
Flashback
Dua minggu yang lalu di New York
Sean yang lagi berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponselnya tiba-tiba mendapat telfon video dari rumah utama.
"Halo"
"Halo nak, kamu baik-baik aja kan?" tanya seorang wanita paruh baya di seberang sana yang tak lain adalah mommy Sean yaitu Mommy Dilaras
"Iya. Seperti yang mommy lihat"
"Begini nak, mommy dan dan daddy udah buat keputusan kalau kamu SMA di kota M biar kamu gak jauh lagi dari mommy dan daddy."
"Nggak" tolak sean langsung tanpa basa-basi
"Seannn" ucap Dilaras seraya memelas agar putra nya yang keras kepala itu mengikuti keputusannya
"Oke." ucap Sean terpaksa setuju karena gak tega melihat wajah mommy Dilaras memelas padanya
"Thanks My Son" Dilaras tersenyum senang
"Tapi Sean ada syarat"
"Hah??" senyum Dilaras hilang seketika
"Hanya SMA aja Mom. Sean gak mau kuliah juga disana" ucap Sean datar
"Oke deal. Besok kamu balik ke kota M"
"Wait.. Sean juga akan tinggal di Apartemen selama berada di kota M"
"Oke asalkan setiap weekend kamu jengukin mommy dan daddy"
"Hm"
Flashback End
Setelah mendapat telfon dari mommy Dilaras esok harinya Sean telah kembali ke tanah air. Selama kurang lebih seminggu ini Sean hanya ke taman itu setiap sore hari. Hingga kejadian tadi di taman ia ditabrak oleh seorang gadis yang sempat mengusik pikirannya sebentar karena melihat mata dari gadis itu seakan-akan ia pernah melihat mata itu sebelumnya. Tapi siapa..
_ _ _ _ _ _ __ _ __ _ _ _ __
"Di kediaman Adiguna
Sebuah mobil mewah memasuki halaman mansion yang begitu luas. Mansion milik keluarga Adiguna adalah mansion yang begitu megah dan besar. Sean Antonio Adiguna baru saja turun dari mobil yang di kendarainya sendiri lalu memasuki rumah utama keluarga Adiguna.
"Nak kamu dari taman lagi?" tanya Dilaras pada putranya itu
"Hm" angguk Sean pelan sambil berjalan terus menuju sofa
"Sampai kapan kamu menunggunya nak, setiap kamu balik kesini kamu setiap hari kesana"
Sean hanya mengangkat bahunya saja seraya menjawab ntah sampai kapan dia akan melakukan itu.
"Sudah 10 tahun. Walaupun bertemu emang wajahnya masih kamu kenali? Mommy rasa tidak."
__ADS_1
Sean hanya diam tidak menanggapi omongan Dilaras atau mungkin saja ia membenarkan perkataan mommy nya. Mungkin memang benar dia tidak mengenal wajah gadis kecil itu lagi.
Dilaras hanya memandangi wajah datar putra nya itu dengan perasaan sedih. Meskipun wajah sean datar tanpa ekspresi tapi Dilaras tahu kalau pikiran putra nya itu sedang memikirkan sesuatu. Kemudian berkata untuk mengalihkan pikiran Sean.
"Daddy telah mengurus semua keperluan sekolah mu nak. Kamu akan sekolah di sekolah milik keluarga kita dan minggu depan kamu sudah masuk sekolah"
"Iya Mom"
Seketika Sean berdiri dari duduknya.
"Kamu udah makan nak?" tanya Mommy dan Sean hanya mengangguk.
"Aku ke kamar dulu mom"
"Jangan lupa ntar malam turun makan malam"
Sean hanya mengangguk dan menaiki tangga kemudian memasuki kamarnya. Ia menghempaskan tubuhnya di ranjang dan tiba-tiba ia teringat sesuatu lalu mengambil ponselnya dari dalam sakunya.
Sean mengetik sesuatu di group chatnya bersama sahabat-sahabat dari kecilnya.
"Gue mulai minggu depan sekolah di sekolah milik keluarga gue yang di kota M" tulis Sean di group
Seakan-akan pesan itu sekedar informasi untuk ke 3 sahabatnya atau malah sebuah perintah agar mereka juga ikut sekolah disana. Ntah lah hanya mereka yang tau.
1 menit setelah itu langsung ada balasan dari sana.
Regan_ "Siap. Gue dan yang lain memang udah daftar di sana."
Reynal_ "Aman itu bro. Gue gak sabar bakalan satu sekolahan lagi. Kapan lagi coba cowok-cowok ganteng bisa ngumpul gini. Gue yakin tatapan semua cewek satu sekolahan ntar hanya tertuju pada kita"
Reynal_ "Heh onta, gue bukan narsis kan emang gue ganteng apalagi kegantengan Sean melebihi batas dia mah. Lo aja yang kurang pede atau lo ragu kalau lo itu gak masuk kategori kita bertiga"
Sandy_ "terserah lo kodok"
Regan_ "Berisik lo berdua. Se kapan lo pindah ke apartemen? Kata Om dan tante Lo bakal tinggal di apartemen kita. Biar kita juga tahu kapan pindah kesana."
Sean_ "Mulai minggu depan"
Sandy_ "Oke gue juga"
Reynal dan Regan_ "Oke"
Obrolan pun berakhir. Sean dan ketiga sahabatnya memang sama-sama dari keluarga terpandang yang memiliki perusahaan yang cukup besar dan cabang dimana-mana. Walaupun keluarga Sean yang paling kaya. Sesuai kesepakatan mereka tadi, mereka akan menempati apartemen pribadi mereka yang memang satu gedung berlantai 5 yang akan mereka tempati hanya berempat.
Di lantai 1 apartemen Sandy, lantai 2 apartemen Reynal, lantai 3 apartemen Regan, lantai 4 apartemen Sean dan terakahir lantai 5 adalah tempat mereka berkumpul sengaja di desain seperti Bar agar mereka tidak perlu ke bar kalau untuk menghilangkan stress atau penat mereka.
Sementara di mansion kediaman Dirgantara, Sifya sedang menuruni tangga untuk makan malam
"Malam Pi, Mi" senyum sifya sambil duduk
"Malam putri cantiknya papi" sahut Arya dengan senyum
" Malam sayang" sahut Rosi juga
"Mi, mami udah ngomong ama papi mengenai sahabat-sahabatku yang aku omongin ama mami tadi?" bisik Sifya pelan
__ADS_1
Sebelum Rosi menjawab pertanyaan putri nya, Arya langsung menyela pembicaraan dua wanita kesayangannya itu.
"Papi udah urus semua sayang" sela Arya cepat
"Makasih papiku sayang. Papi is the best pokoknya" sahut Sifya langsung berdiri dan mendekat ke samping Arya lalu mencium pipi kanan arya.
"Trus Mami gak the best nih ceritanya" Ucap Rosi dengan nada cemburu
"Mami juga the best kok" kemudian mencium pipi kiri Rosi
"Selesai makan malam ada yang mau papi sampaikan sama mu nak"
"Yaudah kita makan dulu sayang" ucap Rosi kemudian
Mereka memulai makan malamnya dengan hening.
Setelah makan malam usai Sifya Dan Rosi menyusul Arya ke ruang tamu kemudian duduk di sofa depan TV yang bersebelahan dengan.
"Papi udah urus semua keperluan kamu sekolah. Peraturan papi masih sama ketika kamu SMP, kamu akan di antar jemput supir dan pengawal juga akan tetap ikutin kamu kesekolah untuk berjaga-jaga"
"Tapi pi, pengawal gak per .." sahut Sifya tapi Arya langsung memotong kalimat putri nya karena ia tahu apa yang akan putri nya itu sampaikan
"Papi dan Mami nggak mau terjadi apa-apa sama putri semata wayang kami. Kamu paham kan sayang" Jelas Arya panjang lebar supaya putri nya mengerti kekhawatirannya
"Iya pi. Sifya ngerti. Tapi menurut Sifya pengawal gak perlu ikut berjaga sampai masuk sekolah cukup mantau dari jauh aja. Biar Sifya nyaman dan teman-teman sifya yang baru nanti juga gak risih lihat sifya pi." ucap sifya dengan memelas berharap papi nya menyetujui.
"Baik. Papi setuju, gimana mi? tanya Arya pada istrinya
"Gimana baiknya menurut papi aja. Yang penting Sifya aman dan nyaman di sekolah barunya nanti" senyum Rosi pada Arya dan sifya bergantian
"Yaudah kamu boleh istrahat sayang. Papi mau berduaan ama mami kamu dulu. Mana tahu mami masih mau buat adik untuk kamu" Ucap Arya dengan senyum menggoda ke arah Rosi
"ih papi" sungut Rosi mencubit pelan pinggang suaminya
"Iya deh yang masih berasa pasangan muda. Kalau gitu Sifya ke kamar ya mi, pi "
Seminggu berlalu tepat hari ini Sifya dan ketiga sahabatnya janjian ketemu di sekolah mereka yang baru saja karena memang sudah hampir terlambat, sifya bahkan turun dari mobil langsung berjalan cepat untuk memasuki halaman sekolah sebelum gerbang sekolah itu ditutup.
Tiba-tiba Sifya menabrak punggung seseorang ...
Brrukk
Sifya melihat punggung pria itu. Sesaat kemudian pria itu menoleh ke belakang bersamaan saat Sifya juga melihat wajah yang ia tabrak.
"Kamu?" Ucap Sifya spontan dengan suara agak keras
"Gadis ini??" ucap pria itu dalam hati sambil mengernyitkan dahinya
_ _ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __
*Bersambung
Maaf ya Teman-teman semua kalau kalimat aku berantakan gitu. Masih tahap belajar soalnya. Teman2 boleh kok beriikan kritik dan saran yang membangun untuk author
Jangan lupa like dan komennya ya all 🙂🙂*
__ADS_1
Makasihhh😊😊