Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
menyerahkan 2


__ADS_3

Laura berjalan kearah pintu,


Saat sudah berada didalam ruangan itu,dia langsung menuju kolam yang dilihat didepan matanya ,Tanaka sudah lebih dulu berada didalam kolam.


dipinggir kolam Sebelum turun untuk berendam Laura membuka handuk kimononya, dilihatnya Tanaka berjalan dari dalam kolam kearahnya,Saat laura melangkah untuk turun kedasar kolam,Tanaka memberikan sambutan tangannya meminta Laura untuk meraihnya.


Laura menurunkan kaki sambil menyambut tangan Tanaka, dia langsung ditarik oleh Tanaka sampai mereka masuk kekolam secara berbarengan,Tanaka langsung memeluk tubuh Laura sedangkan Laura merangkul pundaknya sambil bibir mereka saling bertemu.


berciuman seakan sampai rasa hati ini tidak ingin lepas dari cumbuannya,sesaat tatapan mata mereka bertemu , mereka melanjutkan ciuman yang tadi terjeda.


kini ciuman tanaka itu pindah keleher, tak sadar Laura mendesah,Tanaka hanya tersenyum sambil melanjutkan cumbuannya ,ciuman itu turun kedadanya tapi kali ini dia sadar kalau Laura tidak menghentikan kegiatan cumbuannya itu.


Lalu Tanaka menatap Laura,


"sayang ,apa kamu bahagia bila bersamaku."


"Iya Sayang."


Tanaka langsung mencumbunya tanpa ampun saat laura memanggilnya dengan sebutan sayang untuk pertama kalinya.


" I love you sayang." bisiknya ditelinga Laura mesra.


"i love you to."


tanaka langsung menatap Laura lagi .


"Apakah ini mimpi sayang."


Laura hanya menggelengkan kepalanya,Tak lama mereka berciuman lagi,tanaka mengangkat tubuh laura,membawanya ketepi kolam,memakaikannya kimono mandi , menggendongnya lagi menuju kamar.


"kamu sudah makan belum sayang?."


"sudah."


Tanaka langsung menatap wajah Laura seakan tidak percaya.


"Kamu belum makankan,Kita makan dulu ya sayang."


Sambil membawanya duduk disofa ,mencium bibirnya mesra,tanaka mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya,duduk disamping laura sambil meraih telepon rumah .


"halo ,bawakan makanan kekamar , saya dan nona mau makan."


Setelah selesai tanaka langsung menutup telepon dan langsung meraih tubuh Laura untuk dia peluk.


"Kenapa sayang kok diam saja,Mau aku cium lagi."


"ah, aku tidak apa-apa."


saat itu fikiran Laura hanya kesteven bagaimana keadaannya sekarang,laura melihat Tanaka memegang ponselnya kembali,Laura tidak tahu kalau Tanaka meminta Ichiro sesudah menjemput, dia harus menemukan orang pemilik nomor rekening yang Tanaka transfer uang.


Tanaka merasa ada yang aneh dari Laura.


"sayang,Kamu kenapa?."ucap Tanaka Sambil menarik Laura untuk duduk dipangkuannya

__ADS_1


"tadi sudah dibilang aku tidak apa-apa."


Terdengar suara dari luar,suara dibalik pintu


"Tuan makanan sudah siap."


"bawa masuk."perintahnya kepelayan


"lepasin,aku malu, itu ada yang mau masuk."


"kenapa malu,mereka semua juga sudah pada tahu."


Pelayan yang mengantar makanan langsung masuk, Sambil melihat kearah Tanaka dan Laura yang wajahnya sudah sangat merah.


"lepasin tuan."bisiknya


"tidak mau."ucap Tanaka sambil mencium bibir Laura


Yaampun malunya dilihat banyak orang dalam posisi seperti ini, fikir Laura


Saat para pelayan sudah selesai ,Tanaka baru melepaskan ciumannya dan pelukan eratnya.


"ih bukan dari tadi juga,malu tahu."


"nanti habis makan,Kita seperti tadi lagi ya sayang."


Tanaka menurunkan Laura dari pangkuannya ,mereka langsung menyantap makanan yang sudah disediakan.


"Iya."


"tapi masih enakan masakan kamu sayang."


"masa sih."


"iya beneran, jadi mulai besok masakin aku setiap hari ,belanja pakai kartu ATM yang sudah aku kasih dahulu ya."


" iya."


Makanan sudah habis ,Tanaka langsung ******* bibir Laura, mereka meneruskan apa yang tertunda tadi,Tanaka membaringkan tubuh Laura diatas tempat tidur, membuka handuk kimono yang sedang Laura pakai ,bikininya juga tidak luput dicopot.


mereka sekarang dalam keadaan tidak memakai sehelai benangpun ditubuh masing-masing .


"kamu sudah siap sayang?."


"Hem, apa akan terasa sakit?."ucap Laura sambil tangannya yang melingkar dipundak Tanaka.


"aku akan bergerak lembut,nanti kalau sakit bilang ya?." Sambil melanjutkan ciuman panas itu yang turun keleher ,turun kebawah ,mulai mengecup dadanya.


Laura mendesah memanggil sayang keTanaka.


"ah sayang."


Tanaka yang mendengar ******* nikmat Laura kini menambah ritme cumbuannya lalu pindah keperut, saat itu tangan Laura menarik kepala Tanaka untuk kembali keatas ,dengan saling menatap dan nafas yang naik turun Laura mencium Tanaka dengan lembut, Tanaka memulainya.

__ADS_1


"ah sakit sayang."Sambil meremas pundak Tanaka.


"tahan ya sayang kamu belum pernah jadi masih sakit, nanti juga sakitnya hilang terus berubah menjadi enak."bisiknya.


Saat memasukkannya lagi ,Laura hanya bisa mencengkram bahu dan rambut tanaka,Kini semua yang iya miliki sudah menjadi milik Tanaka,Laura sudah mencapai batas kemampuannya tapi Tanaka masih belum mencapai puncak.


"sayang,,,sudah,,,sakit."rintih Laura


tanpa menghiraukan rengekan Laura, langsung saja tanaka menciumnya,setelah beberapa lama kemudian Tanaka mencapai puncak kenikmatan dan melepaskan semua didalam tubuh, Cairan yang tidak pernah tanaka keluarkan kedalam tubuh wanita manapun, hanya Laura ,wanita satu-satunya yang Tanaka inginkan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak,tapi berbeda dengan Laura ,dia ingin ini menjadi pertemuan terakhir mereka.


"maaf ya sayang ,tapi tadi tanggung banget aku belum bisa lepas, kamu kesakitan ya."


Laura hanya menganggukan kepalanya.


Tanaka mencium kening Laura dan berbisik.


"makasih ya sayang, sudah menjadi yang terbaik buat aku,Sudah mau sabar sama sifat aku,Sudah menyerahkan hal yang paling berharga dari tubuh kamu, Mungkin ini memang bukan yang pertama buat aku, tapi aku ingin hanya kamu yang terakhir untuk aku sayang."


"Hah, kenapa dia,,fikir Laura yang sudah berubah fikirannya dan lebih baik untuk berpura-pura tidur sekarang.


Tanaka melihat wajah Laura yang ternyata sudah tertidur,tanaka hanya tertawa kecil sambil mencubit pipi wanita yang sangat iya cinta itu.


Lagi mau romantis malah kamu tidur. Hadehhhh, fikir Tanaka


Tanaka juga memilih tidur sambil memeluk tubuh Laura ,mencium keningnya dalam-dalam.


"Aku tidak akan melepaskan kamu, apapun yang terjadi, sayang."ucap Tanaka sebelum menutup matanya


Setelah Tanaka menutup matanya dan tertidur,Laura membuka matanya perlahan mengarahkan wajahnya agak keatas untuk melihat wajah Tanaka yang tertidur lelap.


Dia menatap wajah itu penuh dengan fikirkan rumit,ingin sekali dia menyentuh wajah tampan dan mulus itu dengan tangannya.


Kenapa kita berdua harus bertemu dan dalam situasi yang seperti ini,aku sudah mantap untuk pergi tapi entah kenapa hati ku tidak mengizinnya,fikir Laura


Mereka pun tidur dengan pulas sampai Pagi sudah menjelang , saat laura terbangun,melihat jam sudah pukul 7 pagi,disampingnya ada Tanaka yang masih tertidur, Laura berusaha untuk turun mau kekamar mandi, malahan agak terasa sakit dibagian bawah tubuhnya.


"aw,kok sakit ya."


Tanaka langsung terbangun saat mendengar rintihan Laura.


"Kenapa sayang,dimana yang sakit."


"ini sakit pas mau bangun."ucap Laura polos Sambil menunjuk kebagian bawah tubuhnya


"oh itu kirain apa,sini aku gendong saja ya,kamu mau kekamar mandi.


"Tidak perlu dasar mesum ."ucap Laura sambil berdiri dan melempar bantal kewajah tanaka


______________________________________________


bersambung


(^∆^)

__ADS_1


__ADS_2