Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Prepare event Tartil Qur'an


__ADS_3

Wira dan juga teman-temannya itu sudah kembali ke pesantren. Mereka bertemu dengan Zein dan berkenalan satu sama lain, karena satu asrama ya harus saling kenal begitu pikirnya. Zein sudah melupakan semua yang terjadi, begitu juga dengan Wira yang sudah mengikhlaskannya. Mereka saling bahu-membahu satu sama lain, seperti tidak ada masalah apa-apa di masa lalu. Kemudian mereka melakukan aktivitas yang seperti biasanya.


Keesokan harinya, Wira sedang bersiap untuk mengikuti event Tartil Qur'an itu. Dia mulai prepare barang-barang yang akan dibawanya dan dimasukkannya ke dalam tas. Sebuah tas mirip seperti tas sekolah yang pada umumnya. Setelah selesai, dia langsung keluar dari asrama.


Dia berjalan menuju kearah masjid, karena tadi ada pemberitahuan kalau yang mengikuti event itu harus berkumpul di masjid terlebih dahulu.


Setelah sampai di area masjid, dia mulai melihat ke sekelilingnya. Dia kebingungan, pasalnya tidak ada orang lain disitu selain dirinya. Namun setelah beberapa saat kemudian, akhirnya temannya pun datang yang tidak lain adalah Fahrul dan Firman.


" Sedang mencari siapa? " ujarnya firman. Kemudian Wira menoleh ke arahnya.


" Sedang mencari ku ya? " timpal Fahrul kemudian.


Wira tersenyum.


" Tidak. By the way kalian seperti jailangkung. " sahutnya Wira.


" Datang tak dijemput pulang tak diantar? " ujarnya firman sambil mendekati Wira.


" Iya. " sambil tertawa kecil.


" Kalau kita bukan jailangkung, tapi jailani. " sahut fahrul, kemudian semuanya tertawa kecil mendengar itu.


" By the way kalian sedang apa disini? " ujarnya Wira kepada keduanya.


" Kami ingin menemanimu saja disini. " sambil melihat ke sekelilingnya. " Toh lagi pula yang lain kan masih belum datang, jadi ya tidak apa-apa kami berada disini. " ujar Firman sambil mencari tempat disekitar situ untuk duduk kemudian Fahrul mengikutinya dan juga Wira.

__ADS_1


" Ya boleh-boleh saja sih. "


" Wira. " ujar Firman.


" Hmm? " menoleh kearah firman.


" kamu sudah makan? "


" sudah tadi, kenapa? "


" kukira belum, kalau belum ayo kita makan dulu di kantin. Lagi pula yang lainnya kan masih belum datang. "


" sudah sudah tidak apa-apa. Aku sudah kenyang. Terimakasih. "


Firman menghela nafas


Kemudian mereka semuanya terdiam sejenak, sementara itu Fahrul melihat kearah firman. Firman yang mulai menyadari itu langsung seketika itu menegurnya


" Kenapa melihatku seperti itu? " ujarnya firman kepada Fahrul, sementara itu Wira hanya melihat keduanya.


Fahrul menghela nafasnya


" Kamu teh hanya Wira yang diajak makan, saya tidak. " ujarnya.


" Lah kamu lapar? "

__ADS_1


" Iyalah. "


" Yaudah sana makan, saya tunggu sini. "


" ih kamu mah gitu kalau sama saya. Wira saja diperhatiin, saya kok nggak? " ujarnya fahrul sambil dengan nada lebay yang seakan firman jijik ingin melempari tabung gas elpiji tiga kilo kearahnya.


" Kamu kan punya kaki? punya tangan? " ujarnya dan fahrul mengangguk.


" Yasudah jalan sendiri. " sambil membuang muka ke arah depan.


" ihh, bikin sebel deh. " sambil menghela nafasnya.


Melihat tingkah laku temannya itu Wira tertawa terbahak-bahak, sementara keduanya terdiam melihatnya. Setelah menyadari itu bahwa sedang diperhatikan, Wira terdiam seketika.


" Kenapa kamu tertawa? " ujarnya firman kepada Wira.


" Tidak apa-apa, kalian lucu. "


" Hmm? " semuanya terkejut.


" iya kalian lucu, lucu sekali. "


" apanya yang lucu Wira? yang ada saya geli berada di dekat Fahrul. " sambil melihat kearah Fahrul dengan sinis. Sementara itu Fahrul hanya tersenyum.


Melihat itu kembali Wira tersenyum melihat keduanya.

__ADS_1


" Ya, tidak apa-apa. Namanya juga teman, teman hidup. " ujarnya sambil menyengir bercanda.


" iiii, amit amit. " sahut firman dan fahrul pun tersenyum.


__ADS_2