Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Berbaikan


__ADS_3

" zou? siapa dia? " tanya Ais.


" zou itu adikku. Arzanel Zou Athalah, dia sudah lama menghilang sejak berusia 4 tahun dulu. "


" kenapa bisa menghilang? "


" dia diculik oleh seseorang, dan sampai saat ini aku dan mama masih mencarinya. "


" kau mau kan bertemu dengan mama? " sambungnya.


" iya, aku mau ka. "sahut wira.


" Alhamdulillah, mama pasti senang mendengar kabar ini. "


Semuanya tersenyum mendengar itu.


.


.


" Wira, apa kamu saat ini memiliki musuh? " tanya raka kepada Wira.


" Tidak, kenapa bertanya seperti itu? "


" Orang yang menabrakmu sudah tertangkap, dan dia saat ini sudah ada di kantor polisi. "


" Ternyata benar pelakunya pak Gatot bawahannya dewa? "


Raka mengangguk.


" Aku tidak tau betul siapa yang menyuruhnya. Karena pada saat diinterogasi dia mengaku disuruh oleh seseorang namun enggan memberi tahu namanya. Lalu, polisi mengecek ponsel milik pak Gatot dan menemukan bukti dimana panggilan terakhirnya disitu tertulis nama Bos muda. Setelah polisi melacaknya, ternyata panggilan terakhir itu berasal dari Hotel Grand permai. Dan polisi langsung menuju ke TKP, dan pada saat itu, orang itu sudah tidak ada. Namun polisi mengetahui identitas orang itu. Namanya Nino, Zionino Andika Sagara. "


" Nino? " semuanya terkejut mendengar itu.


" Iya, apa salah satu dari kalian mengenalinya? "


" Tidak, tidak ada. " ucap Ais.


" Baiklah tidak apa-apa. "


" Lalu, apa tujuan dia sebenarnya? kenapa dia tega menyuruh orang untuk mencelakai Wira? " tanya Angel.


" Aku tidak tau betul. Dan saat ini semuanya sudah diselidiki. "


" Berarti selama ini dewa sudah dikhianati oleh pak Gatot? dan dia baru mengetahui nya? " tanya Ais.


" Mungkin iya, aku tidak tau pasti. Cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. Bangkai meskipun disembunyikan seperti apa ya tetap bangkai, tidak akan pernah menjadi bunga. " ujar Raka.


" Yah semoga saja secepatnya bisa terungkap. " ujar Angel.


" Aamiin. " serentak.


.


.


Disisi lain.

__ADS_1


Dewa akan kembali ke klinik untuk menjaga Wira. Dia sedang dalam perjalanan menuju ke klinik. Setelah sampai di klinik dia langsung turun dari mobilnya dan memasuki koridor klinik.


Dia berjalan dengan wibawa, hati yang berbunga-bunga, tersenyum melihat kejadian sebelumnya saat bersama Dinda.


Semoga kamu bisa melupakan Wira, aku harap seperti itu. Sampai kapanpun aku akan selalu menunggumu, Dinda.


Dia berjalan terus tersenyum sampai melewati kamar Wira. Dia berjalan terus kearah belakang klinik, sampai bertabrakan dengan seseorang.


Dduggg


" Aduh. " ujar perawat klinik itu.


" Eh, maaf maaf tidak sengaja. " ucap Dewa.


" Iya tidak apa-apa. " ujarnya seraya meninggalkan tempat itu.


Dewa terdiam seketika.


Aku kenapa bisa ada disini? Bukannya aku mau ke kamar Wira? Bagaimana bisa aku sampai kesini?


Dewa bingung sambil memikirkan hal itu.


Tadi aku turun dari mobil, terus jalan menuju kamar Wira dan mengingat kenangan manis saat bersama Dinda. Lalu? tabrakan dengan perawat? bagaimana bisa?


Ternyata benar apa kata orang. Cinta itu memang buta.


Dewa tersenyum sendiri mengingat kelakuannya.


Lalu pada saat dia ingin kembali ke kamar Wira tanpa sengaja dia melihat Wira dan yang lainnya berkumpul di kantin yang letaknya tidak jauh dari situ.


Seketika pandangannya fokus terhadap Raka.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. Eh kak Dewa mari sini, ikut berkumpul bersama kami. " ucap Wira.


" Iya, mari sini ikut bergabung. " ucap Angel.


" Iya terimakasih. " sambil menarik bangku duduk.


" Mau pesan apa kak? Makan? minum? " tanya wira.


" Mau pesen... "


" Minum aja ya? dikamar ada makanan. Tadi Dinda kesini bawain makanan untukmu. "


" Kesini? " Dewa terkejut.


" Iya, kau lama sekali untuk kembali. Dan untung saja ada mereka, jadinya aku tidak kesepian disini. " sambil melihat kearah Ais, Angel dan Raka.


" Maaf, tadi aku habis mengantarkan Dinda kerumahnya. "


" Dinda? syukurlah kalau dia bersamamu. Tadi dia kesini bersama Ais dan Angel. Lalu saat dia melihat tidak ada kau disini, dia langsung pamit untuk pulang. "


Ais dan Angel kaget karena Wira berbohong kepada kakaknya.


" Benarkah? lalu kenapa dia bisa menangis saat pulang dari sini? "

__ADS_1


" Hmm? menangis? kami juga tidak tau dia kenapa. benarkan Angel, Ais? "


" Tapi Ra... "


" sudah tidak apa-apa, biar aku yang bayar semua minuman ini. " sambil mengkode keduanya mengalihkan pembicaraan.


Aisyah dan Angel mengerti lalu mencoba menunduk.


" Tapi saat ini dia sudah bahagia. " ucap Dewa.


" Benarkah? "


" Iya. benar. "


" Syukurlah kalau begitu. Aku senang mendengar nya. "


Dewa tersenyum lalu melihat kearah Raka.


" Raka. "


" Hmm? "


" Aku berterimakasih ya, atas bantuan mu. Karena mu aku tau siapa orang yang mencelakai Wira. Dan karena mu juga aku mengetahui siapa pak Gatot yang sebenarnya. "


" Tidak usah berterima kasih kepadaku. Sudah sepantasnya kita saling tolong menolong satu sama lain. "


" Baiklah, aku minta maaf kalau selama ini aku dan keluargaku banyak melakukan salah terhadap keluarga mu. "


" Aku juga minta maaf, kalau selama ini aku punya banyak salah kepadamu. "


" Baiklah, kau mau kan berbaikan denganku? " sambil melentangkan tangannya untuk berbaikan.


" Oke, kita lupakan semua masalah kita di masa lalu. Kita mulai lembaran baru. " sambil memeluk Dewa.


" Baiklah. " seraya menepuk pundak Raka.


Mereka lalu melepaskan pelukannya.


" Oh ya, aku dapat informasi dari Deni kalau orang yang menyuruh pak Gatot itu adalah Nino. "


" Apa? Nino? "


Raka mengangguk.


" Bukannya dia sudah meninggal? "


" Aku pikir juga seperti itu. "


" Bagaimana bisa dia melakukan ini semua? "


" Aku juga tidak tau. Pasti ada suatu alasan mengapa dia sampai harus melakukan ini semua. "


Dewa terdiam memikirkan sesuatu.


Nino? Apa benar dia? Lalu.. Wira, dia kan tidak tau apa-apa tentang Nino. Mengapa Nino ingin mencelakai Wira? Atau jangan-jangan dia mengira kalau Wira ini adalah adik kandungku? Lalu, bagaimana bisa dia muncul kembali? Apa dia selamat dari kecelakaan itu? Aku harus berhati-hati.


" Lalu informasi apa yang kamu dapat setelah mengetahui kalau orang yang menyuruh pak Gatot itu adalah Nino? " tanya Dewa.

__ADS_1


" Dia saat ini masih dicari. Polisi masih mencarinya, begitu juga orang-orang ku juga ikut membantu mencarinya. "


__ADS_2