
" Kau adalah Zou, Wira. " ujar Raka yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka bersama pasutri dan juga Deni.
" Mm? " semuanya tersentak kaget mendengar hal itu.
" Iya, kau adalah Zou. Orang yang selama ini aku dan mama mencarinya. " ujar Raka kepada Wira.
Wira terdiam terkejut mendengar itu.
" Kalau kau tidak percaya, kau bisa bertanya secara langsung kepada kedua orang tua asuh mu yang sudah merawat mu selama ini. " sambungnya sambil menunjuk kearah pasutri itu yang tak lain adalah kedua orang tua asuh nya Wira.
Kemudian Wira berjalan mendekati pasutri itu.
" Benarkah apa yang dikatakan oleh Raka? " tanya Wira kepada pasutri itu.
" Benar den. " jawabnya dengan nada gugup.
Kemudian Wira menghela nafas dalam-dalam dan melihat kearah Dewa, sementara Dewa pada saat itu hanya terdiam menunduk.
__ADS_1
" Lalu kenapa kau mengaku-ngaku sebagai kakakku? dan foto itu? kenapa mirip sekali denganku? " tanya Wira kepada Dewa.
" Dia memiliki dendam terhadap keluarga kita Wira. " sahut Raka.
" Dendam? " melihat kearah Raka dan kembali melihat kearah Dewa.
" Iya, dia memiliki dendam pribadi kepada keluarga kita. "
" Dendam apa? "
Wira terdiam dan terkejut mendengar itu sambil terus melihat kearah Dewa, sementara Dewa hanya menunduk.
Kemudian Wira berjalan mendekati Dewa.
" Dewa, benarkah yang dikatakan oleh Raka? " ujar Wira yang pada saat itu tersulut amarahnya namun masih bisa dikendalikan oleh dirinya. Namun Dewa hanya diam dan menunduk. Kemudian Wira menghela nafasnya dalam-dalam.
" Kenapa kamu diam? jadi ini kesalahan itu? kesalahan yang sudah kau perbuat kepadaku? " lanjutnya lagi.
__ADS_1
" Kenapa kau tega melakukan itu semua kepada seorang anak kecil? dimana hati nuranimu? .. Kenapa kau tega memisahkan seorang anak dengan ibu kandungnya? " ujar Wira lanjutnya lagi sambil meneteskan air matanya.
" Ma, maafkan aku Wira. Bukan aku yang melakukan itu semua. " ujar Dewa dengan ketakutan namun masih membela dirinya.
" Bukan kamu? lalu siapa yang melakukan itu semua? " tanya Wira kepada Dewa.
" Kakek, kakek yang melakukan itu semua Wira. "
Semuanya terkejut mendengar hal itu, seketika wajah Raka menjadi geram seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
Kemudian Raka berjalan cepat menuju kearah Dewa dan langsung menghajarnya.
Bbbbuuuukkkkk
Lalu Dewa terjatuh dan langsung Raka memegangi kerah bajunya. Melihat kejadian itu seketika ustadz muda refleks dan langsung menahan Raka.
" Sudah Raka, tenang. Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik. " ujar ustadz muda yang sambil menahan tubuh Raka agar tidak menghajar Dewa lagi.
__ADS_1