
Kemudian setelah beberapa saat, Angel dan juga lainnya pun juga datang menghampirinya.
" Bagaimana sudah siap semuanya? " tanya ustadzah kepada Wira.
" sudah ustadzah. " jawabnya mengangguk sambil tersenyum.
" baiklah. " kemudian ustadzah melihat ke sekelilingnya seperti sedang mencari seseorang.
" ustadz muda kemana? "
" Hmm? " wira, fahrul dan juga firman saling melihat secara bergantian. Sementara ustadzah melihat kearahnya. Ketiganya terdiam membisu.
" ustadz muda kemana? " ujar ustadzah mengulanginya lagi.
" mungkin ada acara di tempat lain ustadzah. " sahut firman. Wira tidak mungkin memberi tahu yang lainnya dimana ustadz muda saat ini karena dia sudah berjanji kepada ustadz muda untuk tidak memberitahukannya. Maka dari itu dia terdiam membisu.
" acara? acara apa? "
" kurang tau ya, ustadzah. Saya kan tidak mungkin mengurusi urusan orang lain. "
Kemudian ustadzah mencari tempat untuk duduk, lalu mendudukinya.
" bukannya saat ini dia seharusnya sudah bersiap untuk mengantarkan kita ke tempat event itu? " ujarnya ustadzah.
Semuanya terdiam mendengar itu, lalu kemudian mobil yang akan mengantarkan mereka tiba di hadapan mereka. Sebuah mobil berwarna putih yang bertuliskan nama dari pesantren itu " Pondok Pesantren Pakubumi ".
" nah, mobilnya sudah datang. " ujarnya firman mengalihkan topik pembicaraan.
" Alhamdulillah. " ujarnya fahrul dan wira menghela nafasnya sambil mengusap muka masing-masing. Mereka bersyukur karena masih ada hal lain yang bisa dijadikan alasan untuk tidak berbohong kepada seseorang.
Kemudian firman bergegas mendekati sopir mobil itu, sementara sopirnya baru saja membuka pintu mobilnya.
" terimakasih banyak pak. " ujarnya sambil berbisik kepada supir itu.
Mendengar itu supirnya pun terkejut.
" terimakasih untuk apa mas? "
" ya begitulah. Ayo ayo segera naik, mobilnya sudah datang. " sambil menyuruh yang lainnya untuk memasuki mobil itu. Kemudian Wira, ustadzah, Angel, Aisyah dan Cantika pun segera berjalan kearah mobil itu.
" Barang-barangnya ditaruh dimana ini pak? " ujar ustadzah kepada supir itu.
__ADS_1
" Ditaruh di dalam aja bu, muat kok. "
" baiklah. "
Kemudian semuanya segera memasuki mobil itu dengan antrian, dan juga barang-barangnya mereka juga memasukkannya ke dalam mobil. Namun Wira masih diluar menunggu yang lain masuk terlebih dahulu.
" saya pamit dulu teman, do'akan saya ya. " ujarnya Wira berpamitan dan bersalaman kepada kedua temannya itu.
Kemudian firman memeluknya.
" Insyaallah Ra, kami akan mendo'akan kamu dari sini. Kami mendo'akan yang terbaik untuk kamu dan juga yang lainnya. " ujarnya, kemudian firman melepas pelukannya itu. Lalu fahrul bergantian memeluk Wira.
" hati-hati disana ya Ra. Jaga diri baik-baik, jangan lupa oleh-olehnya. " ujarnya fahrul yang kemudian membuat Wira tertawa kecil.
" insyaallah. "
" sip. "
sementara itu firman menggelengkan kepalanya.
" heran saya sama kamu, belum apa-apa sudah minta oleh-oleh. " ujarnya firman kepada fahrul
" ya tidak apa-apa juga kali, lagi pula Wira juga enggak keberatan. Ya enggak Ra? " sambil memberi kode kepada Wira. Wira pun mengangguk.
" kan sudah, tadi. "
" kapan? "
" sesudah sholat subuh tadi. "
" masa? "
" iya. "
Melihat itu, wira melerai keduanya karena jika tidak dilerai maka keduanya pun akan terus berbicara tak mau kalah.
" sudah sudah, yasudah tidak apa-apa nanti mau tak bawakan oleh-oleh semuanya. Ntar kalau sudah sampai disini, fahrul yang ganti uangku. " ujarnya Wira sambil bercanda, firman tertawa mendengar itu. Sementara Fahrul terdiam
" loh kok aku? " sambil menunjuk dirinya
" iya. "
__ADS_1
Fahrul terdiam sementara keduanya tertawa.
" Kan kamu yang minta oleh-oleh tadi. " timpal firman sambil tertawa kecil.
" Yasudah, aku berangkat dulu. Mari, assalamualaikum. " ujarnya Wira kemudian memasuki mobil itu.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh. " keduanya melihat kearah Wira yang sedang memasuki mobil itu.
Kemudian supirnya pun mulai menghidupkan mesin mobilnya dan mulai berangkat meninggalkan tempat itu. Sementara Fahrul dan Firman hanya melambaikan tangan ke mobil itu.
Semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Aamiin
Kemudian setelah mobil itu pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ada seseorang yang mendekati keduanya.
" Mau kemana dia? " ujarnya orang itu yang tidak lain adalah Zein.
" Allahu Akbar. " semuanya terkejut mendengar suara itu karena datangnya secara tiba-tiba.
" Kaget aku tu. " ujarnya fahrul sambil mengelus dada dan firman juga mengikutinya.
" waalaikumsalam. " ujarnya firman dengan cuek.
" eh iya assalamualaikum. " sambil tersenyum.
" waalaikumsalam, telat sudah. " ujarnya fahrul.
" ya tidak apa-apa, namanya juga lupa. " ujarnya Zein yang tak mau kalah.
Firman menghela nafasnya.
" Ayo pergi ke kantin. " ujar Firman mengajak Fahrul dan berbalik melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin.
" Pertanyaan saya belum dijawab. " ujarnya Zein menghentikan langkah kaki keduanya itu. Seketika itu keduanya pun menoleh kearahnya
" yang mana? "
" yang mobil tadi. Itu mau kemana? "
" oh itu mau ke kantor KUA. " sambil berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.
Kantor KUA? mau apa?
__ADS_1
Zein terdiam ditempat, kemudian berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu mengikuti Fahrul dan Firman yang menuju ke arah kantin.