
"Iya, itu yang aku mau sayang, takut kamu kelelahan."
"Iya"
"Nanti kalau sering aku ajak kerja mau?."
"Kemana?."
"Ya kalau keluar, sambil jalan-jalan."
" Iya kalau aku tidak sibuk."
"Loh ,memang kamu mau kemana?."
"Kepo,udah aku ngantuk sayang ,lemes ,kaki pegel banget."ucap Laura dengan nada suara manja ketanaka.
"Sini aku pijitin sayang."
"Tidak usah, besok kamu kerja nanti cape."
"Tidak apa, kamu lebih cape dari aku,sudah selalu bawa kemana-mana anak kita diperut kan,."ucap Tanaka sambil tangannya menari dikaki Laura.
Tak lama Laura tertidur pulas, Tanaka merasakan pegal ditelapak tangannya ,mengecup kening istrinya dan pergi keluar karena dia mau mengintrogasi pelayan dan supir tadi.
"Ichiro, tolong panggil pelayan laki-laki ,aku minta di pijat."
"Iya tuan,."
Tak lama,
"ini tuan."
"Tolong,pijit tangan saya."
"Kok tangan saja tuan?, tidak sekalian badannya."
"Tidak, tangan ku ini habis pijit kaki istriku yang pegal minta dipijit suaminya bawaaan bayi,."jawabnya bohong
"Hahahahhahaaha ,seorang mafia sekelas tuan mijit kaki,hahahhahahaa."
"Kamu ya Ichiro, seperti tidak pernah saja, dulu istri kamu begini juga kan."
"Iya,dulu juga tuan menertawai saya ,eh sekarang malah saya balikin,hahahahaha."
"Sialan kamu, senang melihat bos sengsara."
"Oh jadi terpaksa dan sengsara, nanti saya bilang deh ke nyonya kalau bos jangan disuruh mijit lagi,hahahahahahaha."
"Jangan lah,oh sekarang kamu mau jadi pengadu ya,oh begitu ."
"Bercanda tuan,hahahahaahha, semenjak ada nyonya hidup tuan seperti berwarna gitu."
" Iya, aku sangat mencintai Laura,
Mana pelayan tadi sudah di interogasi?."
"Sudah tuan dan jawaban mereka semua sama, awalnya nyonya meminta dibelikan semangka untuk mengalihkan perhatian tuan,menyuruh mereka melihat tuan sudah pergi atau belum,padahal satu dari mereka sudah bilang kalau semangka sedang tidak musim,."
"Oh, jadi minta semangka untuk mengalihkan ku ,oh tunggu pembalasan ku ya sayang."
"Jangan begitu tuan, nanti kalau ngambek lagi bagaimana?,repot."
"Ih jangan dibalas, pura-pura tidak tahu saja,lebih aman damai tenteram dan sentosa,."
Tanaka memikirkan Laura pergi lagi dan di bawa ketempat yang lebih jauh sama kak Mayko dan dia tidak mau membayangkan nya,sampai bulu kuduk berdiri.
"Mereka langsung pergi ke toko mainan pinggir jalan, nyonya membeli mainan untuk anak-anak yang sedang dirawat dirumah sakit,sekalian periksa kandungan,."
"Hah, kenapa hal sepenting itu tidak minta aku antar,."
"Sabar tuan, sabar, memang mau nyonya kabur lagi."
Tanaka langsung menggelengkan kepalanya,Lanjut Ichiro
"Dari rumah sakit nyonya sudah mau pulang tapi tidak jadi karena melihat ada tempat senam hamil,ada wanita yang bertanya ke nyonya kenapa tidak sama suaminya padahal mereka semua yang ikut senam ditemani suami, nyonya mengambil kelas Rabu dan Kamis tuan padahal ada kelas Sabtu Minggu."
__ADS_1
"Kenapa tidak yang Sabtu Minggu,."
"Pelayan bilang nyonya tidak mau tuan menemaninya,Sabar ya tuan sabar, bawaan bayi, lanjut, nyonya minta makan di restoran mall terdekat, mereka makan dan membelanjakan pelayan beserta supir ,sudah hanya itu tuan.
"Kapan jadwal dia senam,."
"Mulai Minggu ini tuan itu berarti Rabu besok sudah mulai."
"Oke aku kembali kekamar siapkan agenda ku buat besok,."
"Siap tuan."
Hari pun berganti,
"Sayang, bangun sudah pagi ,kamu kekantor jam berapa?."
"Iya sayang,aku mandi, jam 7 mungkin."
"Yasudah aku siapkan bajunya sama sarapan ya,."
Tanaka hanya mengangguk,padahal dalam hati dia akan mencari tahu apa rencana Laura hari ini.
Setelah Tanaka sudah selesai bersiap .
"Aku berangkat kerja ya sayang,."sambil berciuman,
Laura melepas kepergian suaminya bekerja, sambil senyum bahagia,
"Yes,mau apa ya aku hari ini hem,."ucap Laura sambil masuk kamar dan keluar setelah satu jam dengan gaun selutut tidak ketat lengan pendek,rambut terurai sepatu flat shoes.
Keluar kamar sambil menyuruh pelayan
"Tolong keluarkan Lamborghini merah."
"Baik nyonya."
Laura pergi langsung disusul oleh beberapa pelayan yang diperintahkan Tanaka untuk mengikuti kemanapun istrinya pergi.
Tanaka melakukan panggilan telepon ke Laura.
"Sayang."
"Lagi apa?."
"Lagi nyetir mobil sayang ,aku bawa Lamborghini merah kamu."
"Iya pakai saja,."
Hem untuk saat ini dia jujur, fikir Tanaka
"Kamu mau kemana sayang,kok tidak ngajak aku?."
"Kamu kan lagi sibuk, ya aku tidak ajak lah sayang, nanti aku ganggu kamu kerja,."
"Kalau aku tidak sibuk bagaimana?,mau aku temani?."
Ichiro yang sedang berada disamping tuannya itu pun langsung berfikir kalau ini akan menjadi hari yang panjang untuknya.
"Memang kamu tidak ada meeting hari ini?."
"Tidak ada kok sayang,."
Padahal banyak tempat yang harus dikunjungi, fikir Tanaka
"Oh kenapa tadi mau kerja kalau sekarang bilangnya tidak sibuk."
"Hem aku kira kamu mau dirumah saja sayaaaang."
aduh mau langsung ngomong tapi takut dia ngambek lagi.fikir Tanaka
"Aku cuma mau ke spa massage, kaki aku masih pegel sayang ,ini sudah mau Sampai."
"Oh aku boleh kesana? ,sayang."
Ichiro yang mendengar percakapan itu langsung melirik bosnya
__ADS_1
Aduh aku lagi yang kena gantiin tuan Tanaka meeting ,.fikir Ichiro.
"Boleh, datang saja."
"Yes, aku langsung berangkat."
"Iya hati-hati ya."
"Iya,."
Selesai melakukan panggilan telepon
"Ichiro, kamu gantikan saya disemua agenda hari ini dan kalau ada yang tidak kamu mengerti , kabarin saya, ok."
Tuh kan bener ,.fikir Ichiro
"Iya tuan,." dengan nada pasrah
Tanaka langsung bergegas pergi menyusul laura di spa.
Sesampainya di sana,
"Kalian semua pergi bersama Ichiro, tugas sudah selesai,."perintah ke anak buahnya
"Siap tuan."
Didalam tempat spa
"Selamat datang tuan,apa sudah ada pemesanan."
"Saya kesini mau spa bareng istri saya namanya Laura, wanita berambut pirang."
"Oh iya anda tuan Tanaka , silahkan ikuti pelayan kami."
"Iya terimakasih."
Sesampainya di kamar spa, dari tempatnya duduk,Laura sudah bisa melihat kedatangan Tanaka.
"Sayang, kamu sudah sampai,."sambil di pijit bagian kaki posisi duduk selonjoran.
"Iya sayang baru sampai."
"Itu ganti bajunya disana terus kesini lagi, nanti yang pijit laki-laki."
"Iya sayang."
"Sis,trapis yang laki-laki sudah ada kan,."tanya Laura
"Sudah nyonya."
Tanaka selesai ganti baju,
"Sayang,kamu dipijit sama dia."ucap Laura sambil menunjuk kearah terapis.
"Oke,."ucap tanaka sambil duduk seperti Laura.
"Kamu tidak tiduran saja sayang,."
"Oh bisa sayang,."
"Iya kan disana ada bed, kalau aku hamil jadi di sini duduk lebih nyaman sayang."
"Ya aku disini saja sama kamu sayang ku."
Sambil dipijat Laura melihat ponsel , tersenyum sendiri ,Tanaka yang sedari tadi melirik langsung mengambil ponsel Laura dan mengganti dengan ponsel miliknya.
"Hah sayang,ih rese banget kamu, balikin."
"Tidak,aku mau lihat."
"Egois, ibu hamil tidak boleh stress tahu."
"Pinjam sebentar sayaaaang."
____________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)