
" Kenapa kamu pergi begitu saja? kenapa kamu tidak menanyakannya untuk apa dia ingin bertemu denganmu? "
" Karena aku malas untuk bertemu dengannya is. Aku mencoba berdamai dengan masa laluku, aku dulu sangat sulit untuk melupakan dia. Berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun aku sangat sulit melupakannya. Dan alhamdulilah, seiring berjalannya waktu aku bisa melupakan dia. Dan saat ini dia ingin bertemu kembali denganku lagi? setelah aku mencoba untuk membuka hati untuk laki-laki lain? " ujar Angel sambil meneteskan air mata. Dan Aisyah mencoba menenangkannya.
" Yang egois disini siapa is? Aku atau dia? " sambungnya.
Angel menangis sedih mengingat itu. Lalu Aisyah memeluknya dan mengelus pundak Angel secara perlahan.
" Aku tidak mau menyalahkan siapapun dalam masalah ini. Karena aku tidak tau apa-apa. Yang tau itu hanya kamu Angel, yang merasakan hanya kamu, dan yang mengerti itu semua juga kamu. Mungkin kamu masih marah sama Afka, dan mungkin juga kamu masih belum bisa melupakan dia. Tapi apa salahnya untuk mencoba berbaikan dengan seseorang di masa lalu? tidak ada salahnya kan berbaikan? " ujar Aisyah kepada Angel.
Angel hanya terdiam mendengar itu semua.
" Kamu pernah bilang bahwa hanya dengan bersyukur bisa mengubah masa lalu menjadi kenangan manis? maka dari itu kamu juga harus bersyukur, seseorang dari masa lalu ingin berbaikan lagi denganmu.. ya mungkin saja kamu sudah tidak bisa lagi memulai hubunganmu lagi dengannya. Tapi kan setidaknya kita itu tidak lagi bermusuhan? jarang-jarang loh Angel, seseorang bisa berdamai dengan masa lalunya. " ujar Aisyah lanjutnya lagi.
Lalu Angel memahami setiap perkataan dari temannya itu seraya melirik ke bawah seakan-akan memahami maksudnya. Dan mengangguk kepada Aisyah.
__ADS_1
" Terimakasih ya is, kamu sudah selalu ada buat aku. Dan terimakasih juga nasehatnya. " sahut Angel.
" Iya sama-sama Angel. Kita ini kan teman, dan teman itu harus saling membantu. Sudah sewajarnya aku membantumu sebagai seorang teman. " ujar Aisyah.
Angel hanya tersenyum.
" Bagaimana? sudah tidak sedih lagi kan? " tanyanya lagi.
" Insyaallah sudah tidak is. Aku juga akan belajar untuk berdamai dengan masa laluku. Setidaknya masa lalu kita itu berguna untuk pembelajaran dalam hidup kita. "
Keduanya saling berpelukan satu sama lain seakan-akan melupakan kejadian yang sebelumnya.
...****************...
Kenapa Angel tidak mau menemui ku? bahkan untuk berbicara saja dia tidak mau. Aarggghhhh..
__ADS_1
gerutu dalam hati Zein sambil membanting setir mobilnya itu.
Angel, aku sudah kembali. Afka mu ini sudah kembali lagi untukmu. Tapi kenapa kamu tidak mau menemui ku? bahkan melihat kehadiranku saja rasanya kamu sudah tidak merindukanku lagi. Rasanya kehadiran ku sudah tidak diharapkan lagi olehmu. Apa kamu sudah melupakan Afka mu ini?
Zein terus mengendarai mobilnya itu, dan terus memikirkan kejadian tadi saat bertemu dengan Angel. Lalu tanpa terasa dia sudah sampai di depan rumah ayahnya itu. Kemudian dia turun dari mobilnya dan memasuki rumah.
Dia membuka pintu dan langsung disambut oleh mama tirinya.
" Kau sudah pulang nak? " tanya Mama tirinya itu.
" Iya. " sahut Zein seakan tak acuh kepadanya sambil membuang muka ke segala arah.
" Kamu sudah makan? kalau belum mari makan dulu. Mama sudah memasaknya tadi. "
" Aku sudah kenyang. " sahutnya sambil berjalan menuju ke kamarnya.
__ADS_1