Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Episode 7


__ADS_3

5 menit sebelum bel masuk berbunyi Sifya pamit pada sahabat-sahabatnya hendak ke toilet.


"Gue ke toilet bentar ya guys" pamit Sifya


"Perlu gue temenin fi?" tanya Chaca sambil mengunyah mie rebus pesanannya


"Gak usah fi, lo lanjutin makan lo saja" jawab Sifya


"yaudah kita lanjut makan ya, lo hati-hati fi awas ada penunggunya" canda Ranti


"Nggak bakalan penunggunya ganggu orang cantik kayak gue" sahut Sifya memasang wajah imutnya


" ya.. ya...Sifya cantik, imut, manis dan juga baik hati.. yaudah buruan lo sono pergi ke toiletnya entar keburu bel masuk bunyi" ucap Resti sambil mengibaskan tangannya menyuruh Sifya lekas jalan


"Hahaha.. iya ya gue pergi" sifya tergelak berhasil menggoda sahabatnya kemudian dia segera bergerak menuju toilet


Di sekitaran tempat duduk yang mereka duduki terlihat beberapa siswa berusaha sesedikit mencuri pandang pada ke empat gadis cantik itu dan memperhatikan setiap gerakan serta raut wajah mereka yang senantiasa mampu menggetarkan jantung siapapun yang melihat mereka tersenyum manis.


Sama halnya dengan 3 laki-laki famous yang berada di sudut kantin sedang menikmati makanannya sesekali memperhatikan gadis-gadis yang menjadi bahan obrolan manis di kantin itu. Akan tetapi ada satu diantara mereka yang terlihat serius memperhatikan salah satu dari empat gadis itu. Dia adalah Regan Adista. Sebagai anak yang terlahir dari salah satu orang terkaya di negeri ini, tidak menutup kemungkinan lagi kalau Regan termasuk jajaran laki-laki yang nantinya akan di idam-idamkan setiap wanita menjadi pendamping hidup karena selain kaya ia juga tampan.


"Mereka bener-bener gadis-gadis yang menarik, dari tadi telinga gue bising mendengar obrolan-obrolan mengagumi kecantikan mereka" ucap Rey sembari menyesap minuman di depannya


Regan melihat salah satu gadis itu beranjak dari duduknya seketika ia juga langsung beranjak tanpa berbicara


"Lah, mau kemana lo Re?" tanya Sandy


"Bentar gue mau ke toilet" jawab Regan


Kemudian Regan segera meninggalkan kantin


Setelah Sifya selesai dari toilet lalu ia berjalan tanpa sengaja ia ketemu dengan Sean yang kebetulan juga baru keluar dari toilet pria. Mereka sejenak saling melempar pandangan. Sifya melihat Sean pun berbicara sendiri tapi tidak terdengar oleh Sean. Sean mengernyitkan dahinya.


"Kenapa harus ketemu dia sih" gumam Sifya dengan raut muka kesal ketika melihat Sean yang juga keluar dari toilet lalu ia melangkah lagi menuju kelasnya


Sean bingung melihat Sifya yang berbicara sendiri sambil menatap dirinya kesal.


"Dia kayak kesal melihat gue. apa barusan dia maki gue ya? ucap Sean dalam hati kemudian melangkahkan kakinya

__ADS_1


Regan melihat Sifya berjalan di koridor segera menghampiri gadis itu.


"Hai" sapa Regan dengan raut wajah datar membuat siapapun yang ia sapa akan merasa kebingungan karena sapaannya tidak seperti sapaan biasanya


"Hmm? Lo nyapa gue?" tanya Sifya menoleh ke samping dan ia juga merasa bingung dengan nada sapaan pria disampingnya ini


Wajah cantik Sifya terlihat jelas di hadapan Regan ketika gadis itu menoleh kearahnya karena mereka sekarang berjalan beriringan membuat jantungnya deg-degan tiba-tiba


"i-ya" ucap Regan terbata


Melihat kegugupan pria disampingnya ini Sifya langsung tertawa lepas. Jantung Regan pun berdegub makin kencang melihat gadis itu menertawainya. Tiba-tiba bel masuk berbunyi.


"Gue duluan ya" pamit Sifya sambil tersenyum lalu meninggalkan Regan yang masih dalam kegugupannya


Seketika Regan menghentikan langkahnya karena Sifya tersenyum padanya hingga ia hanya bisa terdiam tanpa menjawab kalimat Sifya tadi.


"Duh, jantung gue masih normalkan? kenapa bisa segugup ini?" meraba dadanya lalu menepuk pelan dahinya


"Dia bener-bener sangat menawan" lalu ia melangkah ke ruang kelasnya dengan senyum bahagia di wajahnya


"Rey, tu Regan kenapa ya kok senyum-senyum sendiri?" tanya Sandy pada Rey ketika mereka tiba di depan kelas dan Regan sedang berjalan ke arah mereka.


"Lo kesambet Re? tanya Sandy


"Hah? Maksud lo apa?" tanya Regan balik


"Dari tadi lo senyum-senyum sambil jalan. Lo kenapa? kesambet setan kamar mandi?"


pletak


Regan memukul kepala Sandy reflek


"Sembarangan lo ngomong. Gue habis ketemu bidadari" Jawab Regan memasang kembali senyum di wajah tampannya


"Eh? Beneran kesambet ini anak. Mana ada bidadari di toilet?" gumam Sandy seraya melangkahkan kakinya masuk menyusul Regan dan lainnya


Tidak terasa beberapa jam kemudian saatnya mereka untuk pulang. Bel baru saja berbunyi menandakan pelajaran telah usai. Para siswa berhamburan keluar. Beberapa siswa mulai berjalan ke parkiran untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing.

__ADS_1


Begitu juga dengan Sifya dan sahabatnya mereka menuju parkiran.


"Kita nge mall dulu yuk guys" ajak Resti


"Gue sih mau aja" sahut Ranti


"Lo gimana fi? tanya Chaca pada Sifya


"Gue nelfon mami gue dulu ya" jawab Sifya lalu mengambil ponselnya dan menghubungi mami Rosi


Chaca, Resti dan Ranti pun berdiri di depan mobil mewah Chaca yang mereka bawa tadi pagi. Mobil yang baru 1 minggu Chaca beli. Ia sengaja membelinya agar tidak perlu merepotkan keluarga Dirgantara yang meminta supir khusus keluarga Dirgantara mengantar jemput mereka kemana saja. Chaca kurang menyukai itu. Terlebih dia memang sudah mahir mengendarai mobil. Sehingga ia membujuk ayahnya untuk mengijinkannya membeli mobil untuk ia pakai selama sekolah di Kota M.


"Gue udah ijin sama mami. Kuy berangkat" ajak sifya pada ketiga sahabatnya


"Kuy" Jawab mereka berbarengan


kemudian ke empat gadis itu masuk mobil dengan chaca yang duduk di belakang setir.


Mobil itu pun mulai meluncur dengan kecepatan sedang dan mulai meninggalkan area sekolah.


Disaat yang bersamaan Sean dan juga sahabatnya berjalan ke arah parkiran.


"Kita langsung cabut ke apartemen kan bro" tanya Rey


"Iya gimana Se? kita mulai hari ini kan tinggal di apartemen?" tanya Sandy lagi


"Lo semua duluan saja. Gue disuruh ke kantor bokap bentar" jawab Sean


"Yaudah. Yok kita gerak sekarang" ajak Rey


Lalu mereka hendak masuk ke mobil begitu juga dengan Sean hendak memakai helmnya


Kemudian mereka bertiga melirik Regan yang masih tetap berdiri sambil celingak-celinguk seakan mencari seseorang berharap ia bisa bertemu dengan bidadarinya sebelum ia pulang.


"Tu anak dari tadi tingkahnya memang aneh" ucap Sandy seakan tahu isi pikiran Sean dan Rey


"Regan, buruan. Kita masih harus ke mall nih beli cemilan dan beberapa minuman" teriak Rey dari dalam mobilnya

__ADS_1


"Oh Iya" sahutnya dengan wajah kurang semangat karena tidak bertemu dengan gadis yang selalu mengisi pikirannya itu


Kemudian kendaraan mereka berempat mulai bergerak keluar dari area sekolah menuju tujuan mereka masing-masing.


__ADS_2