
Didalam mobil,Zizi masih digendong oleh Laura tidak mau lepas,menangis sampai tertidur pulas dipelukan Laura,
"Cemburunya Zizi mirip aku banget ya sayang,."ucap Tanaka,
"Hah,kamu baru sadar sayaaaang?,kalau sifat Zizi itu sama seperti kamu, cemburuan , manja ,tidak mau tersaingi, hahahahahah,."
"Iya,aku baru sadar, nanti bagaimana kalau dia masih tidak mau punya adik,sayaaaang."
"Nanti aku kasih pengertian sayang ke Zizi ,ya anak mama yang cantik ini kan anak yang pintar,."sambil mengusap pipi Zizi yang basah karena air mata,sambil mencium keningnya,
Tanaka hanya bisa percaya dengan istrinya,pasti bisa membujuk Zizi,
"Kalau kak zo, tidak masalah punya adik lagi?."tanya tanaka sambil ingin meraih tangan Kenzo dari kursi belakang dan ingin mendudukkan zo kepangkuan Tanaka,
"Aku tidak apa-apa,."masih sambil sibuk dengan mainannya,
"Pintarnya anak papa,kita tos dulu dong,."
Mereka sudah sampai dirumah ,Tanaka turun terlebih dahulu disusul oleh Kenzo, Tanaka ingin meraih putri nya,tapi Zizi keburu bangun dari tidurnya,masih ngambek tidak mau digendong oleh Tanaka,
"Zizi sama papa dulu ya sayang,mama susah turun dari mobil nya,."ucap Laura
"Iya mama,tapi nanti aku digendong lagi ya,mama janji ya,."sambil mau menangis,
"Iya mama janji sayang,."
Setelah Laura turun,Zizi yang tadinya digendong Tanaka langsung ingin kembali digendong oleh Laura,
"Pa, kamar kita sama anak-anak pindah ke bawah ya mulai hari ini,supaya mama tidak naik turun tangga,."
"Iya sayang,aku kedalam duluan supaya disiapkan,kamu diruang tamu dulu,."
Tanaka langsung berlari masuk rumah, memerintahkan pelayan untuk membersihkan kamar dan memindahkan barang dari kamar atas ke kamar bawah
Laura yang sedang diruang tamu, menunggu,
"Ka zo,sini Sayaaaang,duduk disamping mama,ka zo makan dulu nanti baru jalan untuk les ya sayang,ka Zizi masih mau berangkat les tidak sayang?."sambil mengusap rambut putrinya,
"Mau,ma,tapi Zizi tidak mau punya adik, nanti mama tidak sayang lagi sama Zizi,."
"Tidak mungkin dong sayang,coba lihat kak zo,mama sama papa sayang juga kok,sama seperti kezizi,tidak dibedakan, walaupun nantinya sudah lahir juga adiknya,Zizi tetap mama papa sayang,."
"Gitu ya ma?,mama janji ya sama Zizi,."
"Iya sayang, sekarang Zizi makan dulu bareng kak zo ya, nanti baru jalan lesnya,."
"Mama,ikut?."
"Nanti diantar pelayan ya sayang,."
"Ah ,Zizi maunya diantar mama,."
"Sama papa saja ya sayang diantaranya,mama mau istirahat,."ucap tanaka sambil berjalan ke arah Laura,
"sudah selesai disiapkan kamar nya sayang,."
"Ma,sambil menatap kearah Laura,Zizi mau diantar mama,."pinta Zizi dengan wajah memelas,sambil memeluk Laura erat,
"Nih pa,lihat gayanya memelas sudah mirip banget kamu,meluk mama erat ,yasudah sekarang Zizi makan dulu ya, nanti mama antar les,."ucap Laura
Tanaka Langsung mengingat kembali, kejadian dulu setiap dia meminta Laura untuk menuruti keinginannya, selalu memeluk erat tubuh Laura,sampai Laura mengiyakan kemauannya
"Pantes ya sayang,kalau Zizi marah sama aku,kita sama-sama tidak mau kalah, hem cantiknya papa,."ucap Tanaka
Zizi langsung bangun dan makan bersama Kenzo,
__ADS_1
"Pelayan, tolong ambilkan perlengkapan mereka les ya didalam kamar,."
"Baik, nyonya."
Laura sambil menyuapi Tanaka,makan sambil main laptop,
"Ih,papa manja banget sama mama,setiap makan pasti disuapin,Zizi harusnya yang disuapin,ma,."
"Ih,biarin papa duluan yang disupin mama, Zizi tidak, Uuuwweee." sambil menjulurkan lidahnya
"Papaaaaaaa,."teriak marah Zizi ke Tanaka, sambil menghampirinya mau memukuli Tanaka,
Tanaka hanya pasrah dan tertawa saat dipukuli Putri nya,
"Pa,sudah sih suka banget kamu meledek Zizi, sudah Zizi nak,tidak boleh begitu sama papa tidak sopan Sayang, cantiknya mama, Laura tangannya sambil melerai papa dan anak ini berantem,sini mana piring Zizi sayang,deketin sini Zizi mama pangku ya, ."
Zizi hanya menurut saja apa kata mamanya
"Aaaa ma,mulut zi dah kosong,."
"Aaaa ma,mulut papa juga sudah kosong nih ,suapin papa dulu ma,."
"Ih papa nyebelin ,Zizi dulu, papa sana minta suapin sama paman Ichiro,."
"Hahahahaahha kok,malah paman Ichiro sih, kan mama istrinya papa,."
"Ini mama Zizi,ih sebel deh sama papa, nyebelin,."
"Hahhahahaha tuh lihat ma, sekarang ngambeknya mirip kamu, yaampun gemes papa lihatnya,."
Laura hanya bisa menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah suami dan putrinya,
"Aaaa sayang Zizi,."
Diperjalanan Laura merasa mual karena aroma pengharum mobil,Tanaka langsung meminta supir untuk membuangnya,
Saat sampai ditempat les,Laura mual tapi ditahan sebisanya,Tanaka yang melihat kejadian itu menjadi bertambah khawatir,
"Sayang, kita pulang saja ya,lagi pula lesnya masih lama selesai nya sayang,." ucap Tanaka
"Aku tidak apa-apa sayang,aku mau chatting konsultasi dulu ke dokter, sepertinya kehamilan kedua ini aku payah sekali,beda dengan kehamilan pertama,."Laura sambil mengetik chat ke dokter,
"Apa kata dokter , sayang?."
"Dokter kasih saran minum obat tapi aku mau yang alami saja, katanya sih makan buah-buahan,."
"Oh yasudah, aku belikan dulu ya sayang,kamu mau buah apa?."
"Nanti saja sayaaaang, pulang dari les kita ke supermarket beli buahnya,aku masih bisa menahan rasa mual ini,."
"Yasudah, kalau mau kamu seperti ini,." padahal didalam hati nya Tanaka sangat khawatir,saat kehamilan pertama Laura tidak pernah mengalami hal seperti ini,
Les anaknya pun selesai,Zizi yang sangat bersemangat untuk keluar kelas bertemu dengan Laura,
"Mama,."teriak Zizi dari jauh sambil melambaikan tangannya,
Laura pun membalas lambaian tangan putrinya,terlihat Kenzo menyusul dibelakang Zizi,
"Wah,saya kira Kenzo dan zizi hanya diantar pelayan,."ucap guru les anaknya,
"Iya,kami punya banyak waktu untuk mengantar les, oh iya Bu guru,saya mau tanya apa anak saya di les ada kendala?."ucap Laura
"Mereka sangat cepat tanggap dengan pelajaran,mungkin juga karena sudah terbiasa belajar lagi dirumah ya,."
"Iya,Zizi dan zo memang saya biasakan dirumah untuk mengulang pelajaran, kalau begitu terimakasih ya,Bu guru,."ucap laura
__ADS_1
Laura berpisah dengan guru anaknya,Zizi sedari tadi sudah tidak sabar untuk meninggalkan tempat les,
"Ma,hayu,,,,,,."
"Iya, sebentar sayang,."sambil berjalan menuju mobil,
Didalam mobil,
"Mama,,,,Zizi mau sama mama duduknya,." dengan nada manja,
"Sini sama papa saja,."ucap Tanaka sambil menarik tangan Zizi hingga bisa duduk diatas pangkuannya,
"Ah,papa, aku maunya sama mama,lepasin."
"Kasian mama,kan diperutnya sekarang ada adik Zizi, nanti tergencet bagaimana?."
"Ma,,,,,,."ucap Kenzo sambil mendekat ke Laura seakan minta dipeluk,
Tanaka hanya bengong melihat Kenzo manja ke Laura,
"Ih ,tuh kan papa ih nyebelin lihat tuh jadi kak zo duluan kan yang dipangku mama,huh."
"Kenzo,tumben sekali,."ucap Tanaka binggung.
Laura hanya memangku,memeluk dan mencium putranya itu,
"Apa sayang,zo."
"Mama sakit?."
"Tidak sayang,kenapa memangnya,."
"Wajah mama pucat,."sambil mengusap wajah Laura,
Tanaka lebih binggung lagi melihat betapa perhatiannya putra nya itu ke mamanya,
"Mama hanya lelah sayang,."sambil mencium kening putra nya,
"Nanti kalau sudah sampai rumah,mama istirahat saja ya, nanti Kenzo temani mama dikamar sambil belajar,."
"Iya, makasih ya sayang, gantengnya mama,."
"Zizi juga ya ma,nemenin mama,."
"Iya,dek zi boleh nemenin tapi jangan berisik ya, ."ucap kenzo
"Zizi tidak berisik kok,nih papa yang bikin aku berisik,."
"Kok,jadi papa yang salah sih sayaaaang,."sambil menggoda putrinya yang sedari tadi sudah kesel,
"Sudah sih pa, yaampun dari tadi tidak selesai-selesai menggoda Zizi trus kamu,." dengan wajah marah,
"Yah,kan papa jadi diomelin mama,iya sayang,maaf ya,jangan marah dong, kan kita mau ke supermarket beli buah ya, Love you more istriku,."
Laura hanya tersenyum kearah Tanaka,
"Sayang, telepon Ichiro,minta kirimkan pelayan untuk bantu bawakan belanjaan,ya."
"Iya sayang,."
___________________________
bersambung
(^∆^)
__ADS_1