Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An

Takdir Cinta Sang Hafizh Qur'An
Berbohong


__ADS_3

Dewa terdiam memikirkan sesuatu.


Nino? Apa benar dia? Lalu.. Wira, dia kan tidak tau apa-apa tentang Nino. Mengapa Nino ingin mencelakai Wira? Atau jangan-jangan dia mengira kalau Wira ini adalah adik kandungku? Lalu, bagaimana bisa dia muncul kembali? Apa dia selamat dari kecelakaan itu? Aku harus berhati-hati.


" Lalu informasi apa yang kamu dapat setelah mengetahui kalau orang yang menyuruh pak Gatot itu adalah Nino? " tanya Dewa.


" Dia saat ini masih dicari. Polisi masih mencarinya, begitu juga orang-orang ku juga ikut membantu mencarinya. "


.


.


Disisi lain.


Ustadzah mencoba menghubungi Angel dan Aisyah untuk menyuruhnya kembali ke pesantren.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam, iya ustadzah? " ucap Angel dalam telepon.


" Kalian belum pulang juga dari klinik? "


" Belum ustadzah. "


" Kenapa masih belum pulang? "


" Tadi Wira disini sendirian, lalu dia minta ditemani oleh kami. Mungkin sebentar lagi kami akan kembali ke pesantren. "


" Minta ditemani kalian atau hanya kamu Angel? " ucap ustadzah sambil bercanda.


" Minta ditemani kami. Tenang saja ustadzah, kami enggak akan macam-macam kok. Lagi pula saya kan bersama Ais. Tidak berdua bersama Wira saja. "


" Yasudah, kalau sudah selesai langsung kembali ke pesantren. Dan juga hati-hati ya kalian di jalan. Ustadzah tunggu di pesantren. "


" Siap ustadzah. "


" Yasudah, assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. " ujar Angel seraya menutup telepon dari ustadzah.


Seketika Ais langsung bertanya kepada Angel.


" Siapa yang telepon? "


" Ustadzah, dia bertanya kenapa masih belum pulang. Lalu saya jawab Wira tadi sendirian dan dia minta ditemani oleh kami, lalu kami mengiyakan untuk menemaninya. "


" Saat ini kan Wira sudah ada temannya, lebih baik kita kembali ke pesantren sekarang. "


" Baiklah kalau begitu, ayo. "


Keduanya langsung berdiri untuk berpamitan.


" Wira, Raka, Dewa kami mau pamit untuk kembali ke pesantren. Karena ustadzah sudah menghubungi kami dan mencari kami. "


" Kalian sudah mau pulang? " tanya Dewa.


Keduanya mengangguk.


" Baiklah mari kuantar. " ucap Raka.


" Tidak usah repot-repot Raka. Kami bisa kembali sendiri. " ucap Angel.


" Tidak apa-apa, aku tidak merasa direpotkan. Lagi pula aku juga harus kembali kerumah. Mari biar kuantar kalian. "


Angel dan Aisyah saling melihat.

__ADS_1


" Beneran nih tidak apa-apa? " tanya Ais.


" Iya aku beneran. Mari. "


" Wira, dewa aku pamit untuk mengantarkan Ais dan Angel. Dan aku juga langsung pulang kerumah. " lanjutnya lagi.


" Iya tidak apa-apa. Hati-hati ya ka. " ujar Dewa.


" Iya. "


" Yasudah kalian hati-hati ya. Masalah minuman biar aku yang bayar. " ucap Wira kepada Angel dan Aisyah.


" Iya, kami pamit, terimakasih. Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


Raka, Aisyah dan Angel pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju mobil Raka.


.


Mobil Raka sudah pergi meninggalkan klinik. Didalam perjalanan mereka tampak berbincang bincang.


" Aku boleh bertanya sesuatu kepada kalian? " tanya Raka kepada Angel dan Aisyah.


" Mau bertanya apa? " tanya Angel.


" Kalian sudah lama kenal dengan Wira? "


" Belum lama juga sih, dia itu murid baru. Dia itu pindahan dari Bogor. Seorang siswa dari Bogor yang bercita-cita ingin menjadi seorang Hafizh Qur'an. " ujar Aisyah.


" Hafizh Qur'an? "


" Iya, dia itu sudah hafal beberapa juz Al-Qur'an. Ya meskipun masih di awal-awal, tapi suara dia begitu indah saat melantunkan ayat-ayat Allah. "


" Benarkah? "


Angel yang mendengar itu langsung mencubit lengan temannya itu.


Melihat itu Raka tertawa kecil.


" Tidak apa-apa, aku bisa menjaga rahasia. Kamu menyukai Wira, Angel? " ujar Raka seraya melihat kearah spion.


Angel tersenyum dan membuang muka ke segala arah.


" Apa kamu tau orang tua Wira saat ini ada dimana? apa kamu mengenalinya mungkin? atau pernah melihatnya? "


" Aku juga tidak tau ka, katanya sih orang tua Wira sudah meninggal. Dan itu semua Dewa yang memberi tahunya. " sahut Ais.


" Dewa? " Raka terkejut.


" Iya, memangnya ada apa? kenapa kamu terkejut seperti itu? dan juga kenapa kamu menanyakan hal tentang Wira? " tanya Ais.


" Tidak, tidak apa-apa. Aku cuma ingin tahu saja. " ujarnya.


Raka seketika memikirkan sesuatu.


Dewa? mengapa dia berbohong kepada Wira? sebenarnya apa tujuan dia berbohong kepada Wira? bukankah dia tidak memiliki adik?


Kemudian setelah beberapa saat mobil Raka sudah sampai di area pesantren Pakubumi. Angel dan Aisyah turun dari mobil dan berterima kasih kepada.


" Terimakasih ya, sudah antarkan kami ke pesantren ini. " ucap Angel.


" Iya sama-sama. "


" Tidak mau masuk dulu ke pesantren? "

__ADS_1


" Tidak usah, terimakasih. "


" Aku langsung saja pulang kerumah, mamaku pasti sudah menungguku. " sambungnya.


" Iya baiklah terimakasih, hati-hati ya. " ujar Aisyah.


Raka mengangguk dan menutup kaca mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Aisyah dan Angel memasuki area pesantren. Lalu mereka melihat ustadzah sedang berada di masjid bersama para santriwati dan mereka menghampirinya.


" Assalamualaikum. " ujar keduanya.


" Waalaikumsalam. " sahut ustadzah dan melihat kearah mereka.


" Ehh sudah datang, mari sini ikut berkumpul bersama kami disini. " lanjutnya lagi.


" Baik ustadzah. " jawab keduanya.


Aisyah dan Angel mendekati ustadzah dan berkumpul bersama para santriwati.


.


.


Di klinik.


Wira sudah kembali dari kantin, dan saat ini dia sudah berada di kamarnya bersama Dewa.


Tak lama setelah itu, dokter masuk kedalam ruangan itu untuk mengontrol pasiennya.


" Permisi. " ujarnya


" Iya. Eh, dokter. " sahut Wira.


" Bagaimana keadaan nak Wira? sudah mulai membaik? " seraya mendekati Wira dan mengontrol perkembangan keadaan Wira.


" Alhamdulillah dok, ada perkembangan. "


" Saya cek dulu ya. "


" Iya dok. "


Dokter mengecek luka Wira dan melihat perkembangannya.


" Apa nak Wira ingin pulang? " tanya dokter.


" Ya iya lah dok, saya ingin pulang. Saya tidak betah berlama-lama disini. Saya ingin bertemu dengan teman-teman saya di pesantren. Kenapa dokter bertanya seperti itu? "


" Melihat perkembangan nak Wira dan juga melihat bekas lukanya saat ini, nak Wira sudah dibolehkan pulang besok dan bisa dirawat jalan. "


Mendengar itu Wira dan Dewa terkejut.


" Beneran dok? Alhamdulillah ya Allah. " ujar Wira.


" Tapi keadaan adik saya ini tidak apa-apa kan dok? Maksudnya bisa sembuh secara total? " ujar Dewa.


" Iya bisa mas. Saat ini keadaan dia sudah mulai membaik. Alhamdulillah ini semua terjadi atas izin Allah dan kehendak Allah. " ujar dokter itu.


" Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Untuk mengontrol pasien yang lain. " sambungnya.


" Iya silahkan dok, terimakasih. " jawab Dewa.


Dokter lalu pergi keluar meninggalkan ruangan itu.


" Alhamdulillah, kamu sudah dibolehkan pulang adikku. " ujar Dewa sambil melihat kearah Wira.

__ADS_1


" Iya, alhamdulillah kak. Ini semua terjadi atas kehendak Allah. " sahutnya.


Kemudian mereka saling berpelukan dan bahagia.


__ADS_2