
Firman bersama Fahrul sudah pergi meninggalkan ustadz muda ditempat. Lalu keduanya sama-sama pergi kearah asrama santriwan. Namun tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Zein.
" Permisi. " ujar Firman kepada Zein dan menghentikan langkahnya.
Zein menoleh kearahnya
" Iya? "
" Murid baru ya? "
Zein hanya tersenyum
" Kenapa? " ujarnya Zein.
" Baru pertama kali saya melihat kamu disini. "
" Iya. "
Firman mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
" Salam kenal ya, firman. " ujar Firman.
" Zein. " ujar Zein tersenyum menerima uluran tangan firman.
Kemudian Fahrul juga mengulurkan tangannya.
" Fahrul. "
" Zein. " keduanya bersalaman.
" Kalian santri disini? " tanya Zein kepada keduanya.
" Iya. "
" Oohh. Iya iya. "
Keduanya mengangguk.
" Mau kemana? sepertinya kamu sedang kebingungan. " tanya Firman.
" Iya, saya sedang mencari toilet di sekitar sini. Apa kalian tau? "
" Toilet? " ujarnya kemudian Zein mengangguk. " Ohh itu di sebelah sana. " sambil menunjuk kearah jalan menuju toilet.
__ADS_1
" Lurus dikit, lalu kekanan. " sahut Fahrul.
" Oh iya iya, terimakasih ya. " ujarnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah toilet.
Keduanya melihat kearah Zein yang sedang melangkahkan kakinya menuju ke arah toilet.
" Iya, sama-sama. "
.
.
Disisi lain
Angel bersama dengan ustadzah sedang dalam perjalanan menuju ke kelas untuk mengajar. Kemudian Aisyah berjalan terburu-buru di depannya dengan terburu-buru.
" Ais. " ujar Angel memanggilnya.
Kemudian seketika itu langkah kaki Aisyah terhenti dan menoleh sambil tersenyum.
" Iya, Angel? " ujarnya melihat kearah Angel dan melihat kearah ustadzah
" Ehh, ustadzah.. Assalamualaikum. " ujarnya lagi sambil tersenyum kearahnya .
" Waalaikumsalam. "
" Eh itu ustadzah, mau mengajar. Kasian para santri sudah menunggu. "
" Oh begitu ya sudah silahkan. "
" Iya mari ustadzah, Angel. "
" Iya mari. "
" Hati-hati Ais. Jaga diri baik-baik. " ujarnya Angel yang kemudian Ais menoleh kearahnya dan tersenyum mengangguk lalu melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya.
Ustadzah melihat kearah keduanya.
" Hati-hati? memangnya Ais mau kemana Angel? " tanya ustadzah kepada Angel dengan penasaran.
Seketika Angel melihat kearah ustadzah.
" Eh, iya itu ustadzah kan jalannya harus hati-hati. "
__ADS_1
" Kan jaraknya deket? "
" Iya tidak apa-apa ustadzah. Kan takut ada apa-apa di perjalanan. "
Ustadzah tersenyum lalu menggelengkan kepalanya sambil melihat kearah Angel.
" Kalau begitu mari ustadzah, biar para santri tidak terlalu lama menunggu. " ajaknya Angel kepada ustadzah.
" Iya mari. "
Kemudian keduanya berjalan menuju ke arah kelas untuk mengajar para santri.
.
...****************...
.
Disisi lain
Di asrama santriwan, Fahrul dan Firman yang baru saja datang dan memasuki asrama mereka lalu meletakkan tasnya di kasur mereka masing-masing sambil merebahkan diri diatas kasur.
" Hhhhhhh. " menghela nafas " Akhirnya sampai juga. " ujar Firman sambil menatap langit-langit dinding itu.
" Iya, alhamdulilah akhirnya sampai juga ya kawan. " ujar Fahrul melihat kearah firman.
" Iya. " lalu memejamkan matanya.
" Kira-kira si Wira kemana ya Rul? " lanjutnya lagi.
" Iya ya, si Wira kemana? kata ustadz muda tadi dia pergi keluar bersama orang lain. Kira-kira orang itu siapa? dan juga dewa? kenapa dia pulang begitu saja dari pesantren ini? "
" Saya yakin ini semua pasti ada sebuah masalah yang sudah terjadi disaat kita kembali kerumah Rul. "
" Saya sih juga berfikiran seperti itu ayang beb. " ujar Fahrul sambil bercanda, namun firman tidak menghiraukannya dan memilih untuk serius.
" Kamu memiliki nomor Wira tidak? " tanya Firman kepada Fahrul sambil bangun dari rebahannya.
" Ada. " ujarnya Fahrul yang kebetulan memiliki nomor handphone dari Wira yang sudah lama memilikinya.
" Coba sini, handphone kamu. " ujarnya sambil melangkahkan kakinya mendekati Fahrul, sementara Fahrul beranjak untuk ke tasnya dan mencari ponselnya itu. Setelah itu, lalu Fahrul memberikan ponselnya kepada firman.
" Nih. "
__ADS_1
" Sudah tersimpan disitu. Namanya Wira, Nomor WA juga ada. " sambungnya.
Sementara itu Firman terus fokus terhadap ponsel itu dan mencari nama Wira.