
Di pagi hari yang cerah seseorang tampak sedang berjalan-jalan di taman sambil sesekali bersenandung dengan senyum hangat yang selalu setia ia tunjukkan melalui bibir mungilnya. Dia adalah gadis yang periang. Sifya Aurelia Dirgantara, putri tunggal dari Arya Dirgantara dan Rosiana Dirgantara yang merupakan salah satu orang terpandang di negeri ini. Usia 16 tahun, kulit putih, tinggi,berat badan ideal dan kecantikannya tidak diragukan lagi.
Sifya yang baru lulus dari SMP akan segera memasuki tahun ajaran baru di salah satu SMA Favorit di Kota tempat tinggalnya. Dia merupakan primadona ketika di SMP nya dulu. Ketika Sifya asyik berlari-lari kecil sambil mengejar kupu-kupu tiba-tiba ..
Brakk
Sifya hampir terjatuh, untung saja dengan cepat seorang pria menangkap tubuh rampingnya dalam dekapan pria itu. Sifya mendongak ke atas melihat wajah orang itu yang hanya menatapnya datar.
"maaf, saya tidak sengaja" ucap Syfia seketika langsung mendorong pelan tubuh orang itu.
Namun tidak ada respon. Kemudian Pria tersebut langsung pergi begitu saja meninggalkan Sifya yang masih terdiam di tempatnya.
"Dasar pria aneh" ucap Sifya seketika menghentikan langkah pria itu.
"Ups" Sifya langsung menutup mulutnya. Tanpa menoleh ke arah Sifya Pria itu kemudian pergi lagi.
"Nona baik-baik saja?" terdengar suara seorang pengawal menghampiri Sifya.
"Iya paman" ucap Sifya dengan tersenyum.
Yaps, Sifya selalu di ikuti 2 orang pengawal pribadinya. Walaupun hanya seorang pengawal Sifya memanggil pengawal2nya dengan sebutan paman.
Sean Antonio Adiguna, tampan, usia 16 tahun, tinggi, berkulit putih, sifatnya dingin dan angkuh. Dia adalah putra tunggal dari Simon Adiguna dan Dilaras Adiguna. Keluarga Adiguna adalah orang nomor 1 di Indonesia. Tidak ada seorangpun yang tidak mengenal keluarga ini bahkan tidak akan ada yang berani mengusik keluarga Adiguna. Begitulah adanya orang kaya berkuasa.
Pagi ini Sean sengaja ke taman itu hanya untuk mengingat sorang gadis kecil di masa lalunya yang selalu terukir indah dalam ingatannya. Dia berharap bisa bertemu dengan gadis masa kecilnya itu.
"Huh, kamu dimana sekarang? aku rindu kamu Lia " gumam Sean.
"Minggu depan udah masuk ajaran baru, tidak terasa udah 10 tahun berlalu" ucap Sean.
"bahkan sampai detik ini aku masih ingat semua kalimat yang kamu ucapkan padaku" lirih Sean.
flashback
__ADS_1
"Hei, kenapa kamu menangis? Anak cowok gak boleh cengeng tau" ucap seorang gadis kecil dengan ice cream di kedua tangannya sambil menyodorkannya ke anak laki2 itu.
"Nih, mungkin ini bisa mengurangi rasa sedihmu" ucap gadis kecil itu dengan senyum imutnya.
Bocah laki-laki itu langsung menghapus air matanya dan menatap lama gadis kecil yang dihadapannya itu.
"Ntar keburu cair loh es krim nya" ucap gadis itu lagi dengan senyum manisnya.
"Kamu siapa?" tanya bocah laki-laki itu
"makanya ambil dulu nih es nya biar kita bisa salaman" ucap gadis itu lagi tetap dengan senyum imutnya
Kemudian bocah laki-laki itu mengambilnya dari tangan gadis itu. kemudian berkata..
"Aku gak kenal kamu jadi aku gak boleh sembarangan terima sesuatu dari orang lain" ucapnya datar sambil membuang es krim yang baru saja ia terima.
"Dasar bocah aneh, aku kan tulus kasi es krimnya sama kamu?" kesal gadis itu
Bocah laki-laki hanya diam menatapnya datar.
"Kamu memang aneh ya, tadi kamu nanyak aku siapa giliran aku ajak salaman gak mau" ucap gadis kecil itu dengan kesal
"aku tadi tidak sengaja melihatmu menangis sendirian disini jadi aku nawarin kamu es krim biar kamu gak nangis lagi. Eh, malah es krim nya kamu buang begitu saja." " Lagian ya kamu kan anak laki2 tapi kok cengeng. aku saja yang anak perempuan gak cengeng tuh kayak kamu" ucap gadis itu lagi sambil tersenyum manis.
Bocah laki2 yang melihat senyum imut gadis kecil itu seketika merasa senang dalam hatinya. tapi tidak ia tunjukkan melalui ekspresinya.
"Sean" ucap anak laki2 itu datar
"Nama kamu bagus dan kamu juga sangat tampan"
Ucapan gadis itu seketika membuat Sean mengukirkan senyuman kecil di bibirnya.
Kemudian seorang pengawal memanggil gadis kecil itu.
__ADS_1
"Nona, mari kita pulang. Nyonya menyuruh nona agar segera bersiap" ucap pengawal itu sambil menunduk
"Baik paman" ucapnya
"Aku pergi dulu ya Sean, semoga kita bisa ketemu lagi dan lagi" ucapnya sambil tangan mungilnya meraih lembut tangan Sean dengan tersenyum imut
"Dan jangan pernah nangis lagi oke" ucapnya lagi menoleh ke belakang kemudian pergi
Sean tanpa sadar menganggukkan kepalanya dan menatap dengan lekat kepergian gadis kecil itu. Lia melangkahkan kakinya masuk ke mobil hingga mobil itu membawanya pergi.
"Kamu bawel tapi lucu, aku juga berharap bisa ketemu lagi sama kamu" menatap tangannya yang tadi di sentuh oleh gadis kecil itu
"dan membayar utangku" gumam sean sambil melirik es krim yang sudah mencair yang tadi ia buang kemudian tersenyum kecil
flashback end
"Kamu mungkin udah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan imut" lirih sean sambil membayangkan gadis kecilnya itu
"Kamu dimana sekarang, aku bahkan setiap akhir pekan datang kemari hanya untuk bertemu kamu lia" ucap sean dengan raut muka sedih
"Aku bahkan selalu membawa es krim ini untukmu "
"Apa kamu gak pernah kemari lagi lia?" gumam sean kemudian dia beranjak pergi
Ya 10 tahun yang lalu gadis kecil itu dan keluarganya terpaksa pindah ke kota X dikarenakan bisnis keluarga lia mulai berkembang di Kota X. Sejak saat itu mereka tidak pernah kembali lagi ke kota M yang sebelumnya mereka tinggali hingga minggu lalu mereka kembali lagi ke kota M karena ayah lia telah mengalihkan perusahaannya yang di kota X ke kota M menjadi Pusat Perusahaan mereka.
Dari sinilah kisah Syfia Aurelia Dirgantara dan Sean Antonio Adiguna di mulai 😊😊
_ _ __ _ _ _ _ _ __ __ __ _ _ _ __
maaf ya teman2 kalau bahasanya kurang2 gimana gitu.. maklum baru pemula..😁😁
semoga kalian suka 😊😊
__ADS_1