Takdir Cinta Yang Rumit

Takdir Cinta Yang Rumit
Kenzo Tanaka tatsumaki


__ADS_3

Sesampainya dirumah bibi,


"Mana baby twins,mama sama papa sudah pulang sayaaaang,."


"Hus,jangan berisik,mereka sedang tidur pulas Ra,."ucap bibi


"Eh iya ya,ampun, maaf."ucap Laura saat melihat kearah wajah sang bibi yang sangat menyeramkan


"Kalian mandi dulu sana, baru mendekat ke baby twins,."ucap bibi dengan wajah jutek


"Ih galaknya bibi ku, nanti cepet tua loh, hahahhhahaahha."


"Kamu ya,."sambil tangannya melempar bantal ke Laura,


"Aduh, ampun, sayang tolong aku ,bibi lagi ngamuk, hahahahhaahaa,."


"Hayo,mending kita mandi berdua saja langsung ya, sayang, ."sambil menggendong Laura ke rumah ku disebelah,


"Iya ,kan aku tidak bawa baju ganti sayang,."


"Aku telepon pelayan minta bawakan baju,."


Mereka pun berciuman sangat mesra sambil mandi melakukan kegiatan bercinta,


"Sayang, Hem." ucap Laura penuh kenikmatan


"Love you sayang ku ,."


"Kita seperti d'javu saja ya , melakukan bercinta seperti ini saat sebelum ada baby twins sayang,Hemm"


"Iya sayang ku,."


Pelayan sudah datang membawa baju ganti untuk Tanaka dan Laura yang menunggu didalam kamar,."


"Sayang,kita pesan apa ya untuk makan malam, hem."


"Apa saja, sayaaaang,."ucap Tanaka sambil membantu Laura memakai dres nya,


"Love you sayang ku,."ucap Laura


"Love you more,."


Mereka makan malam bersama keluarga dirumah bibi,menu makan malam shabu-shabu , seperti biasa Laura sibuk menyusui baby twins,Tanaka yang melihat itu membantu laura dengan menyuapi istrinya,


Laura dan tanaka bersiap untuk pulang, sepertinya bibi sangat berat berpisah dengan baby twins,


Dimobil,


"Sayang,ada kabar terbaru dari Andrew,."


"Pembunuh bayaran itu sayang.",ucap Tanaka dengan nada kaget


"Iya, dia sudah ditemukan, tapi dalam keadaan tidak bernyawa di Paris,."


"Bagus lah,."

__ADS_1


"Kok bagus sih, terus ada kabar juga kalau ada gosip keberadaan aku diJepang ,mengancam para pelaku dunia hitam di seluruh Asia, hadehhh, aku takut anak-anak kita menjadi terancam hidupnya sayang,."


"Tenang saja sayang, aku akan selalu melindungi kamu dan anak kita,."


"Kamu juga harus mulai waspada ya, termasuk sama pak kim sayang,."ucap Laura dengan nada khawatir,


"Iya sayang, aku akan baik-baik saja,."ucap Tanaka sambil menenangkan rasa khawatir istrinya,


Mereka sudah sampai di rumah,."


Hari berganti Laura mulai disibukkan dengan kegiatan amal dan donor darah, awalnya melakukan meeting dulu diruangan Tanaka,bersama manager gedung,


"Nyonya mau sebesar apa ruangannya,supaya kita bisa memberikan tempat yang bagus,."ucap manager gedung


"Aku sih maunya, nanti ada meja dua untuk orang mendaftar, ruangan untuk pengambilan darahnya dua,sama untuk tempat makanan untuk orang yang sudah mendonor,itu saja,."


"Itu untuk penyuntikan dan tenaga pendaftaran ,anda rekrut orang dari mana nyonya,."


"Oh,itu sudah banyak yang mau menjadi relawan,kan aku aktif di sosial media seperti Instagram,dan banyak lah,aku suka posting keseharian aku , pengikut di sosial media banyak yang mau jadi sukarelawan, dan aku juga mau ikutan ya walaupun tidak full sampai 8 jam,."


"Loh kamu punya sosial media sayang,kok aku bisa sampai tidak tahu ya,."ucap Tanaka yang langsung memeriksa ponsel Laura,


"Lah, kamu kemana saja,sampai tidak tahu hahahahhahaaaa,bukan diponsel itu sayang ,tapi diponsel yang ini, hehehehe maaf ya,kan kamu yang ajarin aku,lebih baik minta maaf dari pada minta izin,saat kamu beli sesuatu yang aku tidak suka,huh."


"Oh jadi kamu diam-diam beli ponsel lain,oh begitu,."ucap Tanaka


"Ya kan kamu gurunya, sayang, Uuuwweee."


"Yasudah kalau begitu nyonya dan tuan tanaka saya permisi dulu,."


"Sayang,aku juga mau ikutan donor darah,."ucap Tanaka


"Ih ,kamu tidak bisa donor sayang,kamu ada tato tuh tidak boleh,."


"Yah, yasudah aku nyumbang uang saja,." sambil memeluk dan mencium bibir Laura,


Saat pembukaan amal untuk donor darah dan panti asuhan, banyak orang berminat untuk menyumbang, Laura ditemani baby twins sesekali ,Tante moto juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan amal ini


Teman teman Tante juga mau ikut,Tante moto minta digedung kantor milik keluarganya juga ada yang seperti ini supaya lebih banyak lagi orang yang mau berpartisipasi,tidak hanya di Tokyo tapi sampai keluar kota bahkan keseluruh daerah di Jepang.


Lima tahun sudah berlalu, Laura masih menjalankan kegiatan amal ini sampai-sampai mendapatkan apresiasi dari Unicef internasional, karena sudah perduli dengan anak-anak yang membutuhkan bantuan,


Kakak Kenzo dan Dede zizi sudah mulai masuk sekolah pertama mereka,Laura sedang sibuk membantu pelayan,


"Kak zo gantengnya mama,."sambil merapikan jas anaknya didepan cermin,


"Mama,aku juga mau seperti kakak,." ucap Zizi yang merasa cemburu terus dengan sang kakak,padahal Laura dan Tanaka tidak pernah membedakan antara mereka,


Memang saat mulai tumbuh besar,sifat Tanaka lebih terpancar dari Zizi,dia lebih suka cemburuan, kalau Kenzo malah lebih kalem dan selalu mengalah mirip seperti Laura,


Mungkin karena Zizi anak perempuan jadi lebih banyak menerima sifat Tanaka papanya sendiri,


Kenzo hanya menepi dan pindah untuk duduk diatas tempat tidur sambil meraih buku untuk dia baca,


"Sayang, cantik nya mama ,Ade Zizi tidak boleh bersikap seperti itu sama kakak dong sayang, nanti juga mama rapihin baju kamu ya,."sambil menyisir rambut Zizi yang sangat lurus seperti Tanaka bedanya hanya diwarnanya saja,

__ADS_1


"Iya, maaf ya mama,kak maaf kan aku,."sambil menatap kearah Kenzo,


"Tidak perlu minta maaf adik ku yang cantik,."


"Sini mama mau cium Zizi , mmmuuuuaaahhhh , hhhhmmmm wanginya."


"I love you mama,."


"Love you to sayang,yuk pasti papa sudah menunggu diruang tamu, nanti kita terlambat,."


"Mama mau menemani aku disekolah?."ucap Zizi


"Iya sayang, nanti kak zo mau pergi sama papa ikut meeting."


"Oh,pantas saja kak zo pakai pakaian seperti itu hahahahhaha,."ucap Zizi sambil meledek


Tidak ada tanggapan dari Kenzo,dia hanya diam sambil membaca ,sikakak sangat berbeda sekali,dia sangat kalem,keren dan tampan seperti papanya,


Flash back


Dulu pernah saat Laura berbelanja disalah satu mall,dia sedang bersama Kenzo yang baru berumur 3 tahun, disebuah toko baju anak,


"Hem,bajunya bagus nih dicoba dulu deh, sayang zo duduk disini dulu ya nak, mama mau coba baju ke kamu oke sayang,sambil mengangkat tubuh Kenzo ke bangku tinggi."


"Iya,mama."


"Jangan kemana-mana ya sayang,kak zo disini saja duduk jangan bergerak ya nanti jatuh,."


Laura sibuk memilih baju dan memakaikan pakaian itu ke Kenzo,sambil mencari Lagi baju model lain,tapi kok pas dia kembali ke anaknya,Kenzo tidak memakai baju,


"Loh, sayang,kok, bajunya kemana,."


"Itu mama,sambil menunjuk ke arah seorang wanita,."


Laura sambil menggendong Kenzo,


"Maaf nyonya,itu baju anak saya yang lagi dipakai kenapa anda lepas ya,ini anak saya jadi tidak pakai baju, nanti kalau anak saya sakit bagaimana?."ucap Laura dengan nada kesal,


"Eh, maaf Bu,saya kira patung,jadi saya lepas bajunya,maaf sekali lagi ini bajunya saya kembalikan,."ucap wanita itu,


"Iya saya maafkan,tapi lain kali di cek dong, anak saya jadi kedinginan,."sambil berlalu meninggalkan wanita itu,


Hem,memang kalau dilihat dari mana pun Kenzo sangat mirip dengan patung pajangan,fikir laura


"Kenzo kedinginan ya, sayang?."sambil memakaikan baju


"Tidak kok mam,."


Kenzo sangat sedikit berbicara,dia lebih suka membaca.


Selesai.


_______________________________


bersambung

__ADS_1


(^∆^)


__ADS_2