
" Kamu tidak mau kan, Wira pergi meninggalkan kamu? " sambungnya.
Yang dikatakan Aisyah benar, aku harus menentukan pilihan hidup ku sendiri. Aku juga tidak mau kehilangan Wira, dia begitu baik. Dan juga mulai saat ini, aku harus melupakan Afka. Mungkin saja Afka tidak akan pernah lagi datang kembali kesini, mungkin saja dia sudah menikah dan melupakan aku. Afka, maafkan aku, aku harus melupakanmu...
gerutu Angel dalam hati.
" Angel kenapa kamu diam? Kamu tidak mau kan Wira pergi meninggalkanmu? " ulangnya lagi.
Seketika Angel menjawab tanpa sadar.
" Eh, iya is. Iya iya. " sahutnya.
Lalu tanpa sengaja ustadzah mendengarnya dan masuk ke kamar itu.
" Iya apa nih maksudnya? " ujar ustadzah sambil tersenyum menghampirinya.
Mereka terkejut langsung berdiri dan Angel langsung saja menyembunyikan suratnya dibelakang tubuh dia dan menghapus air matanya.
" Eh, ustadzah. " ujar Angel
" Iya, iya apa nih? Ada apa? Lalu.. Angel.. kamu baru selesai menangis? " tanya ustadzah.
Angel dan Aisyah saling melihat.
" Tidak ustadzah, tadi Angel baru selesai membersihkan lemari kamar ini. Mungkin dia kelilipan karena terkena debu dari lemari yang dia bersihkan. " sahut Ais.
__ADS_1
" Benar begitu Angel? " tanyanya lagi sambil mendekat ke wajah Angel.
Angel hanya tersenyum
" Memangnya ustadzah ada apa datang kemari? " tanya Ais mengalihkan pembicaraan.
" Oh iya, ustadzah sampai lupa. Ustadzah datang kesini untuk memberi tahu kalau saat ini ustadzah tidak bisa masuk kelas, dan ingin meminta Angel untuk menghandlenya. "
" Apa kamu bisa menghandlenya Angel? " sambungnya.
" Insyaallah bisa ustadzah. " jawab Angel sambil tersenyum kepada ustadzah.
" Alhamdulillah.. Terimakasih Angel. "
" Memangnya ustadzah mau kemana? " tanya Ais.
" Iya tidak apa-apa kok ustadzah. " sahut Angel.
" Yasudah kalau begitu ustadzah mau keluar dulu. " ujarnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.
Seketika ustadzah menghentikan langkahnya karena teringat sesuatu.
" Oh iya kalian tidak mau melihat keadaan Wira? " tanya ustadzah.
" Wira kan masih ada di klinik ustadzah, dan juga saat ini kami masih ada kepentingan pribadi di pesantren ini. " sahut Angel.
__ADS_1
" Wira saat ini sudah kembali loh.. Apa kalian tidak mau melihat keadaannya? "
" Maksudnya Wira sudah kembali ke pesantren ini ustadzah? " ujar Aisyah.
Ustadzah mengangguk dan tersenyum.
" Benarkah? " sahut Angel seolah tak percaya.
" Iya, dan dia saat ini sudah ada di asrama santriwan. Tadi dia datang bersama Dewa. Kata dia dokter sudah memperbolehkannya pulang. "
" Tapi kalau ustadzah boleh saran, lebih baik kalian jangan ganggu dulu Wira nya, biarkan dia istirahat terlebih dahulu. Lagi pula kalian kan santriwati, tidak baik santriwati datang ke asrama santriwan. Nanti bisa timbul masalah. " sambungnya.
" Yang dikatakan ustadzah ini memang benar. Biarkan saja Wira istirahat terlebih dahulu. Toh lagi pula kita kan ada kelas yang harus kita handle bersama. " sahut Angel sambil melihat kearah Ais.
Ais kemudian tersenyum.
" Yasudah, kalau begitu ustadzah mau keluar dulu. Mari assalamualaikum. " ujarnya sambil melangkahkan kaki meninggalkan mereka.
" Iya mari ustadzah, waalaikumsalam. " sahutnya serentak.
Kemudian Angel kembali duduk dipinggir tempat tidur lalu diikuti oleh Aisyah. Angel terdiam menunduk dan Ais mengelus pundaknya kemudian ia memeluknya. Mereka berlarut dalam suasana.
" Kamu harus segera melupakan masa lalu kamu Angel, tidak baik berlarut dalam kesedihan seperti ini. " ujar Aisyah sambil mengelus pundak Angel.
" Saat ini sudah ada Wira di pesantren ini. " lanjutnya lagi.
__ADS_1
" Apa dia bisa menerima diriku? Apa dia mencintaiku? " tanya Angel.
" Kalau kamu tidak usaha ya mana kamu tau kalau dia menyukaimu atau tidak? " ujar Aisyah.