sekali saya yang traktir. "


" Kembaliannya ambil saja ya pak. " ujar Raka kepada penjaga toko itu.


" Baik, terimakasih banyak mas. "


" Iya, sama-sama. "


Kemudian Raka dan Fahrul berjalan melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


" Kamu habis ini mau kemana? " tanya Raka kepada Fahrul.


" Kebetulan mau pulang mas. Memangnya ada apa ya? "


" Tidak ada apa-apa. Cuma ingin mengobrol saja. "


" Mau mengobrol apa mas? ada hal penting kah? " ujar Fahrul dan menghentikan langkahnya.


Raka menoleh ke segala arah takut ada orang yang melihat dan mendengarnya.


" Sebaiknya kita berbicara di mobil saya. Mari. " ujar Raka lalu berjalan kearah mobilnya dan diikuti oleh Fahrul.


Keduanya memasuki mobil Raka dan bersama-sama duduk didepan.


" Ada apa ya mas? " tanya Fahrul kepada Raka seakan penasaran dengannya.


" Kamu tau kalau Wira itu kecelakaan kan? "


" Iya, saya tau. Kan saya bertemu dengan mas waktu di klinik tempat Wira dirawat. "


" Langsung to the point aja ya? apa kamu saat itu sedang mencurigai seseorang yang melakukan itu semua? "


" Saya kurang paham maksud mas ini seperti apa. Coba jelaskan secara detail dan perlahan terlebih dahulu mas. "


" Begini, kamu ini teman dekat Wira kan? "


" Iya. "


" Apa kamu pada saat Wira kecelakaan dan dirawat di klinik Kasih Ibu itu pernah mencurigai seseorang? saya yakin ada dalang dari semua itu. Saya curiga, tapi saya masih menyelidikinya. "

__ADS_1


Deghhhh


Seketika itu Fahrul teringat pada laki-laki yang tanpa sengaja bertemu di klinik itu dan sedang menghubungi seseorang seperti memberi tahu bagaimana keadaan Wira.


__ADS_2