
" Aku sudah mengikhlaskan dia untuk orang lain. "
" Benarkah? "
Angel mengangguk.
" Kalau kamu sudah mengikhlaskan dia, kenapa kamu menangis? "
" Menangisi dia untuk yang terakhir kalinya. "
" Bener nih? "
" Iya insyaallah. Aku juga harus memulai lembaran baru di kehidupanku yang saat ini. Aku banyak bersyukur kepada Allah, karena hanya dengan bersyukur bisa mengubah masa lalu menjadi kenangan manis. "
" Aamiin. Semoga kamu bisa melupakan masa lalu kamu. " ujar Aisyah.
Lalu keduanya berpelukan semakin erat dan terlarut dalam suasana.
.
.
Disisi lain.
Wira dan Dewa sudah mulai membersihkan ruangannya, mereka lalu bergegas menuju keluar klinik untuk kembali ke pesantren.
Mereka menaiki mobil Dewa yang sudah sejak tadi ada di parkiran klinik itu.
Setelah mereka sampai di area pesantren, banyak santriwan dan santriwati yang melihatnya. Dan mereka tidak menghiraukannya, mereka tetap memasuki area pesantren itu.
Lalu tanpa sengaja mereka bertemu dengan ustadz muda dan menanyakan kabar Wira.
__ADS_1
" Assalamualaikum, kalian sudah kembali ke pesantren ini? " tanya ustadz muda.
" Waalaikumsalam, eh ustadz. " ujar keduanya lalu bersalaman kepada ustadz muda.
" Iya ustadz, alhamdulilah. Kami sudah kembali ke pesantren ini. Dan juga Wira sudah diperbolehkan pulang untuk dirawat jalan. " sahut Dewa.
" Alhamdulillah. Bagaimana keadaanmu Wira? apa ada perkembangan? " tanyanya lagi.
" Alhamdulillah, ya begitulah ustadz, alhamdulilah ada perkembangan. " jawabnya.
Lalu ustadzah yang melewati jalan koridor tanpa sengaja melihat mereka lalu menghampirinya.
" Assalamualaikum, eh kalian sudah pulang? " tanya ustadzah.
" Waalaikumsalam, iya nih ustadzah alhamdulilah. " sahut Wira.
" Bagaimana keadaanmu? sudah mulai membaik? "
" Kalau begitu langsung istirahat saja di asrama. Ustadz muda, biarkan mereka masuk ke asrama. Mungkin mereka ingin segera istirahat. " Ujar ustadzah sambil melihat kearah ustadz muda.
" Eh iya ya, langsung masuk aja kalian ke asrama. Dan langsung istirahat saja. " sahutnya.
" Baiklah, kalau begitu kami permisi ustadz, ustadzah. " ujar Dewa.
" Iya silahkan. " jawab ustadz muda.
Wira dan Dewa pergi meninggalkan keduanya untuk masuk ke asrama dan istirahat. Ustadz muda dan ustadzah hanya melihatnya sampai menghilang.
.
.
__ADS_1
Disisi lain.
Raka yang sedang berada dirumahnya dan ingin berangkat ke kantornya menerima telepon dari Deni Savero, asisten pribadinya itu.
" Halo, iya ada apa den? " ujar Raka didalam telepon.
" Halo, selamat pagi pak. Maaf sudah menghubungi bapak pagi-pagi sekali seperti ini. " jawab nya.
" Iya tidak apa-apa den, ada apa? apa kamu sudah menemukan bukti bahwa Nino memiliki saudara kembar? "
" Iya pak, dan benar saja. Zionino Andika Sagara memang memiliki saudara kembar. Dia bernama Zein, Zeinino Afka Sagara. Dia selama ini tinggal bersama ibunya pak di Bali. "
" Di Bali? "
" Iya pak, dia tinggal di daerah Buleleng. "
" Bagaimana bisa dia tinggal bersama ibunya sendiri? bukankah orang tuanya ada disini semua? "
" Yang saat ini tinggal bersama ayahnya itu ibu tiri pak, mereka bercerai saat Nino dan Zein masih kecil. Dan ayahnya Nino menikah lagi membawa Nino, sedangkan ibu Nino bersama Zein pergi ke daerah Bali untuk menghilangkan jejak. "
" Benarkah? "
" Yang saya sampaikan ini benar adanya pak, dan juga saya sudah memiliki bukti saat ini. Saya akan mengirimkannya ke bapak. "
" Oke den. "
Lalu Raka mematikan teleponnya dan Deni mengirimkan bukti berupa foto masa kecil Nino dan Zein.
Raka melihat foto itu dengan baik-baik.
Jadi benar, Nino selama ini memiliki saudara kembar? apa benar yang selama ini menyuruh pak Gatot untuk mencelakai Wira itu adalah kembarannya Nino? Lalu apa motifnya? apa dia memiliki dendam pribadi kepada Wira? tapi kata Wira, dia tidak memiliki musuh.
__ADS_1
Raka terdiam.