
Disisi lain.
Raka yang sedang dalam perjalanan menuju pesantren Pakubumi itu tanpa sengaja bertemu dengan Fahrul yang saat itu sedang membeli minuman di sebuah toko.
" Loh, itu kan temennya Wira? " ujar Raka didalam mobil dan menghentikan mobilnya dan memarkirkannya dipinggir jalan.
Kemudian Raka turun dari mobilnya dan berjalan mendekati dia.
" Sedang membeli apa mas? " ujarnya kepada Fahrul.
Seketika itu juga Fahrul menoleh kearah Raka.
" Ehh, mas. Ini sedang membeli minuman. Mas sendiri sedang apa disini? " ucap Fahrul.
" Sama. Saya juga mau membeli minuman dingin. " sahutnya Raka
" Minuman yang dingin ya pak, dua. " ujar Raka lanjutnya lagi kepada penjaga toko yang menjual minuman.
" Baik mas. " ucap penjaga toko itu sambil mengambil minuman dua botol yang dipesan Raka.
" Ngomong-ngomong kamu sendirian? " tanya Raka kepada Fahrul.
" Iya mas, saya sendirian. "
" Loh kok sendirian? temennya mana? "
" Nggak ada mas. Kebetulan saya beberapa hari ini tidak di pesantren mas. Saya pulang kerumah, nenek saya sakit. Dan saya akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah untuk mengurus nenek. "
" Oalah. Semoga cepat sembuh ya neneknya. "
__ADS_1
" Iya mas. Terimakasih. " ujarnya.
Kemudian penjaga toko datang membawa pesanannya Raka.
" Ini mas, minumannya. " ujar penjaga toko sambil meletakkan dua botol minuman itu.
" Oh iya pak, berapa semua? " ujar Raka.
" Sepuluh ribu mas. " ujar penjaga toko itu kepada Raka, Raka kemudian mengangguk dan mengambil dompetnya untuk membayarnya.
" Kalau yang saya berapa pak? Minuman dua sama camilan ini? " tanya Fahrul kepada penjaga toko.
Kemudian penjaga toko melihat.
" Lima belas ribu mas. " sahutnya.
Lalu Fahrul mengambil dompetnya dan terhenti
" Loh mas, punya saya tidak usah. " ujar Fahrul.
" Tidak apa-apa mas. Sekali-sekali saya yang traktir. "
" Kembaliannya ambil saja ya pak. " ujar Raka kepada penjaga toko itu.
" Baik, terimakasih banyak mas. "
" Iya, sama-sama. "
Kemudian Raka dan Fahrul berjalan melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Kamu habis ini mau kemana? " tanya Raka kepada Fahrul.
" Kebetulan mau pulang mas. Memangnya ada apa ya? "
" Tidak ada apa-apa. Cuma ingin mengobrol saja. "
" Mau mengobrol apa mas? ada hal penting kah? " ujar Fahrul dan menghentikan langkahnya.
Raka menoleh ke segala arah takut ada orang yang melihat dan mendengarnya.
" Sebaiknya kita berbicara di mobil saya. Mari. " ujar Raka lalu berjalan kearah mobilnya dan diikuti oleh Fahrul.
Keduanya memasuki mobil Raka dan bersama-sama duduk didepan.
" Ada apa ya mas? " tanya Fahrul kepada Raka seakan penasaran dengannya.
" Kamu tau kalau Wira itu kecelakaan kan? "
" Iya, saya tau. Kan saya bertemu dengan mas waktu di klinik tempat Wira dirawat. "
" Langsung to the point aja ya? apa kamu saat itu sedang mencurigai seseorang yang melakukan itu semua? "
" Saya kurang paham maksud mas ini seperti apa. Coba jelaskan secara detail dan perlahan terlebih dahulu mas. "
" Begini, kamu ini teman dekat Wira kan? "
" Iya. "
" Apa kamu pada saat Wira kecelakaan dan dirawat di klinik Kasih Ibu itu pernah mencurigai seseorang? saya yakin ada dalang dari semua itu. Saya curiga, tapi saya masih menyelidikinya. "
__ADS_1
Deghhhh
Seketika itu Fahrul teringat pada laki-laki yang tanpa sengaja bertemu di klinik itu dan sedang menghubungi seseorang seperti memberi tahu bagaimana keadaan Wira.