Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
permohonan maaf


__ADS_3

Laura mengeluarkan ponselnya,


"Halo, sayang,tolong blokir semua media tentang gosip Yuki.


"Oke sayang,."ucap Tanaka.


Tanaka yang masih berdiri diruang tamu bersama dengan Ichiro pun langsung meminta sang paman untuk bertanggung jawab,dan mitsuya menyanggupi permintaan dari Laura.


Mitsuo masih meringis kesakitan tapi tidak ada yang berani membantunya karena akan dihalangi oleh Ichiro,Tanaka menghampiri papanya yuki.


"Maaf atas keributan yang sudah istriku lakukan disini."


"Ah, tidak perlu tuan Tanaka,kami sudah menganggap Laura seperti anak kami sendiri dan Yuki juga sangat menyukai Laura jadi tidak masalah sama sekali."


"Hem, baiklah tentang Yuki memang lebih baik diurus oleh Laura saja."


"Aduh papa,masa tuan Tanaka diminta berdiri saja, silahkan tuan anggap saja rumah sendiri,."ucap mamanya Yuki saat dia sudah kembali turun kelantai bawah.


"Iya, terimakasih Tante."


"Ais,jangan sungkan,Tante yang seharusnya berterimakasih karena sudah merepotkan kamu dan Laura hari ini."


"Tidak juga Tante,Laura juga semalam seperti gelisah dia sulit tidur, ternyata adik kesayangannya dibuat menangis oleh pria itu."ucap Tanaka sambil menunjuk kearah Mitsuo


Orang tua Yuki tidak mengatakan apapun lagi, mereka tidak akan bertanya karena Laura sudah berada disini sekarang dan lebih mempercayai dia untuk mengurus semuanya.


Sedangkan Laura dan Yuki sudah ingin keluar dari dalam kamar,saat sedang menuruni tangga,Yuki melihat kearah Mitsuo yang masih meringkuk menahan rasa sakit akibat serangan dari Laura tadi.


"Kakak,apa?."


Laura yang mengerti arah pembicaraan Yuki, dia langsung menebaknya.


"Dia ,sudah habis aku hajar sampai seperti itu."ucap Laura dengan senyuman sinis


Yuki sekarang merasa tidak tega melihatnya,Laura sangat mengerti sifat Yuki.


"Kamu kasihan?."


Yuki tertegun sejenak saat mendengar ucapan dari mulut Laura.


Sedangkan Laura hanya senyum saja melihat ekspresi wajah Yuki,itu ekspresi wajah Laura saat melihat Tanaka sakit karena ulahnya,tapi bedanya sekarang, Tanaka sangat lebih sabar menunggu tidak seperti Mitsuo.


Kemudian Laura mengambil ponselnya untuk menghubungi seorang dokter pribadinya untuk datang kerumah Yuki.


"Ichiro, tolong antarkan Mitsuo kedalam kamar tamu disana."ucap Laura sambil menunjukkan kesebuah pintu dilantai bawah.

__ADS_1


"Baik nyonya."


Ichiro langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Laura, dengan bantuan beberapa anak buahnya , Ichiro membawa Mitsuo kesebuah kamar.


Laura dan Yuki berjalan menuju sofa ruang tamu untuk duduk bersama dengan Tanaka dan orang tua Yuki.


"Papa sama mama tidak perlu khawatir." Ucap Laura yang ingin menenangkan hati orang tua Yuki.


"Papa dan mama sudah tidak khawatir lagi kalau kamu yang berada disamping Yuki sekarang,Laura maaf ya dari dulu kami hanya bisa membuat kamu susah."ucap papanya yuki dengan nafas lemah.


"Papa tidak perlu sungkan seperti itu karena Laura juga sudah menganggap papa dan mama seperti keluarga sendiri."


Laura tahu kalau orang tua Yuki sangat mempercayakan Yuki kepada Laura untuk di didik.


Yuki hanya tersenyum kecil, setiap matanya melihat Laura ,dia sudah seperti anak kecil yang melihat permen saja.


"Yuki,papa mau kamu sekarang bilang, sejak kapan kamu berhubungan dengan tuan muda Mitsuo itu."


Mendengar ucapan dari mulut sang papa pun Yuki langsung tertegun lalu dia cepat bereaksi.


"Aku tidak punya hubungan apapun dengan dia pa."ucap Yuki sambil memajukan bibirnya.


"Kalau kalian tidak memiliki hubungan, lalu kenapa Mitsuo bilang dia mau melamar kamu?."


"Aku dipaksa pa ,sama dia, Yuki tidak suka dengan pria arogan seperti Mitsuo itu."


"Usir saja pa,aku tidak mau dilamar pria preman itu."


Semua orang yang berada disana pun langsung diusir,dan tak lama dokter datang untuk menyembuhkan Mitsuo dikamar tamu.


"Kak,boleh aku tinggal dirumah kakak Steven untuk sementara?,aku masih takut jika harus kembali ke apartemen, soalnya Mitsuo itu pernah sekali dia membobol password kunci pintu apartemen aku ka."


"Memang maniak sekali ya orang itu, tenang saja,kalau memang kamu kurang nyaman diapartemen,kamu boleh tinggal dirumah ka Steven untuk sementara dan kamu tidur di kamar yang dulu kakak tempati."ucap Laura sambil tersenyum


Yuki sangat bahagia karena dibolehkan untuk menginap,tak lama terdengar suara langkah kaki dan teriakan dari arah kamar tamu.


"Tidak,Yuki harus bertunangan dengan ku hari ini juga atau langsung menikah saja." Ucap mitsuo sambil berteriak dan berusaha untuk mendekat kearah Yuki yang sedang duduk disamping Laura.


"Kamu masih berani?."ucap Laura sambil menatap kearah Mitsuo dengan tatapan sinis.


Mitsuo yang melihat itu langsung menjatuhkan tubuhnya,duduk sujud didepan Yuki.


"Sayang, maafkan aku, tolong jangan perlakuan aku seperti ini, bukankah kita sudah bersama sekarang."ucap mitsuo dengan nada suara lirih sambil ingin meraih tangan Yuki.


Yuki mencoba melihat kearah laura untuk meminta kepastian,

__ADS_1


Kasihan dan cinta itu beda tipis,itu yang sedang dilihat oleh Laura saat menatap wajah dan mata Yuki.


Mitsuo sangat mengerti tentang arti tatapan Yuki kearah Laura,Yuki sangat menurut dengan apa yang Laura katakan.


"Kak Laura,aku tahu kalau aku salah, tolong, untuk menebus semua kesalahan aku kepada Yuki."


"Tapi Yuki tidak mau."


Kini Mitsuo menatap kearah Yuki,


"Sayang, bukankah kita sudah berdiskusi semalam,kamu mau membuka pintu hati kamu untuk aku."


Yuki masih bingung,dia kasihan dengan Mitsuo tapi dia tidak mau bersama Mitsuo.


"Hah, baiklah begini saja,Yuki menginap dirumah kak Steven, sementara Yuki menjadi tanggung jawab kamu Mitsuo, aku dan Tanaka akan berlibur ke Amerika, jadi kalau sampai terjadi apa-apa dengan Yuki, kamu berurusan dengan ku,."


Mata Mitsuo langsung berbinar-binar menatap kearah Laura,


"Ya,ya kakak,aku pasti akan menjaga Yuki dengan baik,"sekarang Mitsuo menatap kearah wajah Yuki,"sayang,dengar apa yang dikatakan Kak Laura,kamu mulai sekarang adalah tanggung jawab aku,oke."


Yuki hanya menunduk lemas,tapi entah kenapa hati kecilnya sangat senang.


Sedangkan Tanaka hanya tersenyum mengerti melihat kearah istrinya.


Laura dan Tanaka pun pamit pulang, sesaat mereka sudah didalam mobil.


"Sayang,menurut aku mungkin ini bagus untuk mereka berdua."ucap tanaka


"Ya,aku hanya ingin melihat Mitsuo membuktikan apa yang aku lihat dari matanya."


"Bukankah mereka berdua mengingatkan kita sesuatu sayang."


Saat mendengar ucapan dari mulut Tanaka, Laura langsung mengarahkan pandangannya kearah Tanaka.


"Jadi menurut kamu,Yuki dan Mitsuo itu mirip siapa?."ucap Laura , sebenarnya dia tidak terlalu ingin tahu.


"Mirip kita bukan,tapi bedanya Yuki itu tidak bisa melawan Mitsuo,coba kalau itu kamu sayang, pasti tidak akan bisa semudah itu Mitsuo membius kamu."ucap tanaka


Laura memang sudah menceritakan apa yang dia lakukan dan obrolkan dengan Yuki ke Tanaka,dan memang saat Laura mendengar insiden penculikan tadi malam.


Laura sudah tidak memikirkan siapapun, kecuali Mitsuo, pasti dia yang sudah menculik adinya itu,dan benar saja saat menerima informasi kalau yuki sudah berada dikediaman orang tuanya bersama Mitsuo,Laura sudah sangat marah dan panas hati.


____________________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2