Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Kebenaran 2


__ADS_3

" Sudah Raka, tenang. Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik. " ujar ustadz muda yang sambil menahan tubuh Raka agar tidak menghajar Dewa lagi.


" Kalau memang kakekmu yang melakukan itu semua, kenapa kamu tidak menghalanginya? kenapa kau tidak bilang kepada keluargaku kalau itu perbuatan kakekmu. Kau dan kakekmu sama saja. " ujar Raka yang kemudian menendang Dewa. Seketika itu Dewa terjatuh.


" Sama-sama tega kepada orang lain. " sambungnya sambil menendang-nendang tubuh Dewa. Seketika itu ustadz muda menahannya.


" Sudah Raka, cukup! ini di pesantren, tidak baik memakai kekerasan seperti itu. " ujar Wira kepada Raka yang mencoba menenangkan amarahnya. Raka hanya terdiam.


Kemudian Wira menghela nafas dalam-dalam sambil menutup kedua matanya.


" Dewa, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. " tukas Wira kepada Dewa.


Dewa hanya terdiam.


" Lalu foto itu? kau mendapatkannya dari mana? " sambungnya lagi.


" Foto? " semuanya terkejut.

__ADS_1


" Foto apa Wira? " tanya Angel kepada Wira.


" Foto yang dia tunjukkan kepadaku pada saat dia mengaku-ngaku sebagai kakakku. "


Seketika itu Raka mengingatnya, lalu melihat kearah Deni dan langsung memberikan kode kepadanya. Deni yang mengerti maksud dari bosnya itu langsung melangkahkan kakinya dan mendekati Wira.


" Permisi, maaf sebelumnya jika saya mengganggu. " ujar Deni, semuanya melihat kearah Deni.


" Masalah foto itu, itu foto palsu mas. Dia mengeditnya. Dia memakai foto orang lain yang wajah masa kecilnya yang hampir mirip dengan dia dan juga anda. Dia mengeditnya menjadi satu dan mengganti background dari foto itu. Kalau mas tidak percaya, saya ada buktinya. " ujar Deni lanjutnya lagi sambil mengeluarkan bukti foto yang ada didalam jas nya.


Dan ternyata benar, foto itu sama seperti foto yang ditunjukkan Dewa kepada Wira pada saat itu. Semuanya terkejut melihat itu. Termasuk Afka yang juga terkejut melihat itu, karena diluar dugaannya. Sementara Dewa terdiam menunduk merasa semua kebohongannya telah terungkap.


" Dewa jawab! kenapa kamu diam saja? " ujar Wira dengan nada kesal.


" i,iya Wira. Kau sebenarnya bukan adik kandungku, aku hanya mengaku-ngaku saja. Maafkan aku. " ujar Dewa dengan terbata-bata karena merasa takut.


" Jadi, selama ini kau sudah membohongiku? kau hanya pura-pura baik kepadaku? dan makam itu.. jadi itu makam kedua orang tuamu? " ujar Wira.

__ADS_1


Dewa hanya mengangguk.


Wira kemudian menghela nafas dalam-dalam seakan tidak percaya dengan kenyataan itu, sementara Angel, ustadzah dan juga ustadz muda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya.


" Ya Allah. " ujar Wira sambil melihat kearah langit dan meneteskan air matanya dan tertunduk lesu menjatuhkan dirinya.


Kemudian Raka berlari menghampiri Wira dan memeluknya.


" Wira, kau baik-baik saja? " tanya Raka kepada Wira.


" Aku tidak apa-apa kak. Aku hanya terkejut mendengar semua itu. "


Sementara semuanya hanya terdiam melihat kearah Wira dan Raka. Melihat drama diantara kakak dan adik yang sudah lama tidak bertemu.


" Kau jangan khawatir. Aku dan mama selalu siap menerimamu. Kami juga selalu menantikan kedatangan mu selama ini. Kami selalu merindukanmu. " ujar Raka meyakinkan Wira.


" Benarkah? apa mama siap menerimaku lagi sebagai anaknya? "

__ADS_1


" Ya, tentu saja. Sampai kapanpun kami selalu siap menerimamu. Sampai kapanpun juga kami selalu merindukanmu. Kau adalah adikku, Wira. "


Kemudian keduanya terus mempererat pelukannya seakan seorang kakak yang sudah lama menantikan kedatangan adiknya.


__ADS_2