
Dari sore hari sudah banyak sekali orang yang datang ,dari mulai yang membawakan baju, sepatu,bahkan bisa dibilang dari ujung rambut sampai ujung kaki.
ada juga orang dari makeup artis datang dan memoles wajah Laura sehingga terlihat sangat cantik ,laura menerima itu semua sebab dia tidak mau ada yang terluka seperti kemarin, yang sempat dia tolak.
Laura memakai gaun putih mutiara yang pas ditubuh dengan belahan dada tinggi, berlengan panjang serta rambut pirang yang digerai dan dijepit kebelakang sedikit, yang terakhir ada orang datang dari toko perhiasan berlian ternama menjejerkan seluruh koleksinya didepan Laura
Tanaka berpesan dichat,
"pilih yang kamu suka sayang, jangan membantah."
"Hem, maaf sis, aku sudah ada kalung sendiri."
"iya kalung itu juga dari salah satu koleksi toko kami ,tuan Tanaka, memang dia itu adalah pelanggan kami ,sudah banyak wanita yang dibelikan berlian ditoko kami sis."
"Wanita banyak yang mana kalau boleh tau?."
Terdengar suara yang tidak asing,Dari luar pintu, Ichiro san.
Orang itu membuat pegawai dari toko perhiasan menjadi salah tingkah dan takut, mereka pun langsung membungkukkan tubuh dan kepala,tidak berani untuk menatap Ichiro.
Ichiro yang sudah berada didalam rumah pun langsung mendekat kearah Laura.
"saya diminta tuan tanaka untuk menjemput nona Laura dan kalian jawab pertanyaan saya tadi."dengan nada membentak kepelayan tadi.
Pelayan itu hanya diam, mereka tidak bisa berkata ,saking takutnya,dengan membungkuk dan memohon ampun.
"maafkan kami tuan Ichiro, kami tidak bermaksud untuk menjelekkan nama tuan Tanaka ampun tuan ampun."
Ichiro langsung menyuruh orang yang dia bawa untuk memberikan pelajaran kepada pelayan itu,dengan cepat Laura melerai mereka.
"Ichiro san, tidak usah berlebihan seperti itu,Mereka sebenarnya bermaksud baik karena mereka wanita sama denganku,Jadi, bisa tidak aku mohon padamu untuk tidak melaporkan ke tuan tanaka."ucap Laura tanpa melihat kearah pria itu,sambil melihat-lihat koleksi perhiasan.
" baiklah ,saya anggap ini tidak pernah terjadi karena nona Laura yang bicara,buat kalian, ini peringatan,Nona Laura ini calon istri tuan Tanaka jadi jangan main-main."
Mereka tertegun sejenak, pelayan itu langsung menatap kearah Laura, Laura bilang jangan percaya, bohong,dengan bahasa tubuh sambil tersenyum.
" jadi menurut kalian aku pantasnya pakai yang mana?."
"yang ini nona."
"yasudah aku pilih yang ini dan kalian bisa pulang ."
" iya terima kasih nona ."
Pelayan itupun pergi dan Laura masih bimbang untuk datang kepesta ,perhiasan masih berada ditangan dan laura masih duduk disofa.
"Ichiro san tidak minum dulu dan mengobrol?."
Mungkinkah ada keajaiban untuk aku bisa mengulur waktu maksudnya supaya agak berlama-lama, fikir laura
__ADS_1
" tidak bisa nona, pesta sudah dimulai dan tuan meminta anda datang segera, Semoga nona bisa mengerti."ucapnya tenang sambil membungkukkan badan
"iya ,ayo kita berangkat."
Ichiro meminta anak buahnya yang wanita membantu memakai kalung keleher laura,merekapun pergi kepesta itu.
Sesampainya disana laura ingin turun , pengawal Tanaka dengan sigap membukaan pintu mobil.
"Silahkan nona ."
saat laura turun semua mata tertuju kepadanya,seperti sedang melihat seorang putri turun dari kereta kencana,Ada pelayan yang meminta jaketnya,dari jauh Tanaka melihat laura tanpa berkedip.
laura baru Mulai melangkah masuk tapi langsung saja ada salah satu tamu yang ingin mengajaknya berbincang sambil membawa minuman.
Dengan tersenyum manis pria itu mendekat dan menjulurkan tangan yang sedang memegang gelas berisi wine.
"maaf aku tidak minum, Tuan."ucap Laura mencoba menolak dengan halus
"Kalau boleh tahu kamu, kesini sama siapa ,sendiri?,apa kita bisa berkenalan mungkin."
"dia bersama saya, kalau kamu sangat ingin tahu."
Tiba-tiba Tanaka sudah ada didepan Laura yang sedang berbincang dengan pria tadi.
Pria itu mengenal dengan jelas siapa pemilik suara barusan.
"oh ,jadi dia yang ditunggu oleh orang yang sedang berulang tahun, maaf deh Tanaka."
"Yang tadi itu siapa?." tanya laura
"teman kampus dulu,Kamu kenapa baru datang sayang, aku sudah cemas menunggumu dari tadi ."
" tadi hem."
"yasudah lupakan, sekarang kamu temani aku menyapa tamu ya sayang."
Tangan tanaka dengan cepat mengambil tangan Laura untuk dia genggam tapi dengan cepat juga tangannya mengelak.
" aku tidak mau, malu ,aku disini saja ya."
"Baiklah tapi awas ya, kalau ada Cowok yang deketin kamu seperti tadi."
" kok gitu"
"iyalah Karena kamu itu hanya milikku, sayang."ucapnya sambil mencubit pipi Laura
"Ih,nyebelin."
Tanaka pergi dengan senyuman membiarkan laura sendirian,Laura melangkah menuju jamuan makan hidangan pesta, sedang asik makan ,Ichiro naik keatas panggung dan menyebutkan nama Laura untuk membawakan sebuah lagu menggunakan piano.
__ADS_1
sampai-sampai Laura kembalikan makanannya ke meja,Ichiro mendatangi Laura dan bilang kalau pianonya sudah siap.
"silahkan nona."
"tapi aku tidak mau."
"satu lagu saja."
Dengan terpaksa laura menuruti dari pada dia malu seperti ini.
tahu dari mana dia, kalau aku bisa bermain piano.fikir Laura
Sesampainya diatas panggung,Laura duduk didepan piano
" lagu apa?."
" yang ini nona."ucap Ichiro yang sambil menunjukan layar ponselnya yang menunjukan judul musik.
Laura mengangguk sambil memulai permainan pianonya,Saat mendengar dan menyaksikan Laura bermain piano ,Tanaka seperti bertambah kagum dan dia berbicara keichiro.
"tahu dari mana kalau dia bisa bermain piano."
" dari Tante nona Laura tuan ,saat mau menjemputnya,saya bertemu dengan tantenya dan saya bilang tentang acara ini,ya tantenya nona Laura bilang untuk meminta keponakannya itu bermain piano dia sangat handal karena dulu itu hobinya."
Tanaka hanya tersenyum,laura selesai bermain piano dengan diiringi tepuk tangan meriah dari para tamu undangan,Tanaka menghampiri laura yang sedang mau berdiri untuk turun dari atas panggung ,bukannya mengambil tangannya,laura malah digendong Tanaka untuk turun,Laura sedikit malu saat diperhatikan banyak orang.
dari luar terdengar suara keributan ada wanita yang memaksa untuk masuk sambil membawa pedang, dia bilang kalau dirinya itu pacar Tanaka.
ternyata dia wanita yang menghubungi tanaka pagi tadi,saat ponsel Laura direbut Tanaka.
Didepan halaman rumah tanaka,wanita cantik itu sudah seperti orang gila, berteriak sambil menangis.
" Dimana Tanaka dan wanita penggoda itu, aku mau bertemu ,dia telah membuatku gila."
Tanaka keluar menuju kehalaman rumahnya dengan wajah marah.
"ada apa ini,beraninya kamu kesini."Tanya tanaka
Saat tanaka muncul,wanita itu langsung menatap kearah Tanaka dengan wajah sendu.
" sayang, aku tidak diijinkan masuk oleh anak buah kamu, sayang tolong aku."Pinta wanita itu
Laura melihat kearah wanita itu dengan wajah kasihan karena Tanaka meminta anak buahnya untuk menangkap dan menyeret keluar wanita itu.
tapi sekarang wanita itu memberontak dan mengambil Sandra seorang anak kecil yang tadinya sedang berada tak jauh dari sana ,anak dari salah satu pelayan,hal itu membuat laura sangat kaget.
Aku harus menyelamatkan nyawa anak itu,fikir Laura
______________________________________________
__ADS_1
bersambung
(^∆^)